Keseriusan BCA Jaga Otentisitas untuk Bangun Kepercayaan dengan Transparansi dan Etika

Desember 24, 2024

Hera F. Haryn, EVP Corporate Communications and CSR BCA, menceritakan ciri khas dan otentisitas perusahaan yang telah menginternalisasi sebagai kultur dan nilai-nilai perusahaan

BCA, sebagai salah satu lembaga perbankan terkemuka di Indonesia, terus menetapkan standar tinggi dalam menjaga transparansi, etika, dan kepercayaan publik. Nilai-nilai ini dibahas secara mendalam dalam sesi diskusi panel dengan tema “Trust in Transparency & Ethics: Authenticity Matters”, pada konferensi IABC Indonesia, yang berlangsung pada Jumat, 13 Desember 2024, di Shangri-La Hotel Jakarta. Sesi ini menampilkan panel pembicara terhormat, termasuk Hera F. Haryn, Wakil Presiden Eksekutif Komunikasi Korporat & Tanggung Jawab Sosial BCA, Tri Mumpuni, Anggota Dewan Pengarah Tata Kelola dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Prita Kemal Gani, CEO & Pendiri LSPR Institute of Communication and Business. Sesi ini dimoderatori oleh Elvera N. Makki, Presiden IABC Indonesia, yang dengan cakap memandu diskusi untuk memberikan wawasan berharga bagi semua peserta.

Hera memulai presentasinya dengan menekankan peran penting transparansi dan etika dalam membangun kepercayaan publik, terutama di industri perbankan, di mana kredibilitas sangat penting. Beliau menyampaikan perspektif BCA dalam konteks “Trust in Transparency and Ethics Authenticity Matters.” Ujarnya, “To build a purposeful reputation is a marathon race. Lace up, run on and mark yours!” 

Sebagai industri dengan regulasi yang sangat ketat, BCA menghadapi berbagai tantangan, termasuk batasan dalam metode komunikasi. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas untuk menyampaikan pesan secara efektif. Budaya perusahaan yang kuat, dengan penekanan pada integritas, berperan penting dalam membangun kepercayaan di antara karyawan dan pemangku kepentingan. Perilaku etis memperkuat keandalan dan tanggung jawab, aspek yang sangat penting dalam menjalin hubungan yang kuat dan saling percaya. Selain itu, keaslian atau otentisitas menjadi kunci bagi BCA untuk menonjol dengan membangun kepercayaan dan meningkatkan keterlibatan pelanggan.

Para panelis dan moderator, serta peserta luring dan daring, dengan seksama menyimak pemaparan Hera F. Haryn, EVP Corporate Communications and CSR BCA mengenai pentingnya keaslian dan kejujuran yang dapat membangun kepercayaan

Menyoroti pentingnya keaslian, Hera menekankan bahwa keaslian merupakan salah satu pilar reputasi dan branding perusahaan yang sangat penting. Dalam dunia yang semakin terhubung saat ini, keaslian telah menjadi kebutuhan strategis. Beliau berbagi bagaimana BCA mengintegrasikan keaslian ke dalam budaya perusahaannya, menyelaraskan nilai-nilai bank dengan praktik yang dilakukan. Penyelarasan ini telah membantu BCA mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan baik di dalam organisasi maupun di antara pelanggan dan masyarakat luas.

Dalam sesi ini, Hera juga memberikan wawasan tentang program komunikasi strategis BCA. Secara internal, bank ini memprioritaskan transparansi dan kepemimpinan etis, mendorong kolaborasi dan akuntabilitas di antara karyawan. Secara eksternal, BCA menjalin komunikasi yang konsisten dan terbuka dengan pelanggan serta mitra, menguatkan komitmennya terhadap integritas dan kepercayaan.

Dari kiri ke kanan: Hera F. Haryn (EVP Corporate Communication and Social Responsibility, BCA), Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR (Founder dan CEO, LSPR Institute of Communication & Business), Tri Mumpuni (Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional), Elvera N. Makki (President IABC Indonesia), Donna Priadi (Director of Strategic Partnership IABC Indonesia) setelah sesi diskusi yang bermakna terkait pentingnya otentisitas/keaslian dalam membangun kepercayaan melalui transparansi dan etika.

