Bank Mandiri Perkuat Transformasi Digital dan Agenda ESG: Strategi Tiga Pilar untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Desember 10, 2025

IABCINDONESIA.COM — Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi, etika komunikasi, dan percepatan digitalisasi layanan keuangan, Bank Mandiri menegaskan komitmennya melalui pendekatan ESG yang terstruktur dan komunikasi korporasi yang semakin strategis. Momentum tersebut dipertegas lewat dukungan Bank Mandiri terhadap IABC Indonesia Conference & Awards 2025, sebuah ajang yang menempatkan trust, humanity, and digital impact sebagai fondasi komunikasi modern. Tema ini selaras dengan arah transformasi Bank Mandiri yang tengah mempercepat inovasi digital sekaligus memperkuat akuntabilitas keberlanjutan.

Bank Mandiri menjalankan tiga pilar ESG, yaitu Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking, yang tidak hanya menjadi kerangka kerja keberlanjutan, tetapi juga mencerminkan bagaimana perusahaan menempatkan kepercayaan dan akuntabilitas sebagai inti strategi komunikasinya. Ketiga pilar ini menjadi relevan dengan isu-isu strategis yang diangkat dalam konferensi IABC 2025, mulai dari literasi digital, penguatan kepercayaan publik, hingga komunikasi ESG yang otentik dan terverifikasi.

Transformasi digital Bank Mandiri menjadi salah satu bukti bagaimana perusahaan menempatkan digital impact sebagai motor penguatan hubungan dengan nasabah. Layanan seperti Livin’ by Mandiri, Livin’ Merchant, dan Kopra by Mandiri tidak hanya memperluas akses keuangan, tetapi juga mengedepankan desain yang intuitif untuk memastikan pengalaman pengguna yang inklusif dan berempati. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga kuartal III 2025 yang didorong oleh penetrasi layanan digital menjadi indikator bahwa pendekatan ini efektif membangun kepercayaan publik di era mobile-first.

Langkah digitalisasi ini sangat relevan dengan diskusi IABC 2025 mengenai bagaimana teknologi, bila dikomunikasikan dengan tepat, dapat memperkuat legitimasi korporasi. Transformasi digital bukan hanya soal inovasi, melainkan bagaimana perusahaan menjelaskan manfaatnya secara transparan agar nasabah memahami nilai tambah yang mereka terima.

Bank Mandiri memperkuat transparansi kinerja dan komitmen tata kelola melalui paparan publik Laporan Keuangan Triwulan III/2025 yang dihadiri jajaran direksi di Jakarta pada Senin, 27 Oktober 2025.

Dukungan Bank Mandiri terhadap IABC Indonesia Conference 2025 menegaskan pendekatan komunikasi yang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi. “Membangun kepercayaan di era digital dimulai dengan menempatkan kemanusiaan sebagai inti dari setiap inovasi. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip ESG dalam praktik bisnis kami, Bank Mandiri terus berkembang dalam menciptakan dampak digital yang memberdayakan masyarakat, memperkuat komunitas, dan menjaga keberlanjutan masa depan bersama,” ujar Monica Yoanita Octavia, Senior Vice President of Environmental, Social & Governance (ESG) Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Di pilar Sustainable Banking, Bank Mandiri memperkuat pembiayaan hijau dan mendorong transisi energi bersih — inisiatif yang membutuhkan komunikasi ESG yang terukur dan akuntabel agar publik dapat melihat dampaknya secara nyata. Seperti yang dibahas dalam IABC Indonesia Conference 2025, keberlanjutan membutuhkan narasi yang transparan, berbasis data, dan berfokus pada manfaat publik.

Sementara itu, pilar Sustainable Operation diwujudkan melalui efisiensi energi dan digitalisasi proses internal. Perubahan ini tidak hanya mengurangi jejak karbon operasional, tetapi juga meningkatkan efisiensi komunikasi internal dan tata kelola. Transformasi internal berbasis teknologi menjadi relevan dengan gagasan digital impact yang dikupas para pembicara IABC: bahwa teknologi yang terintegrasi dengan baik memperkuat konsistensi pesan dan integritas data perusahaan.

Bank Mandiri memperkuat komitmen keberlanjutan melalui inisiatif Mandiri Looping for Life pada Sabtu, 15 November 2025, yang ditandai dengan penanaman pohon mangrove bersama Bintan Resort Cakrawala di kawasan Lagoi Bay, Bintan.

Pilar Sustainability Beyond Banking membuka ruang bagi Bank Mandiri untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas — mulai dari literasi keuangan, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), hingga program inklusi digital di berbagai daerah. Inisiatif-inisiatif ini menjawab tema humanity yang menjadi sorotan utama konferensi IABC: bagaimana komunikasi yang empatik dan berbasis solusi dapat memperkuat resiliensi sosial dan membangun kepercayaan jangka panjang.

Secara keseluruhan, pendekatan Bank Mandiri dalam menyampaikan kinerja, inovasi, dan komitmen ESG menunjukkan bahwa komunikasi keberlanjutan memainkan peran krusial dalam memperkuat hubungan perusahaan dengan publik. Komunikasi bukan lagi sekadar alat penyampaian informasi, tetapi sebuah strategi yang membangun kepercayaan dan mempertahankan relevansi di tengah perubahan budaya dan perilaku digital.

Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki (President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact), Prof. Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia), Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, (Wakil Menteri Kesehatan, Republik Indonesia), Dr. Ir. Emil Elestianto Dardak, B.Bus, M.Sc., Ph.D, (Wakil Gubernur Jawa Timur), Shanti Ruwyastuti (Board of Director IABC Indonesia), Dwi Fatan Lilyana Direktur SDM dan Umum PT. Pelabuhan Indonesia (Persero)

President IABC Indonesia, Elvera N. Makki, menegaskan pentingnya komunikasi yang beretika dan human-centered. “Kami mengapresiasi dukungan Bank Mandiri dalam memperkuat ekosistem komunikasi strategis di Indonesia. Komitmen ini menjadi contoh bagaimana institusi besar dapat memainkan peran penting dalam memajukan praktik komunikasi yang transparan, etis, dan berorientasi keberlanjutan.”

Diskusi dan sesi panel di konferensi IABC menghadirkan perspektif penting dari pemerintah, sektor korporasi, akademisi, dan lembaga sosial mengenai literasi digital, komunikasi ESG, perubahan perilaku masyarakat, serta standar baru transparansi korporasi. Semua ini sejalan dengan pergeseran besar di industri perbankan: bahwa keberlanjutan dan transformasi digital hanya akan bermakna bila dikomunikasikan dengan jujur, jelas, dan berorientasi pada publik.

Dukungan Bank Mandiri terhadap IABC Indonesia Conference and Awards 2025 mencerminkan keselarasan visi keduanya: memperkuat praktik komunikasi strategis yang etis, relevan, dan berdampak. Melalui komitmen ini, Bank Mandiri menunjukkan bahwa kinerja finansial bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Kepercayaan publik, integritas komunikasi, serta dampak sosial dan digital menjadi pilar penting dalam membentuk masa depan industri perbankan Indonesia.

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI: Komunikasi Strategis Berbasis Kemanusiaan

Desember 8, 2025

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI: Komunikasi Strategis Berbasis Kemanusiaan

Konferensi Komunikasi Berpengaruh di Penghujung Tahun Ini, IABC Indonesia Conference and Awards 2025 Hadir dengan Fokus pada Kepercayaan, Kemanusiaan, dan Dampak Digital

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 1: Keynote speakers bersama Boards of Directors IABC Indonesia. Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki, President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact, Prof. Stella Christie Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, Shanti Ruwyastuti Board Member IABC Indonesia, Dwi Fatan Lilyana Direktur SDM dan Umum PT. Pelabuhan Indonesia (Persero).

Jakarta, 8 Desember 2025 – Di tengah percepatan teknologi dan pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) yang mengubah dinamika komunikasi global, International Association of Business Communciators (IABC) Indonesia, menyoroti masa depan kepercayaan publik di era AI yang semakin rentan dengan deepfakes. Pada acara IABC Indonesia Conference and Awards yang diadakan setiap tahun sejak 2022, kali ini fokus diskusi menitikberatkan pada komunikasi strategis berbasis kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital, dengan menghadirkan narasumber terkemuka dari sektor pemerintahan, swasta, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas.

Elvera N. Makki, President IABC Indonesia dan Founder & CEO VMCS Communications and Social Impactmenegaskan bahwa kepercayaan publik kini merupakan mata uang utama kepemimpinan modern, “Dalam ekosistem digital, teknologi dapat mempercepat pesan, tetapi hanya kemanusiaan yang dapat memperdalam makna. Di era AI, komunikasi strategis tidak cukup hanya akurat, namun harus empatik, etis, dan berpihak pada hak asasi manusia.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 2: Catatan dari Elvera N. Makki (President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact) yang secara resmi membuka Conference 2025 dengan pesan kuat bahwa komunikasi yang berakar pada kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital adalah fondasi kepemimpinan yang mampu benar-benar menginspirasi tindakan.

Survei terbaru dari Boston University Communication Research Center pada 2025 menemukan bahwa empat dari lima orang mendukung adanya perlindungan ketat terhadap deepfakes berbasis AI di media sosial, dan mayoritas publik menginginkan platform media sosial bertanggungjawab lebih aktif dalam memoderasi minsinformasi tanpa harus bergantung penuh pada sensor pemerintah. Temuan ini menegaskan bahwa isu kepercayaan publik di era AI bukan sekedar wacana, melainkan agenda strategis global.

Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Riset (Dikti Saintek) RI saat hadir di IABC Indonesia Conference menyampaikan keynote speech di depan ratusan business communicators tentang pentingnya membangun pemikir digital yang berpusat pada manusia. Ia menekankan bahwa penyebaran hoaks yang masif terjadi di ranah digital harus terus dilawan melalui edukasi, riset, dan bukti empiris, agar berbagai tantangan akurasi informasi dan komunikasi di Indonesia dapat ditumpas secara signifikan, “Hoaks merupakan ancaman yang sangat besar dan salah satu yang paling serius di Indonesia. Ajang IABC Indonesia Conference ini merupakan saat yang tepat untuk kita bicarakan bersama.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 3: Pemaparan dari keynote speech 2 oleh Prof. Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia). Dalam pidatonya, Prof. Stella menekankan pentingnya membentuk pemikir digital yang berpusat pada manusia. Ia menyampaikan bahwa informasi di ruang digital sangat mempengaruhi cara masyarakat memproses pesan, terutama terkait hoaks. Tantangan ini perlu terus diedukasi dan diatasi bersama, dengan mendorong penggunaan riset dan bukti empiris untuk menjawab berbagai persoalan di Indonesia maupun dunia.

Pertama, tegasnya, mengapa orang-orang menyebarkan hoaks, termasuk kita mungkin salah satunya yang pernah melakukannya. Kedua,  dari jawaban pertama, lalu tindakan apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi hal ini, karena ini adalah masalah besar.

“Lebih dari 1.100 pakar dari 136 negara menempatkan misinformasi dan disinformasi sebagai salah satu ancaman paling serius saat ini. AI mempermudah pembuatan berita hoaks, dan dalam satu tahun terakhir, penyebaran informasi palsu dengan teknologi AI meningkat hingga 2x lipat dalam satu tahun terakhir,” ungkap Prof. Stella. Terdapat empat alasan mengapa percaya hoaks, yang dijabarkan satu-persatu oleh beliau dalam forum ini, yaitu dilihat dari sisi political partisanship, cognitive reflection, prior knowledge, dan heuristic.

Fast-checking adalah tindakan yang selama ini kita lakukan untuk mengentaskan hoaks. Namun terdapat solusi perilaku yang patut dilakukan, yaitu solusi proaktif “prebunking”, accuracy nudge, solusi sistemik wisdom of crowd, dan solusi jangka panjang, yaitu edukasi,” papar Prof. Stella, “Masalah inti model bisnis berbagai platform media sosial adalah memonetisasi perhatian, dimana algoritma dirancang untuk memaksimalkan engagement, bukan akurasi.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 4: Sambutan keynote speech 3 oleh Bapak Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, pada IABC Indonesia Awards 2025. Beliau menekankan bahwa tantangan terbesar komunikasi saat ini adalah framing di ruang digital, di mana informasi faktual bisa berubah persepsinya dan berdampak negatif pada organisasi atau brand. Karena itu, kita harus waspada dan sigap mengantisipasi dinamika ini, serta tidak mengabaikan media sosial sebagai ruang berkembangnya berbagai narasi.

Melanjutkan sesi Prof. Stella, Dr. Ir. Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, yang juga hadir menyampaikan keynote speech menekankan tantangan terbesar komunikasi saat ini adalah framing di ruang digital. Informasi bisa saja faktual, namun ketika dibingkai berbeda, persepsinya dapat berubah dan berdampak negatif pada organisasi maupun brand. Framing yang dilakukan secara cepat untuk kepentingan engagement di media sosial tanpa verifikasi, mengorbankan banyak pihak, tak hanya politisi dan pejabat publik, namun juga dunia usaha, bahkan hingga UMKM. Karena itu, ujarnya, kita harus waspada dan sangat berhati-hati dalam merespons dinamika ini, “Realita yang kita hadapi sekarang tentang framing, sangat kontekstual dengan tema konferensi ini, yaitu Strategic Communications at the Heart of Trust, Humanity, and Digital Impact. Nyambung banget. Saat kita ingin meraih kepercayaan namun tidak paham cara menciptakan dampak secara digital, maka upaya tersebut sulit tercapai. Kita harus bisa mengantisipasi derasnya hoaks dan framing, dengan kesigapan, namun juga hati-hati.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 5: Pembicara kunci Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya komunikasi kesehatan yang transparan dan mudah dipahami di tengah era misinformasi untuk membangun kepercayaan publik. Menurutnya, perubahan perilaku tidak bisa instan, masyarakat perlu merasa terhubung secara emosional. Karena itu, komunikasi harus disertai data yang akurat, lahir dari empati dan kisah nyata, bukan sekadar angka.

Berbicara mengenai humanity atau kemanusiaan, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan, RI yang turut hadir sebagai keynote speaker menyatakan pentingnya komunikasi kesehatan dalam membangun kepercayaan publik untuk hidup yang lebih baik, “Kepercayaan adalah aset yang paling berharga di dalam dunia kesehatan sekaligus yang paling rapuh. Untuk itu, pembenahan perlu dilakukan di semua sektor di bidang kesehatan. Kementerian Kesehatan terus memperkuat komunikasi publik yang transparan, mudah dipahami serta menyentuh hati masyarakat karena perubahan sistem pola hidup tidak bisa seperti membalik tangan, sebelum tersentuh hatinya. Karena itu, saya menyambut baik tema yang diselenggarakan IABC untuk mengangkat topik komunikasi di bidang kesehatan.”

Lanjutnya, komunikasi tidak hanya membutuhkan penyajian data yang akurat, namun dibutuhkan empati dan kisah nyata dari berbagai sumber lapisan masyarakat, terutama bagi yang sedang berjuang di pelosok terpencil Indonesia. Kemampuan mengubah statistik menjadi cerita dan empati, itulah hal yang paling esensial untuk diperankan sektor komunikasi publik, terutama komunikasi digital, “Saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap IABC yang telah membangun komunikasi kesehatan, yang tidak hanya akan terbatas di ruang ini, namun dapat menjangkau ruang publik yang lebih luas.” ujar Prof. dr. Dante.  