Sesi ini semakin diperkuat dengan kontribusi dari panelis lainnya. Tri Mumpuni berbagi keahliannya sebagai Anggota Dewan Pengarah untuk Tata Kelola dari BRIN, membahas bagaimana keberlanjutan, tata kelola, dan praktik etis berinteraksi untuk membangun kepercayaan dan mendorong inovasi. Fokus beliau pada peran tata kelola etis dalam mendukung kemajuan sosial memberikan perspektif yang lebih luas tentang moral dan etika, “Peneliti itu boleh salah, tapi tidak boleh bohong.”

Sementara itu, Prita Kemal Gani memberikan wawasan sebagai CEO & Pendiri LSPR Institute of Communication and Business, dengan menekankan pentingnya komunikasi strategis dalam membangun kredibilitas institusional. Beliau menawarkan strategi yang dapat diterapkan bagi organisasi untuk mengkomunikasikan komitmen mereka terhadap transparansi dan etika, serta membangun kepercayaan di antara berbagai pemangku kepentingan.

Di bawah moderasi Elvera N. Makki, panelis-panelis tersebut terlibat dalam diskusi yang sangat menarik yang menyoroti hubungan erat antara transparansi, etika, dan keaslian. Sesi ini merupakan kombinasi wawasan yang kaya, memberikan peserta take away praktis yang dapat diterapkan di institusi masing-masing.

Hera mengakhiri presentasinya dengan membahas bagaimana BCA menghadapi tantangan dan peluang di era perubahan teknologi yang pesat. Beliau menyoroti komitmen bank ini untuk memanfaatkan inovasi guna meningkatkan transparansi, memenuhi harapan pelanggan, dan mempertahankan praktik etis.

Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki (President IABC Indonesia), Shanti Ruwyastuti (Director of Promotion and Publicity, IABC Indonesia), Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR (Founder dan CEO, LSPR Institute of Communication & Business), dan Hera F. Haryn (EVP Corporate Communication and Social Responsibility, BCA).

Rahasia di Balik Kesuksesan Komunikasi PT Pertamina (Persero)

Desember 24, 2024

Di ajang IABC Indonesia Awards 2024, PT Pertamina (Persero) menyabet Top 10 and Awards of Excellence untuk kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA) dengan sub-category Best Employee Engagement. Tidak hanya itu, Pertamina juga meraih tiga (3) penghargaan Awards of Merit untuk kategori Impactful Public Relations Awards (IMPRA) dengan sub-kategori Best Internal Communications, Best Social Media Campaign, dan Best Media Relations Program. 

Photo 1. PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu pemenang TOP 10 and Award of Excellence di ajang IABC Indonesia Awards 2024. Tampak dalam gambar, perwakilan Pertamina, Sarah, Manager Internal Communications (keempat dari kanan) bersama salah satu dewan juri, Angkie Yudistia (kelima dari kanan) dan Keynote Speaker Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 (keenam dari kanan) bersama perwakilan pemenang lainnya.

PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu pemenang TOP 10 and Award of Excellence di ajang IABC Indonesia Awards 2024. Tampak dalam gambar, perwakilan Pertamina, Sarah, Manager Internal Communications (keempat dari kanan) bersama salah satu dewan juri, Angkie Yudistia (kelima dari kanan) dan Keynote Speaker Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 (keenam dari kanan) bersama perwakilan pemenang lainnya.

 

Apa rahasia di balik kesuksesan komunikasi korporasi yang dijalankan Pertamina sehingga dinilai berdampak oleh para dewan juri IABC Indonesia Awards 2024?

Pertama, Pertamina memiliki strategi dan perencanaan komunikasi yang matang, termasuk dalam pelibatan pemangku kepentingannya, baik internal maupun eksternal. Keterlibatan multi-stakeholders ini dilakukan secara komperehensif, mulai dari level tertinggi hingga level operasional, sehingga engagement yang didapatkan menghasilkan dampak yang baik bagi sinergi antar pemangku kepentingan, serta kinerja yang mendorong kekuatan performa perusahaan. 