Sementara itu Bank Mandiri melihat penguatan inovasi digital sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan mendorong akselerasi ekonomi nasional. Dengan mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam pengembangan layanan, Bank Mandiri membangun ekosistem finansial yang lebih efisien, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi, sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi rumah tangga, UMKM, dan sektor produktif yang menjadi pendorong pertumbuhan PDB.

Pemanfaatan teknologi untuk literasi, transparansi transaksi, dan mitigasi risiko juga mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian global, sehingga inovasi digital dapat memberikan multiplier effect bagi keberlanjutan ekonomi jangka Panjang. “Membangun kepercayaan di era digital dimulai dengan menempatkan kemanusiaan sebagai inti dari setiap inovasi. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip ESG dalam praktik bisnis kami, Bank Mandiri terus berkembang dalam menciptakan dampak digital yang memberdayakan masyarakat, memperkuat komunitas, dan menjaga keberlanjutan masa depan bersama,” ujar Senior Vice President Environmental, Social & Governance Bank Mandiri, Monica Yoanita Octavia.

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 6: Panelis Abdullah Fahmi, VP Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel Indonesia (tengah) memaparkan peran penting perusahaan melalui teknologi AI dan digitalisasi di setiap sektor di Indonesia, mulai dari pemerintahan, enterprise, hingga pendidikan.

Abdullah Fahmi, VP Corporate Communication & Social Responsibility, Telkomsel Indonesia, menekankan“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan jaringan yang kuat. Kita memerlukan komunikasi yang bertanggung jawab untuk memastikan setiap langkah menuju keberlanjutan dimengerti, diterima, dan dijaga. Sebagai komunikator, kita membangun kepercayaan yang memungkinkan teknologi memberi dampak positif nyata bagi seluruh bangsa.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 7: Arif Mujahidin, Communication Director Danone Indonesia menegaskan kembali tujuan utama komunikasi, to shine and shield. Artinya, mempromosikan kisah yang mencerminkan nilai-nilai perusahaan sekaligus menjaga reputasi Danone dengan optimal.

Sementara Danone Indonesia berhasil mendefiniskan ulang dampak komunikasi terhadap keberlanjutan bisnis, “Rahasia formula komunikasi yang berdampak adalah empati, baik saat melindungi maupun promosi. Di Danone Indonesia, kami berbicara dengan bahasa audiens yang kami tuju, memastikan pemahaman yang membentuk persepsi publik yang positif, dan pada akhirnya, komunikasi yang memperkuat keberlanjutan bisnis,” ujar Arif Mujahidin, Corporate Communication, Danone Indonesia.

Dalam menggawangi tren komunikasi untuk tahun 2026, Elvera menutup IABC Indonesia Conference dan Awards dengan membagikan pesan kunci bagi profesional komunikasi di tanah air, “Ketika survei dunia menunjukkan publik mulai meragukan apa yang mereka lihat dan dengar, tugas komunikator adalah memulihkan kepercayaan dengan transparansi, integritas, dan keberanian mengakui keterbatasan. Humanity adalah kompasnya. AI mungkin mempercepat dunia, tetapi hanya humanityyang dapat menstabilkannya. Ke depan, komunikator Indonesia perlu berdiri di garis depan yang menghubungkan data dengan empati, teknologi dengan etika, dan inovasi dengan tanggung jawab sosial. Komunikasi yang berakar pada kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital adalah fondasi kepemimpinan yang diharapkan mampu menginspirasi tindakan.”

Dengan semakin kompleksnya tantangan digital, IABC Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi rumah bagi para komunikator yang ingin memimpin dengan etika, empati, dan dampak nyata bagi masyarakat.

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 8: Keynote speakers bersama Boards of Directors IABC Indonesia. Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki, President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, Prof. Stella Christie Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Shanti Ruwyastuti, Board Member IABC Indonesia, dan Dwi Fatan Lilyana, Direktur SDM dan Umum PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) juga sebagai Advisor IABC Indonesia.

IABC merupakan asosiasi yang menjadi salah satu barometer untuk tren komunikasi dunia, berkantor pusat di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, dan menaungi lebih dari 100 chapters di 80 negara, termasuk di Indonesia. Keanggotaan IABC Indonesia beroperasi di bawah payung Perkumpulan Komunikasi Internasional Indonesia yang aktif sejak 2019. Dengan lebih dari 1000 anggota komunitas Indonesia, berbagai program yang dilaksanakan memberikan wawasan, pengetahuan, dan akses jejaring profesional, serta program mentorship, pemberian penghargaan, dan sertifikasi profesi di bidang komunikasi berskala internasional. Untuk bergabung dengan komunitas ini, dapat mengunjungi www.iabcindonesia.com dan jejaring profesional di Linkedin, serta Instagram @iabcindonesia.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:
Malvin Adrianus
Email: malvin.adrianus@iabcindonesia.com dan info@iabcindonesia.com
No WA: 0851-5633-7189

Pertamina Sabet Tiga Penghargaan IABC Indonesia Awards 2025: Kukuhkan Keunggulan pada Keberlanjutan, Employee Engagement, dan Media Sosial

Desember 8, 2025

Pemberian penghargaan dari perwakilan dewan juri, Angkie Yudistia, kepada Ibu Sarah, Manager Internal Communications Pertamina (Persero) untuk sub-kategori Best Employee Engagement Program sekaligus Top 10 dan Awards of Excellence.

IABCINDONESIA.COM – PT Pertamina (Persero) menorehkan prestasi gemilang di ajang IABC Indonesia Awards 2025, dengan meraih salah satu skor tertinggi berdasarkan hasil presentasi capaian dan sesi diskusi dengan dewan juri. Pertamina berhasil masuk dalam jajaran Top 10 dalam kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA) dan Impactful Public Relations Awards (IMPRA).

Di kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA), Pertamina meraih penghargaan pada sub-kategori Best Sustainability Communications dan Best Employee Engagement Program. Lalu, pada kategori Impactful Public Relations Awards (IMPRA), Pertamina juga meraih penghargaan Best Social Media Campaign. Penghargaan ini membuktikan bahwa komitmen perusahaan terhadap ESG, keterlibatan karyawan, dan media sosial dijalankan secara serius dan sistematis.

Pertamina Sabet Tiga Penghargaan IABC Indonesia Awards 2025
PT Pertamina (Persero) bersama perwakilan dewan juri dan seluruh institusi penerima penghargaan kategori Top 10 dan Awards of Excellence IABC Indonesia Awards.

Pada sub-kategori Best Sustainability Communications, Pertamina telah melakukan program berupa “Uniform Recycling Program #2Renew1”. Program ini bertujuan untuk menguraikan kembali seragam yang dimiliki pegawai internal Pertamina dan menukarnya dengan seragam baru dengan material yang ramah lingkungan. Hal ini dilakukan sebagai komitmen keberlanjutan yang tertuang dalam 10 Fokus Keberlanjutan Pertamina dan sebagai bukti nyata keseriusan Pertamina dalam mengurangi jejak lingkungan yang sesuai dalam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Pertamina Sabet Tiga Penghargaan IABC Indonesia Awards 2025
PT Pertamina (Persero) saat sesi penjurian IABC Indonesia Awards 2025 di sub-kategori Best Sustainability Communications.

Pada sub-kategori Best Employee Engagement Program, Pertamina mendorong pemahaman pekerjanya tentang keberlanjutan lewat inisiasi platform SUNRISE (Sustainability Awareness Learning) yang merupakan platform edukasi daring mengenai keberlanjutan. Platform ini berhasil meningkatkan pemahaman tentang keberlanjutan sebesar  93,9% diantara pekerja Pertamina.

Kemudian, pada sub-kategori Best Social Media Campaign, Pertamina memperkuat positioning strategi media sosial melalui kontribusinya sebagai sponsor dalam ajang balap internasional Mandalika International Street Circuit. Hasilnya, seluruh publikasi Pertamina berhasil meraih engagement rate sebesar 5,9% dari audiens nasional dan internasional. Selain itu, strategi Pertamina ini menghasilkan multiplier effect yang tak hanya ada di dunia digital, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat langsung di dunia nyata dengan menggerakkan sektor ekonomi lokal di sekitar lokasi acara berlangsung.

Pertamina Sabet Tiga Penghargaan IABC Indonesia Awards 2025
PT Pertamina (Persero) berhasil meyakinkan dewan juri IABC Indonesia Awards 2025, saat mempresentasikan dukungannya di Grand Prix, Mandalika, untuk sub-kategori Best Social Media Campaign.

“Walaupun event berskala internasional, Pertamina mampu menarasikan pesan dalam publikasi digital dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat lewat pesan visual. Secara keseluruhan, Pertamina dinilai sangat baik dan profesional dalam menyusun strategi social media campaign.” ujar Jeane Niode selaku Ketua dan Dewan Juri dalam IABC Indonesia Awards 2025.

President IABC Indonesia, Elvera Makki, juga memberikan apresiasi kepada Pertamina dalam menyelaraskan komunikasi strategis dengan nilai keberlanjutan, “Efektivitas komunikasi modern tidak hanya ditentukan oleh kreativitas, tetapi juga oleh integritas, transparansi, dan pemahaman mendalam terhadap nilai kemanusiaan. Pertamina telah menunjukkan hal tersebut melalui pendekatan komunikasi yang konsisten, berbasis data, dan relevan bagi publik internal dan eksternalnya.” 

Secara keseluruhan, rangkaian penghargaan yang diraih Pertamina di IABC Indonesia Awards 2025 menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada performa bisnis, tetapi juga pada bagaimana perjalanan keberlanjutannya dikomunikasikan dengan jelas dan bertanggung jawab. Pengakuan ini menegaskan bahwa Pertamina memandang komunikasi bukan sebagai fungsi tambahan, melainkan komponen strategis yang memperkuat reputasi perusahaan, membangun kepercayaan publik, dan mendukung agenda transisi energi nasional secara berkelanjutan.

“Selamat kepada Pertamina (Persero) atas diraihnya penghargaan dari IABC Indonesia Awards 2025 ini. Kami ucapkan terima kasih juga atas dukungan Pertamina pada IABC Indonesia Conference yang menekankan pentingnya komunikasi strategis berbasis kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital.” tutup Elvera.