Kedua, dalam implementasinya, Pertamina menggunakan berbagai ide kreatif dengan tagline dan penamaan aktivitas yang menggugah, seperti Sinergi Komunikasi – Membangun Negeri dalam Persaudaraan, Mudik Asyik, dan seterusnya.

Photo 2. Tim PT Pertamina (Persero) di acara IABC Indonesia Awards 2024: Awarding Night yang berlangsung di Shangri-la Hotel, Jakarta pada 13 Desember 2024.

Tim PT Pertamina (Persero) di acara IABC Indonesia Awards 2024: Awarding Night yang berlangsung di Shangri-la Hotel, Jakarta pada 13 Desember 2024.

 

Terakhir, Pertamina terus bersikap proaktif dalam melakukan kegiatan komunikasi berkelanjutan, termasuk strategi jemput bola, daripada sekedar menanti. Jemput bola ini menunjukkan semangat komunikasi Pertamina yang ingin memahami, mendekatkan diri, mendengarkan, dan memberikan solusi dari para pemangku kepentingannya. 

Mindset ini memberikan dampak positif bagi kinerja komunikasi perusahaan, yang mengedepankan inovasi dan integritas, seperti yang disampaikan oleh Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication, PT Pertamina (Persero), “Keberlanjutan adalah komitmen jangka panjang yang membutuhkan integritas dan inovasi. Dengan menjadikannya sebagai landasan setiap langkah, kita tidak hanya menciptakan dampak positif tetapi juga membangun masa depan yang lebih bertanggungjawab dan bermakna.” 

Pelaksanaan Seminar/Kuliah Wajib dan Workshop IABC Indonesia di Universitas Mulawarman dan Kunjungan ke Nusantara

Oktober 23, 2024

IABC Indonesia telah sukses menyelenggarakan seminar/kuliah umum dan workshop di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur pada tanggal 9 hingga 11 September 2024. Kegiatan bertema “Nusantara Baru, Indonesia Maju” ini bertujuan untuk mendukung pembangunan dan pengembangan komunikasi serta teknologi di bidang pendidikan Indonesia, khususnya di era digital saat ini. Kegiatan ini juga mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman yang mencakup Tri Dharma Perguruan Tinggi, Implementing Agreement (IA), dan Perjanjian Kerja Sama antara Universitas Mulawarman dengan IABC Indonesia, VMCS Advisory, dan NoLimit Indonesia guna memperkuat kolaborasi di sektor pendidikan dan penelitian.

Keynote speaker pada seminar/kuliah umum ini adalah Prof. Ir. Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc., Ph.D., Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara,  yang turut menyampaikan pemaparan mengenai perkembangan terbaru pembangunan Ibu Kota Nusantara. Dalam paparannya, Prof. Ali menjelaskan bagaimana Nusantara sebagai ibu kota baru Indonesia dirancang untuk menjadi kota futuristik yang berfokus pada keberlanjutan, teknologi cerdas, dan harmoni lingkungan.

Foto Bersama Peserta Seminar Kuliah Umum

Setelahnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Elvera N. Makki, MBA, ABC, SCMP, Ketua IABC Indonesia/PERKOMII sekaligus CEO VMCS Advisory, Dr. Aqsath R. Naradhipa, CEO NoLimit Indonesia, dan Dr. Catur Suratnoaji, M.Si., Dekan Fisip UPN Jawa Timur. Pemaparan tersebut menguraikan pentingnya membangun campus branding dan reputasi di era digital, serta bagaimana Big Data dan kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan dalam lingkungan perguruan tinggi. Para pembicara menekankan bahwa kampus harus memanfaatkan teknologi digital secara efektif untuk membangun reputasi dan branding yang kuat, menjangkau lebih banyak audiens, serta meningkatkan mutu penelitian akademik.