Road to IABC Indonesia Awards & Awarding Night 2025: Expert’s Guide to the Job Market

Oktober 4, 2025

International Association of Business Communicators (IABC Indonesia) dan @atamerica menghadirkan sesi mentorship dengan mentor pilihan dari beragam latar belakang profesi untuk memberikan saran dan tips karir memasuki bursa kerja.

Jakarta, 3 Oktober 2025 – Memasuki dunia kerja di era sekarang bukanlah hal yang mudah, terutama bagi generasi Z yang baru lulus kuliah atau sedang merintis karier. Perubahan teknologi yang begitu cepat, persaingan global yang semakin ketat, serta tuntutan untuk memiliki soft skills yang mumpuni membuat banyak anak muda merasa perlu memiliki “bekal khusus” agar bisa bertahan sekaligus berkembang.

Menjawab kebutuhan tersebut, International Association of Business Communicators (IABC – Indonesia Chapter) berkolaborasi dengan @atamerica menghadirkan Career Mentorship bertema “Expert’s Guide to the Job Market”. Program ini ditujukan bagi individu di tahap awal maupun pertengahan karier yang ingin mengembangkan diri, menavigasi perjalanan profesional mereka, sekaligus membangun jejaring dengan para profesional yang ahli dari berbagai bidang.

Program ini menghadirkan lima mentor dari beragam sektor yaitu swasta, publik, kewirausahaan, hingga konsultan profesional, yang membagikan wawasan berharga dari perjalanan karir mereka.

Sesi Mentorship yang telah memasuk batch IV ini dibuka oleh Vandy R. Makki, Chief People Officer Manulife Indonesia, menyatakan, Perubahan yang kita alami saat ini di dunia profesional dan industri terjadi jauh lebih cepat dalam 10 tahun terakhir. Menurutnya, perubahan tersebut bisa berdampak baik maupun buruk, tergantung pada mindset yang kita miliki. Beliau menekankan pentingnya memiliki dua jenis mindset, yaitu learning dan unlearning. Learning berarti terus membuka diri untuk mempelajari hal-hal baru, seperti perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi bagian penting dalam cara kita bekerja dan berkreasi, sementara unlearning adalah kemampuan untuk menyesuaikan dan mengubah cara pandang ketika pengetahuan lama mulai tidak relevan agar tetap fleksibel menghadapi dinamika perubahan. 

Selain itu, Vandy menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan continuous learning process, karena perubahan yang begitu cepat menuntut kita bukan hanya untuk memahami apa yang terjadi, melainkan juga membangun resiliensi dalam menghadapinya. Ia juga mengingatkan bahwa close mindset adalah hal yang harus diubah, sebab sering kali kita hanya melihat sisi negatif dari sebuah perubahan, padahal selalu ada peluang yang dapat dimanfaatkan. Dengan menjaga pikiran tetap terbuka, berani mencoba hal-hal baru, dan tidak menolak untuk belajar, kita akan lebih mampu beradaptasi serta melihat peluang di balik setiap tantangan, sehingga bisa bertahan dan berkembang di tengah cepatnya arus perubahan.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Vandy R. Makki, Chief People Officer Manulife Indonesia berbagi pandangan mengenai pentingnya mindset learning dan unlearning dalam menghadapi cepatnya perubahan dunia profesional.

Dilanjutkan oleh Shanti Ruwyastuti, Erickson Professional Coach, yang dalam sesi sharing menjelaskan bagaimana coaching dapat membantu Gen Z mengambil keputusan karier yang lebih terarah. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi, namun tidak semua menyadarinya, sehingga tujuan utama coaching adalah menggali dan mengeluarkan potensi tersebut. Ia menambahkan bahwa tugas seorang coach adalah memberikan panduan di tengah banjir informasi di era digital, agar peserta dapat menemukan kejelasan, arahan, dan kepercayaan diri dalam menapaki perjalanan karier. Beliau juga menegaskan bahwa coaching penting bagi Gen Z karena tidak hanya membantu mengarahkan potensi dan tujuan, tetapi juga meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan serta mengurangi stres akibat arah navigasi yang seringkali terdisrupsi karena meluapkan misinformasi dan disinformasi.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Shanti Ruwyastuti, Erickson Professional Coach, berbagi pandangan mengenai bagaimana coaching dapat membantu Gen Z menggali potensi diri, menemukan kejelasan, dan mengambil keputusan karier yang lebih terarah.

Mentor Wing Antariksa, Vice Chairman of Indonesian Society of Human Resources, menyampaikan Untuk memenangkan kompetisi awal dalam memulai karier hanya dibutuhkan skills, knowledge, dan attitude.”Dari ketiga hal tersebut, ia menekankan bahwa yang paling menentukan adalah attitude, karena merupakan bagian penting dari soft skills dan kepemimpinan. Menurutnya, keterampilan kepemimpinan bisa mulai dibangun sejak di bangku kuliah melalui pengalaman berorganisasi dan memperluas jaringan. Ia juga menambahkan, “If you want to be a leader, you can start from now.” Karena masih muda, wajar jika banyak melakukan kesalahan, namun justru dari kesalahan itulah akan lahir pembelajaran berharga untuk berkembang.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Wing Antariksa, Vice Chairman of Indonesian Society of Human Resources, menekankan bahwa attitude merupakan faktor paling penting dalam memenangkan kompetisi awal karier, sekaligus menjadi dasar kepemimpinan yang dapat dibangun sejak masa kuliah.