Foto Pemaparan Materi oleh VMCS Advisory

Rangkaian acara dilanjutkan dengan workshop yang dibagi ke dalam tiga sesi. Pada sesi pertama, VMCS Advisory memaparkan materi terkait “Building University Branding and Reputation in the Digital Era” yang membahas strategi untuk memperkuat citra perguruan tinggi melalui platform digital. Sesi kedua diisi oleh NoLimit Indonesia, yang membahas “Penggunaan Big Data dan AI dalam Riset dan Jurnal Akademik”, menyoroti pentingnya pemanfaatan data dalam mendukung analisis dan pengembangan akademis. Pada sesi terakhir, UPN Veteran Jawa Timur menyampaikan topik “Implementasi Penggunaan Big Data dan AI dalam Lingkup Perguruan Tinggi,” memberikan wawasan tentang bagaimana kampus dapat mengadopsi teknologi canggih untuk mendukung efisiensi operasional dan peningkatan kualitas pendidikan.

Foto Bersama Peserta Tur IKN

Setelah rangkaian acara selesai, pada Kamis, 12 September 2024, IABC Indonesia bersama tim dari VMCS Advisory dan NoLimit Indonesia serta perwakilan dari Universitas Mulawarman mendapat kesempatan istimewa untuk mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah sebelumnya memperoleh izin dari pihak Otorita Ibu Kota Nusantara. Perjalanan dari Samarinda menuju Nusantara memakan waktu sekitar 3 jam. Selama tur di Nusantara, rombongan dipandu oleh Ibu Syavika Putri Zayyana, Analis Kebijakan Ahli Pertama, Direktorat Investasi dan Kemudahan Berusaha dan Bapak Igor Immanuel, Analis Keuangan Negara Ahli Madya, Direktorat Pendanaan dengan menggunakan bus listrik, yang mana hal ini sejalan dengan komitmen Nusantara terhadap penggunaan energi terbarukan. Para peserta tur dapat melihat langsung bagaimana konsep Smart Forest City yang berbasis keberlanjutan sedang diterapkan di ibu kota baru ini, dengan sistem transportasi ramah lingkungan dan integrasi teknologi canggih di seluruh aspek tata kota.

Penandatanganan Note Kesepahaman IABC Indonesia dengan LSP PRI untuk Sertifikasi Profesi Public Relations Bertaraf Internasional

Agustus 28, 2024

Sebagai langkah awal dalam mewujudkan Perjanjian Kerja Sama IABC – LSP PRI, dengan gembira kami laporkan bahwa Lembaga Sertifikasi Profesi PR Indonesia (“LSP PRI”) telah berhasil mengembangkan Skema Sertifikasi Profesi PR yang baru. Sebagai pionir dan LSP pertama di bidang Kehumasan, LSPPRI melaksanakan sertifikasi, pemutakhiran sistem dan prosedur penjaminan mutu sertifikasi, mengembangkan skema sertifikasi, serta melakukan penelitian dan komunikasi dengan pemangku kepentingan dalam mengembangkan skema yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

MoU IABC Indonesia LSPPRI
Foto bersama Muslim Basya selaku Chair Lembaga Sertifikasi profesi PR Indonesia dan Elvera Makki selaku President of IABC Indonesia - Founder & CEO VMCS Advisory Indonesia.

Tim verifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (“BNSP”) telah melakukan verifikasi dan validasi skema sertifikasi. Telah menjalani Full Assessment BNSP dan Saksi BNSP serta mendapat persetujuan BNSP melalui Keputusan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor Kep—2258/BNSP/X/2023 tentang Perubahan Ruang Lingkup LSP PRI.

MoU IABC Indonesia LSPPRI

Dari 17 skema sertifikasi, lima diantaranya merupakan skema sertifikasi PR digital yang dikembangkan berdasarkan perkembangan terkini dalam pekerjaan PR digital. Sebagai pelaksana sertifikasi atas nama BNSP, SKKNI selalu memandu pengembangan Skema Sertifikasi. Namun LSP RI telah diberikan kewenangan untuk mengembangkan Skema Sertifikasi, termasuk pengembangan Materi Uji Kompetensi. Karena SKKNI hanya kadang-kadang dapat mencakup seluruh kebutuhan pekerjaan terkini dan pemutakhiran Skema Sertifikasi memerlukan waktu, maka LSP PRI selalu pemutakhiran Materi Uji Kompetensi setiap tahunnya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan perubahan atau perkembangan dunia Humas yang serba cepat. Dari 17 skema sertifikasi, 5 diantaranya merupakan skema sertifikasi PR digital yang dikembangkan berdasarkan perkembangan terkini dalam pekerjaan PR digital. Sebagai pelaksana sertifikasi atas nama BNSP, SKKNI selalu memandu pengembangan Skema Sertifikasi. Namun LSP RI telah diberikan kewenangan untuk mengembangkan Skema Sertifikasi, termasuk pengembangan Materi Uji Kompetensi. Karena SKKNI hanya kadang-kadang dapat mencakup seluruh kebutuhan pekerjaan terkini dan pemutakhiran Skema Sertifikasi memerlukan waktu, maka LSP PRI selalu pemutakhiran Materi Uji Kompetensi setiap tahunnya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan perubahan atau perkembangan dunia Humas yang serba cepat.

IABC Webinar Sustainability & ESG Series: Menilik Perkembangan Komitmen Keberlanjutan di Indonesia untuk Target Net Zero Emission (NZE)

Agustus 10, 2024

IABC Webinar Sustainability & ESG Series:

Menilik Perkembangan Komitmen Keberlanjutan di Indonesia untuk Target Net Zero Emission (NZE)

Jakarta, 16 Juli 2024 – Komitmen keberlanjutan Net Zero Emission (NZE) yang pertama kali muncul saat Conference of the Parties (COP 21) pada tahun 2015, menelurkan Paris Agreement yang disepakati 197 negara, termasuk Indonesia, untuk menjaga kenaikan temperatur rata-rata global hingga 2 C dibandingkan pada masa pra-industri dan sedapat mungkin menjaga kenaikan temperatur tersebut tidak melebihi 1,5 C. Dalam menjaga perubahan iklim ekstrim tersebut, kesepakatan NZE dunia adalah mencapai target NZE pada tahun 2050, sementara Indonesia memiliki target untuk mencapai NZE pada 2060. 

International Association of Business Communicators (IABC) – Indonesia Chapter, sebagai bagian dari IABC yang berpusat di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, turut memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan upaya-upaya keberlanjutan di tanah air, termasuk dalam pilar Environment, Social, and Governance (ESG), utamanya bagaimana komunikasi, public relations, dan public affairs dapat berperan aktif menyuarakan aksi-aksi keberlanjutan. 

Elvera N. Makki, MBA, ABC, SCMP, Presiden International Association of Business Communicators (IABC) – Indonesia Chapter, menyatakan, “IABC Indonesia memiliki perhatian terhadap keberlanjutan, termasuk ESG di Indonesia, karena dampaknya yang sangat besar terhadap kehidupan manusia saat ini dan di masa depan. Peran komunikasi sangat penting untuk menyuarakan aksi-aksi keberlanjutan dan meningkatkan kesadaran masyarakat, juga korporasi lintas sektor untuk bersama-sama berperan aktif dalam mencapai target Net Zero Emission di Indonesia pada tahun 2060 mendatang. Untuk itu, kami menyelenggarakan forum ini sebagai diskusi rutin dengan para pemimpin dan profesional keberlanjutan, agar sebagai praktisi komunikasi, kami memahami dan dapat turut menyebarkan informasi-informasi penting terkait topik krusial ini.”

IABC (International Association of Business Communicators) – Indonesia Chapter mengadakan webinar “IABC Power Brain Communication Webinar 2024: Sustainability and ESG Series” dengan mengangkat tema “Net Zero Emission’s Targets and Updates”, menghadirkan narasumber terkemuka dari berbagai sektor industri yaitu Warsono, Executive Vice President Perencanaan Sistem Ketenagalistrikan, PT PLN (Persero), Nurdiana Darus, Head of Sustainability & Corporate Affairs, PT Unilever Indonesia, Tbk. dan Febron Siregar, Sales Director Indonesia, Wärtsilä Energy. Webinar ini juga dimoderatori oleh Elvera N. Makki, Communications & Social Impact Advisor VMCS Public Relations, dan juga President of IABC Indonesia.