Melanjutkan sesi berikutnya, Feliciana Wienathan, Communications Manager Google Indonesia, membagikan sejumlah wawasan penting bagi Gen Z dalam menapaki dunia kerja. Ia menekankan pentingnya menciptakan keunikan di tengah persaingan yang ketat dengan tetap mampu mengomunikasikan keaslian diri atau authenticity. Selain itu, ia juga menyoroti keterampilan masa depan yang berfokus pada manusia, khususnya human-centered skills dan kemampuan komunikasi yang efektif. Dalam konteks perusahaan teknologi, ia menjelaskan konsep membangun karier yang anti-fragile, yaitu resiliensi yang membuat individu tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga semakin kuat menghadapi tekanan dan perubahan. Lebih jauh, Feliciana mendorong generasi muda untuk menjadi seorang intrapreneur di perusahaan besar, serta mengadopsi strategi job hunting berbasis growth mindset agar lebih adaptif dan siap menghadapi tantangan karier di masa depan.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Feliciana Wienathan, Communications Manager Google Indonesia, membagikan wawasan tentang pentingnya authenticity, keterampilan komunikasi, serta membangun karier yang tangguh dan berorientasi pada growth mindset di era digital.

Terakhir, Haikal Basagili, Brand Consultant & CEO Beranda Brand, membahas pentingnya branding diri dan karier di era digital. Ia menekankan bahwa membangun entrepreneurial mindset sejak dini sangatlah penting, tidak hanya bagi mereka yang ingin menjadi pengusaha, tetapi juga bagi profesional muda yang ingin menonjol di dunia kerja. Menurutnya, personal branding bukanlah sesuatu yang hanya dibutuhkan oleh para influencer, melainkan juga menjadi kunci bagi Gen Z profesional agar dapat dikenal, dipercaya, dan dihargai di lingkungan kerja. Dengan personal branding yang kuat, setiap individu dapat menunjukkan nilai uniknya sekaligus membuka lebih banyak peluang dalam perjalanan karier mereka.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Haikal Basagili, Brand Consultant & CEO Beranda Brand, menekankan pentingnya entrepreneurial mindset dan personal branding bagi Gen Z profesional agar dapat menonjol serta membuka lebih banyak peluang di era digital.

Sebagai rangkaian terakhir, program Career Mentorship ini ditutup dengan sesi networking yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk terhubung langsung dengan para mentor maupun sesama profesional muda. Melalui sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan praktis dari pengalaman para mentor, tetapi juga dapat memperluas jejaring yang berharga untuk perjalanan karier mereka ke depan.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Para mentor dan peserta Career Mentorship “Expert’s Guide to the Job Market” berfoto bersama usai sesi berbagi wawasan dan networking di @america.

Elvera N. Makki, President, IABC Indonesia, menyatakan, “Mentorship merupakan aksi nyata dari misi komunitas IABC di Indonesia, yaitu untuk menumbuhkan generasi komunikator yang lebih kuat, percaya diri, dan semakin relevan dengan kebutuhan dunia bisnis saat ini. Kehadiran para pakar sebagai mentor, memberikan akses pengalaman, nilai, dan cara berpikir strategis yang jarang didapatkan dari pendidikan formal. Diharapkan mentorship program ini membantu pembentukan karakter komunikator yang berintegritas, berdampak, dan mampu menjawab tantangan global.”

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Antusiasme peserta dalam sesi diskusi interaktif dengan para mentors.

IABC Mentorship menjadi bagian dari “Road to IABC Indonesia Conference and Awarding Night 2025” yang akan diselenggarakan pada 24 Oktober mendatang di St. Regis Hotel, Jakarta. Ajang tahunan prestigious ini mengambil tema Strategic Communications at the Heart of Trust, Humanity, and Digital Impact”.

“Selaras dengan tema inti tersebut, pada kesempatan ini kami ingin agar praktisi komunikasi tidak hanya mengembangkan karir individu, tetapi juga memajukan peran komunikasi sebagai penggerak bisnis yang manusiawi, berdampak, dan berkelanjutan.” tutup Elvera.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Setelah sesi mentorship berakhir, diskusi informal tetap berlangsung.

Teknologi AI, Personal Branding, dan Kepemimpinan Perempuan: Wawasan Masa Depan PR dari Vera Makki & Prita Kemal Gani

September 9, 2025

Bertempat di Kampus LSPR Jakarta, host podcast, Ibu Elvera N. Makki, S.IP., MBA, ABC, SCMP, Founder dan CEO VMCS Advisory Indonesia, President IABC Indonesia, berbincang dengan narasumber Ibu Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder dan CEO LSPR Institute of Communication & Business, mengenai kepemimpinan perempuan, personal branding, serta masa depan komunikasi strategis di era teknologi digital.