Dalam diskusi yang diselenggarakan secara daring, Warsono, Executive Vice President Perencanaan Sistem Ketenagalistrikan, PT PLN (Persero), memaparkan strategi transisi energi dari sektor ketenagalistrikan yang berkelanjutan dan berkeadilan, “Setiap negara memiliki strategi berbeda dalam transisi energi, tergantung dari kondisi masing-masing negara. Di Indonesia, kami memiliki empat pilar teknologi untuk percepatan pengembangan energi terbarukan dengan skenario pengurangan bertahap penggunaan batubara.”

Pilar pertama terkait target penambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 75% dan energi berbasis gas 25% pada tahun 2040. PLN juga mengupayakan super grid, sebagai pilar kedua, dimana jaringan transmisi dijadikan sebagai enabler yang mengatasi ketidakcocokan antara potensi energi baru dan terbarukan dengan pusat permintaan. Pilar ketiga menitikberatkan pada penggunaan secara masif penetrasi tenaga surya dan angin pada sistem kelistrikan melalui pembangkit yang fleksibel dan smart grid. Terakhir, pilar green emerging technology, yang memaksimalkan penggunaan penyimpanan, CCS/CCUS, Co-firing Hydroge, Ammonia, dan energi baru seperti nuklir. 

Nurdiana Darus, Head of Sustainability & Corporate Affairs, PT Unilever Indonesia menyatakan, “Unilever berkomitmen mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2039, dengan aksi  nyata dan terukur dalam 9 (sembilan) area di sepanjang rantai bisnis perusahaan di tahapan hingga tahun 2030, termasuk yang berkaitan dengan pemasok, bahan baku, desain kemasan dan penyimpanan, hingga logistik.”

Nurdiana pun memaparkan secara detil target-target keberlanjutan di masing-masing scope 1, 2, dan 3, yang berfokus pada pengurangan emisi dan dekarbonisasi, “Ambisi Unilever menuju Net Zero Emission terangkum dalam Climate Transtition Action Plan (CTAP). Pada periode antara tahun 2025-2023, kami telah mengurangi 89.45% emisi karbon pada operasionalisasi, instalasi panel solar di beberapa pabrik pada Agustus 2023 yang berkapasitas 2,5MWp, dengan pengurangan emisi CO2 hingga 1,500 ton per tahun, setara dengan menanam 20,000 pohon. Instalasi ini merupakan terbesar di kawasan Jababeka.”    

Febron Siregar, Sales Director Wärtsilä Energy menyampaikan, “Wärtsilä memiliki target dekarbonisasi pada tahun 2030. Sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah energi terbarukan, maka dibutuhkan solusi penyeimbang yang fleksibel untuk memastikan stabilitas dan keandalan dari energi terbarukan tersebut, yang kapasitasnya diharapkan meningkat 8x pada tahun 2050.”

Tambahnya, “Untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2050, maka energi terbarukan harus menyediakan 89% pasokan ketenagalistrikan dunia. Memilih teknologi yang fleksibel dan tepat untuk sistem tenaga sangat penting untuk menjaga pasokan listrik yang stabil dan dapat diandalkan.Wärtsilä sendiri baru-baru ini meluncurkan pembangkit listrik tenaga hidrogen berskala besar pertama di dunia, yang menjawab kebutuhan dekabornisasi di sektor energi.”

Ketiga narasumber sepakat bahwa untuk mencapat target Net Zero Emission, dibutuhkan kerjasama, kolaborasi, dan keselarasan lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan, “Komunikasi memegang peranan kunci agar tujuan keberlanjutan dapat tercapai sesuai waktu yang dicanangkan, sehingga IABC Indonesia turut mendukung melalui diskusi dan dialog yang diadakan secara rutin dalam forum-forum kami, “ tutup Elvera Makki.

IABC Webinar Sustainability & ESG Series

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:
Email: info@iabcindonesia.com
Website: iabcindonesia.com
Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin: @iabcindonesia