Jakarta, 8 September 2025 – VMCS Advisory Indonesia dan International Association of Business Communicators (IABC Indonesia) menyelenggarakan podcast inspiratif di Kampus London School of Public Relations (LSPR) Jakarta dengan menghadirkan dua figur penting di dunia komunikasi: Ibu Elvera N. Makki, S.IP., MBA, ABC, SCMP, Founder dan CEO VMCS Advisory Indonesia, President IABC Indonesia, serta Ibu Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder dan CEO LSPR Institute of Communication & Business, yang hadir sebagai tamu undangan dan tokoh komunikasi internasional yang diakui secara global.

Podcast ini bukan sekadar forum diskusi biasa, melainkan bagian dari rangkaian roadshow menuju “IABC Indonesia Conference & Awards 2025”, sebuah ajang bergengsi yang mempertemukan para pemimpin komunikasi dari berbagai sektor untuk berbagi wawasan, menjalin kolaborasi, dan mengapresiasi pencapaian industri komunikasi di Indonesia maupun dunia.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif dan hangat, diskusi menyentuh beragam isu strategis yang tengah dihadapi dunia komunikasi. Mulai dari personal branding sebagai strategi kepemimpinan, kolaborasi antar-stakeholder dalam praktik PR modern, peran soft power dalam membangun pengaruh tanpa paksaan, hingga tantangan menjaga etika di era konten viral dan clickbait. Tak kalah penting, perbincangan juga menyoroti dampak teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam membentuk lanskap komunikasi masa depan.

Bagi kalangan mahasiswa dan praktisi komunikasi, topik-topik tersebut memberikan sudut pandang baru tentang bagaimana profesi public relations terus berkembang, dari sekadar fungsi penyampai pesan menjadi kekuatan strategis yang mampu menciptakan perubahan nyata dalam masyarakat.

Teknologi AI Personal Branding Kepemimpinan Perempuan
Ibu Elvera N. Makki, S.IP., MBA, ABC, SCMP, Founder dan CEO VMCS Advisory Indonesia, President IABC Indonesia, berbagi pandangan dalam podcast di Kampus LSPR Jakarta. Menurutnya, forum seperti ini bukan sekadar ruang diskusi, melainkan wadah untuk memperkuat jejaring komunikasi dan menciptakan ekosistem yang adaptif terhadap dinamika global.

Dalam paparannya, Ibu Elvera N. Makki, S.IP., MBA, ABC, SCMP, Founder dan CEO VMCS Advisory Indonesia, President IABC Indonesia, menekankan pentingnya wadah kolaborasi lintas batas yang difasilitasi oleh IABC Indonesia.

“Podcast ini bukan hanya ruang untuk berdiskusi, tetapi juga jembatan untuk mempertemukan ide, pengalaman, dan perspektif dari berbagai kalangan. Melalui forum seperti ini, kita sedang membangun ekosistem komunikasi yang lebih kuat dan relevan dengan tantangan global,” ujar Vera Makki.

Teknologi AI Personal Branding Kepemimpinan Perempuan
Ibu Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder dan CEO LSPR Institute of Communication & Business, saat menjadi tamu undangan podcast di Kampus LSPR Jakarta. Dalam diskusi ini, beliau menekankan bahwa personal branding bukan sekadar citra diri, melainkan strategi kepemimpinan yang mampu menumbuhkan kepercayaan publik.

Sementara itu, Ibu Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder dan CEO LSPR Institute of Communication & Business, membagikan refleksi mendalam tentang bagaimana seorang pemimpin dapat membangun personal branding yang otentik. Menurut beliau, branding bukan sekadar citra diri, melainkan strategi kepemimpinan yang mampu menumbuhkan kepercayaan publik dan membangun hubungan jangka panjang.

Beliau juga menekankan pentingnya keterampilan membangun hubungan interpersonal sebagai dasar dari kepemimpinan yang efektif, “Kesuksesan dalam bidang apa pun berawal dari kemampuan kita untuk menyukai orang lain. Saat kita mampu menciptakan chemistry yang tulus, orang pun akan lebih mudah menyukai kita kembali. Dari situlah lahir pribadi yang menyenangkan, dan pribadi yang menyenangkan akan selalu menjadi pilihan. Menjadi sosok yang dipilih adalah sebuah kehormatan,” tutur Ibu Prita.

Podcast ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara VMCS, IABC, dan LSPR berkontribusi dalam memajukan profesi komunikasi di Indonesia. Dengan menggabungkan perspektif akademisi dan praktisi, topik ini menegaskan bahwa komunikasi strategis adalah pilar utama dalam membangun reputasi, kepercayaan, dan pengaruh di tengah kompleksitas dunia modern.

Sebagai bagian dari roadshow IABC Indonesia Conference & Awards 2025, acara ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring antara profesional komunikasi, akademisi, dan generasi muda. Melalui dialog terbuka dan berbagi pengalaman, LSPR kembali membuktikan perannya sebagai pusat pendidikan komunikasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul, tetapi juga menjadi katalis bagi perkembangan industri komunikasi nasional dan internasional.

Jangan lewatkan inspirasi lainnya dari para pemimpin komunikasi. Ikuti VMCS Advisory Indonesia, IABC Indonesia, dan LSPR di kanal resmi mereka untuk update terbaru menuju IABC Indonesia Conference & Awards 2025.

Simak diskusi lengkap tersebut di kanal YouTube kami: