Triputra Agro Persada Sabet Best Sustainability Communications di IABC Indonesia Awards 2026: Komunikasi yang Mengubah Pengetahuan Menjadi Perubahan

September 25, 2026

Pemberian penghargaan IABC Indonesia Awards dari perwakilan dewan juri, Angkie Yudistia, kepada M. Regina Anggraeni, Corporate Communication Sub Div Head, PT Triputra Agro Persada Tbk.

IABCINDONESIA.COM – PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP) menorehkan prestasi di ajang IABC Indonesia Awards 2026 dengan meraih salah satu skor tertinggi berdasarkan hasil presentasi capaian dan sesi diskusi bersama dewan juri. TAP berhasil masuk dalam jajaran Awards of Excellence pada kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA) untuk subkategori Best Sustainability Communications.

Penghargaan ini diraih berkat keberhasilan ekosistem komunikasi PERKASA (Petani Berkualitas dan Sejahtera), sebuah program yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan petani melalui pendekatan komunikasi yang terintegrasi. Berangkat dari komitmen TAP untuk menciptakan shared value dan membantu petani mandiri naik kelas sehingga dapat meningkatkan produktivitas agar sehahtera, program ini menjawab tantangan rendahnya akses terhadap pengetahuan agronomi serta terbatasnya pendampingan bagi petani.

Triputra Agro Persada IABC Indonesia Awards 2026
PT Triputra Agro Persada Tbk saat sesi penjurian IABC Indonesia Awards 2026

Untuk mengatasi tantangan tersebut, TAP mengembangkan ekosistem komunikasi PERKASA yang berfokus pada perubahan perilaku (behavior change). Strategi ini dijalankan melalui tiga pilar utama, yaitu Educate, Engage, dan Empower.

Melalui pilar Educate, TAP menyederhanakan prosedur operasional standar (Standard Operating Procedures/SOP) teknis yang kompleks menjadi materi yang mudah dipahami melalui pelatihan di kelas, modul visual dan video interaktif di YouTube, serta membagikan buku “TAP Untuk Negeri Berbagi Pengalaman Untuk Bangsa” yang berisi SOP best practice agronomi dari perjalanan TAP lebih dari 20 tahun yang ditulis ulang dengan bahasa yang mudah dipahami dan diaplikasikan oleh petani.

Pilar Engage memperkuat pemahaman petani melalui komunikasi dua arah, termasuk Hotline Center dan pendampingan intensif oleh agronom profesional di lapangan. Sementara itu, pilar Empower secara konsisten mengangkat kisah sukses petani melalui media nasional dan regional untuk menginspirasi komunitas serta mendorong penerapan praktik agronomi yang lebih baik.

Melalui ekosistem komunikasi yang berkelanjutan, pengetahuan agronomi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga diterapkan langsung oleh petani di kebun mereka. Upaya ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan penghasilan petani, sehingga  turut mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda industri kelapa sawit nasional dan pengembangan biodiesel B50.

Pencapaian ini menegaskan komitmen Triputra Agro Persada dalam menghadirkan praktik keberlanjutan yang berdampak nyata. Melalui komunikasi strategis yang empatik dan terintegrasi, TAP terus berupaya mengubah pengetahuan menjadi aksi serta membuka peluang perubahan positif bagi petani dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Raih 4 Penghargaan IABC Awards 2025: Ini Strategi Komunikasi PT Waskita Beton Precast

Juli 10, 2026

IABCINDONESIA.COM, JAKARTA – PT Waskita Beton Precast Tbk membuktikan bahwa perusahaan mereka memiliki komunikasi korporasi yang tidak hanya berfungsi dalam membangun citra, tetapi juga menciptakan dampak nyata untuk perusahaan dan pemangku kepentingan mereka. Melalui 4 program mereka, PT Waskita Beton Precast Tbk membawa pulang 4 penghargaan pada ajang IABC Indonesia Awards 2025 dengan program Belajar Beton, WSBP Central, Girls on Site, dan Piles of Sustainability.

Meski program-program tersebut memiliki fokus dan objektif yang berbeda, semuanya memiliki satu hal yang sama yaitu komunikasi yang strategis, relevan, konsisten, dan terukur. Hal ini yang membuat PT Waskita Beton Precast tidak hanya unggul dalam 1 kategori, melainkan menunjukan kekuatan dan strategi komunikasi perusahaan mereka secara menyeluruh.

Satu pertanyaan yang tumbuh dari pencapaian mereka dalam mendapatkan 4 penghargaan dalam IABC Awards 2025 adalah “Apa kekuatan komunikasi perusahaan mereka?”

Komunikasi dari Kebutuhan Nyata

Setiap kampanye yang dilahirkan oleh PT Waskita Beton Precast di IABC Awards 2025 tidak datang semata-mata untuk menarik perhatian pemangku kepentingan mereka, melainkan dengan tujuan untuk menjawab kebutuhan yang ada. PT Waskita Beton Precast melihat permasalahan bukan sebagai bencana, tetapi sebagai suatu tantangan untuk memperbaiki kualitas perusahaan mereka dengan menyediakan jawaban dari kebutuhan pemangku kepentingan mereka. Langkah yang diambil PT Waskita Beton Precast ini membuat mereka dilihat sebagai perusahaan yang memiliki akuntabilitas dan mementingkan kesejahteraan seluruh aspek dalam bisnis mereka.

Memanfaatkan Banyak Channel Komunikasi

Kesamaan yang paling menonjol dari seluruh program yang diadakan oleh PT Waskita Beton Precast adalah mereka memanfaatkan multi-channel untuk banyak pemangku kepentingan mereka. Narasi yang dibuat tidak hanya bergantung pada 1 channel saja, melainkan banyak channel untuk memastikan dan mendukung narasi mereka dalam mengatasi berbagai macam permasalahan/kebutuhan yang ada. PT Waskita Beton Precast memanfaatkan website, media sosial, program internal, kegiatan lapangan, dan lain-lain yang mana mendukung keselarasan pesan mereka dari berbagai channel. Hal ini membuktikan bahwa kekuatan mereka tidak hanya dalam mementingkan pesan yang menjawab, tetapi juga untuk mendistribusikan dengan cara yang tepat dan konsisten.

Strategi Komunikasi PT Waskita Beton Precast

Program dengan Basis Data

Dalam dunia korporasi, ide kuat memang suatu hal yang penting, tetapi ide yang dapat direalisasikan dan terbukti menjadi hal yang lebih bernilai. WSBP Central menunjukkan keterlibatan dan kepuasan internal mereka, Belajar Beton memperluas jangkauan edukasi tentang industri dan menguatkan positioning mereka, Girls on Site menghasilkan awareness, engagement, dan posisi perempuan dalam industri, Piles of Sustainability menghasilkan jangkauan media, nilai publikasi, dan partisipasi pemangku kepentingan untuk masa depan yang lebih baik lagi. 4 program milik PT Waskita Beton Precast ini tidak hanya memiliki ide yang bagus, melainkan terbukti menjawab dan meningkatkan aktivitas solutif mereka dalam menghadapi kebutuhan yang ada.

Strategi PT Waskita Beton Precast dalam membingkai pesan juga merancang program dengan adaptif dan strategis dapat menjawab pertanyaan bagi macam-macam pemangku kepentingan mereka, namun strategi memanfaatkan berbagai macam channel untuk memastikan pesan yang mereka sampaikan diterima dengan tepat oleh para pemangku kepentingan menjadi aspek kuat dalam program-program mereka. Seperti yang disampaikan oleh Indrakurnia, Corporate Communication and Social Responsibility Manager, PT Waskita Beton Precast Tbk, “Kita punya pembedaan kanal setiap strategi komunikasi, sehingga seluruh stakeholders bisa tergapai dalam kanal-kanalnya masing-masing.”

Ingat, AI Tidak Bisa Membaca Situasi Seperti Anda

April 20, 2026

IABCINDONESIA.COM, JAKARTA – Semua orang membicarakan apa yang bisa dilakukan oleh AI, namun sedikit yang membahas apa yang terjadi ketika AI mulai “berpikir” untuk Anda. Bayangkan Anda adalah seorang Communication Lead di perusahaan Indonesia yang sedang mempersiapkan peluncuran produk ke pasar tier-2 seperti Surabaya atau Medan dalam waktu kurang dari satu bulan. Anda membuka AI dan memasukkan detail produk, segmentasi audiens, serta channel distribusi. Dalam hitungan detik, AI menghasilkan framework strategi komunikasi yang terstruktur dan komprehensif.

Saat Anda hampir mengambil framework yang terlihat “sempurna” yang di-generate oleh AI itu, Anda sadar bahwa ada faktor-faktor yang tidak dilewati atau dipahami oleh AI. AI tidak mengetahui bahwa distributor utama di Surabaya sedang dalam transisi kepemilikan yang membutuhkan pendekatan relasi yang lebih strategis, atau bahwa kompetitor di Medan sedang menjalankan kampanye harga agresif yang dapat mempengaruhi persepsi pasar. “Pesan” yang Anda butuhkan bukan pesan yang paling bagus dan dikemas dengan rapi. Namun, pesan yang Anda butuhkan adalah pesan yang paling tepat dari konteks yang hanya Anda dan tim perusahaan ketahui informasinya.

Itulah yang tidak dapat AI lakukan. AI dapat membaca data pasar, struktur demografis, dan data umum yang dapat diakses di internet, tetapi, AI tidak dapat membaca dan memahami dinamika manusia yang terjadi, karena hal itu berada di luar jangkauannya. Dalam komunikasi bisnis, keputusan strategis tidak hanya berbasis data, namun juga ada pada kemampuan membaca situasi, relasi, dan dinamika organisasi, sesuatu yang tetap menjadi domain manusia.

Pertanyaan yang Tepat, Bukan Jawaban yang Benar

AI akan memberikan jawaban yang menurutnya benar. Tugas Anda adalah memberikan pertanyaan yang tepat. Menurut Stanford AI Index Report 2025, 78% organisasi global sudah menggunakan AI di setidaknya satu fungsi bisnis yang mana hal tersebut naik drastis dari 55% organisasi di tahun sebelumnya. Penggunaan generative AI bahkan lebih dari dua kali lipat dalam satu tahun, dari 33% menjadi 71%. Di era AI menjadi partner bisnis kita saat ini, sudah banyak sekali perusahaan yang menggunakan AI untuk menjadi garis dasar strategi dan keputusan bisnis mereka. McKinsey State of AI 2025 mencatat bahwa 88% organisasi kini menggunakan AI di setidaknya satu departemen. Namun hanya 7% yang menyatakan AI sudah di-scale sepenuhnya di seluruh organisasi mereka. Yang membedakan mereka yang berhasil dan yang tidak, bukan dari tools yang lebih canggih, melainkan kemampuan mengajukan pertanyaan yang lebih tajam. Anda tidak bertanya “Buatkan messaging framework untuk kampanye ini”, melainkan Anda ingin bertanya “Apa yang salah dengan messaging framework apabila saya ingin masuk ke pasar A?” Itu merupakan keunggulan dari komunikator strategis dalam bisnis. AI merupakan mesin jawaban. Anda merupakan mesin pertanyaan. Gunakan AI untuk mempertanyakan kemampuan dan keefektifan analisa Anda, bukan menggantikan kerangka berpikir Anda.

Batas yang Menjadi Strategi

Dalam menggunakan AI, sering kali diberikan 5 versi pesan, padahal Anda hanya membutuhkan 1 yang paling cocok. AI cenderung memiliki sifat over-producing. Anda akan disarankan 10 channel ketika konteks anggaran dan implementasi Anda hanya dapat melakukan 3. Komunikator bisnis yang strategis akan mengetahui bahwa distribusi dan strategi yang sedikit akan jauh lebih powerful selama dalam konteks dan momentum yang pas ketimbang strategi yang banyak dan boros tetapi tidak memiliki konteks dan momentum yang sesuai.

Opini publik dalam Stanford AI Index 2025 mencatat bahwa secara global, 55% publik kini memandang AI lebih bermanfaat daripada merugikan, yang mana naik dari 52% pada tahun 2022. Namun, dari sisi bisnis, McKinsey mencatat hanya sepertiga organisasi yang benar-benar men-scale AI secara konsisten. Saat ini optimisme publik jauh melampaui kesiapan organisasi. Hal ini yang membuat peran komunikator strategis berada di situasi paling krusial karena mereka menjembatani jarak antara ekspektasi publik dan realita implementasi di dalam organisasi.

Apakah Anda mengetahui, bahwa dengan proposal kemitraan yang sama, cara komunikasi dengan founder lokal versus investor asing akan menghasilkan respons yang sangat berbeda. Anda tahu bahwa cara membangun kepercayaan dengan mitra bisnis di Jawa berbeda dengan di Medan. AI tidak punya pengetahuan dinamika akan peta itu tetapi Anda punya.

Ruang Keputusan Ada di Manusia

Di momen bisnis yang paling kritis, seperti negosiasi kemitraan, peluncuran pasar baru, restrukturisasi internal, hal yang dibutuhkan bukanlah output terbaik. Melainkan, kepercayaan yang dibangun dari track record, kemampuan membaca dinamika manusia, dan keberanian mengambil posisi yang tidak selalu populer secara algoritmik. AI tidak bisa menanggung konsekuensi. Nah, manusia bisa.

Menurut Center for Strategic Communication Excellence (CSCE), AI seharusnya memperkuat, bukan menggantikan penilaian manusia dalam praktik komunikasi profesional. Di tengah kemampuan AI menghasilkan banyak opsi, komunikator justru dituntut untuk memiliki kedisiplinan dalam menyeleksi. Dari menentukan apa yang perlu disampaikan, kepada siapa, dan kapan. Pada akhirnya, keunggulan seorang komunikator tidak terletak pada seberapa banyak output yang dihasilkan, tetapi pada kemampuannya membaca konteks, mengelola persepsi, dan mengambil keputusan yang tidak selalu dapat dihasilkan oleh mesin.

AI adalah partner bisnis terbaik yang pernah ada. Ia mahir dalam kecepatan eksekusi, daya yang tidak terbatas, dan tidak pernah ada masalah. Tapi pada akhirnya, yang duduk di meja negosiasi bisnis adalah Anda. Yang membangun kepercayaan dengan mitra adalah Anda. Yang memutuskan apa yang tepat dan bukan hanya apa yang efisien adalah Anda.

Secara global, termasuk di Indonesia, bisnis-bisnis dibangun di atas relasi, kepercayaan, dan pemahaman konteks, di mana nilai tertinggi seorang komunikator bukan pada seberapa cepat ia menghasilkan konten. Nilai tertingginya ada pada seberapa tajam ia membaca ruangan yang tidak bisa dibaca mesin manapun.

Source:

Danone Indonesia melalui Brand AQUA Tekankan Komunikasi Keberlanjutan Terintegrasi dan Dampak Digital di IABC Indonesia Conference 2025

Februari 5, 2026

Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia, menyampaikan peran komunikasi terintegrasi dan empati dalam memperkuat keberlanjutan bisnis di era digital.

IABCINDONESIA.COM, JAKARTA – Danone Indonesia melalui brand AQUA menekankan pentingnya komunikasi keberlanjutan yang terintegrasi untuk menciptakan dampak jangka panjang. AQUA merupakan pelopor industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia, hadir dalam IABC Indonesia Conference 2025 yang tahun ini mengangkat tema “Strategic Communications at the Heart of Trust, Humanity and Digital Impact.” Konferensi ini menjadi ruang bertemunya para pemimpin dan profesional komunikasi untuk membahas bagaimana strategi komunikasi modern mampu menjawab tantangan keberlanjutan, kepercayaan publik, dan transformasi digital.

Dalam sesi panel pertama bertema “Technology & Sustainability: Communicating Purpose for Digital Impact,” Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia, tampil sebagai salah satu panelis yang membawa perspektif perusahaan melalui topik khusus “Redefining Communications Impact on Business Sustainability.” Arif menegaskan bahwa peran komunikasi saat ini telah berkembang jauh melampaui fungsi penyampai pesan. Di era digital yang menuntut transparansi, komunikasi menjadi alat strategis yang mampu membentuk perilaku publik, membangun kepercayaan, serta memperkuat legitimasi inisiatif keberlanjutan perusahaan.

Arif menjelaskan bahwa integrasi pesan, kanal, dan aksi nyata merupakan fondasi untuk membangun narasi keberlanjutan yang kredibel. Menurutnya, publik kini tidak hanya menilai apa yang dikatakan perusahaan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut ditindaklanjuti melalui aksi yang konsisten. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi yang terpadu menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap pesan keberlanjutan tersampaikan secara utuh, relevan, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Dalam strategi komunikasinya, Danone Indonesia melalui brand AQUA menggabungkan pendekatan factual world dan virtual world. Pada ranah factual, perusahaan membuka akses bagi media, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk melihat langsung perlindungan sumber air pegunungan, proses produksi air minum yang higienis, serta penerapan standar regulasi yang ketat. Melalui pengalaman langsung ini, perusahaan membangun pemahaman publik mengenai bagaimana keberlanjutan dijalankan dalam operasi bisnis sehari-hari.

Dalam diskusi panel, Danone Indonesia melalui brand AQUA menyoroti bagaimana komunikasi yang empatik dan strategis dapat memperkuat agenda keberlanjutan perusahaan.

Di sisi lain, melalui ranah virtual, Danone Indonesia melalui brand AQUA memanfaatkan kanal digital seperti @AQUAlestari untuk menyampaikan edukasi mengenai konservasi air, ekonomi sirkular, dan gaya hidup berkelanjutan. Konten yang dikembangkan tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga dibuat untuk mendorong perubahan perilaku positif yang berkaitan dengan penggunaan air dan respons masyarakat terhadap isu lingkungan.

Dalam diskusi panel, Arif menyoroti bahwa komunikasi berbasis empati berperan penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang. Empati memungkinkan perusahaan memahami kebutuhan audiens dan meresponsnya dengan pesan yang relevan, jujur, serta mudah diakses. Ia juga menekankan bahwa membangun kepercayaan membutuhkan komitmen jangka panjang dan konsistensi aksi di lapangan, terutama dalam isu keberlanjutan yang sifatnya kompleks dan multidimensional.

Dari kiri ke kanan: Abdullah Fahmi (VP Corporate Communications & Social Responsibility, Telkomsel), Arif Mujahidin (Corporate Communication Director, Danone Indonesia), Shanti Ruwyastuti (Board of Director IABC Indonesia), Dwi Fatan Lilyana (Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, PT Pelabuhan Indonesia (Persero)), Elvera N. Makki (President IABC Indonesia; Founder & CEO, VMCS Communications & Social Impact), Sari Soegondo (Ketua Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI)), Tyo Guritno (Founder & CEO, Inspigo)

“Keberlanjutan tidak lahir dari pesan-pesan besar, tetapi dari kepercayaan yang dibangun perlahan. Komunikasi yang terintegrasi dan berempati membantu kita menyatukan narasi, menggerakkan tindakan, dan memastikan setiap langkah membawa manfaat bagi masyarakat dan bumi,” ujar Arif.

Dengan rekam jejak seperti penanaman 2,6 juta pohon, pembangunan 93.000 biopori, dukungan kepada 500.000 penerima manfaat program WASH, serta kolaborasi dengan 15.000 UMKM dan 2 juta sellers, Danone Indonesia melalui brand AQUA menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat berjalan berdampingan dengan pertumbuhan bisnis. Melalui partisipasi di IABC Indonesia Conference 2025, perusahaan ini berharap semakin banyak praktisi komunikasi yang memahami peran teknologi, empati, dan narasi terintegrasi dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.

Agrinesia Raya Masuk Top 10 IABC Indonesia Awards 2025, Perkuat Reputasi sebagai Manufaktur Pangan Inovatif

Februari 3, 2026

IABCINDONESIA.COM – PT Agrinesia Raya kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain paling adaptif di industri manufaktur pangan nasional. Perusahaan yang menaungi berbagai merek oleh-oleh ikonik Indonesia dan merupakan bagian dari Asthanesia Group ini berhasil menembus jajaran Top 10 dalam kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA) dan Impactful Public Relations Awards (IMPRA), sebuah pengakuan bergengsi atas praktik komunikasi yang dinilai inovatif, berdampak, dan relevan di tengah lanskap digital yang semakin kompetitif.

Pada kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA), Agrinesia Raya meraih penghargaan pada sub-kategori Best Integrated Marketing Communications, Best Digital and Social Media Campaign, Best Employee Engagement Program, dan Best Sustainability Communication. Lalu, pada kategori Impactful Public Relations Awards (IMPRA), Agrinesia Raya juga meraih penghargaan Best Internal Communication Program. Pencapaian ini mencerminkan komitmen Agrinesia dalam memperkuat reputasi melalui strategi komunikasi yang terintegrasi dan inovatif,  dengan penekanan pada penguatan komunikasi internal yang efektif, peningkatan keterlibatan karyawan, serta penyampaian pesan yang konsisten dan berdampak bagi pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Pada sub-kategori Best Integrated Marketing Communications, Agrinesia telah melakukan program campaign teringerasi untuk mengenalkan “Bolu Stim Menara Sebagai Oleh-oleh Khas Medan”. 

Program ini terdiri dari rangkaian strategi marketing offline dan online yang terintegrasi berupa aktivasi campaign di acara PON XXI dan PRJ 360, kolaborasi dengan pemerintah Medan di HUT Kota Medan 434, KOL performance, hingga kompetisi online untuk meningkatkan keterlibatan konsumen. Hasilnya, campaign ini berhasil meningkatkan pertumbuhan engagement offline sebesar 24% dan online sebesar 103%. 

PT Agrinesia Raya saat mempresentasikan program campaign “Bolu Stim Menara Sebagai Oleh-oleh Khas Medan” untuk sub-kategori Best Integrated Marketing Communications.

Pada sub-kategori Best Digital and Social Media Campaign diraih melalui kampanye Bakpia Kukus Tugu Jogja, yang memanfaatkan kolaborasi dengan musisi Adhitia Sofyan melalui melalui re-aransemen lagu Sesuatu di Jogja. Melalui kolaborasi ini, Agrinesia berhasil mendapatkan jangkauan audiens sebesar 200%, views sebanyak 143%, dan peningkatan followers sebesar 413%. Campaign ini berhasil membangun brand recognition di benak konsumen melalui lagu iconic, Sesuatu di Jogja.

Pada sub-kategori Best Employee Engagement Program,  diraih melalui program “Caring & Sharing”, sebuah rangkaian inisiatif yang berfokus pada penguatan rasa kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan antar karyawan lewat beberapa strategi seperti mengadakan konseling mental health untuk karyawan, turnamen olahraga antar karyawan, dan program kebersamaan seperti family gathering. Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 94% pegawai puas terhadap lingkungan kerja yang ada di Agrinesia.

Kemudian pada sub-kategori Best Sustainability Communication lewat kampanye pemberdayaan petani talas di Bogor. Program hasil kolaborasi Lapis Bogor Sangkuriang dengan IPB University ini menitikberatkan pada keberlanjutan dan pemberdayaan petani lokal, sekaligus memperkuat peran Agrinesia dalam rantai nilai pangan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Lalu, pada sub-kategori Best Internal Communication Program, Agrinesia membawakan program “INSIDE”, sebuah pilar komunikasi internal yang dirancang untuk menyatukan informasi perusahaan dalam format yang menarik dan mudah diakses. Program ini dinilai efektif dalam meningkatkan engagement karyawan sekaligus memastikan keselarasan antara visi perusahaan dan peran individu di dalam organisasi. Pendekatan ini menegaskan bahwa komunikasi internal diposisikan sebagai fondasi penting dalam pertumbuhan perusahaan.

“Meski kampanye dijalankan lintas kanal dan berskala luas, Agrinesia mampu menyampaikan pesan secara jelas dan relevan melalui pendekatan visual dan storytelling yang kuat. Strategi komunikasinya dieksekusi secara profesional dan selaras dengan tujuan bisnis,” ujar Jeane Niode, Ketua Dewan Juri IABC Indonesia Awards 2025.

President IABC Indonesia, Elvera Makki, menilai Agrinesia berhasil mengintegrasikan komunikasi strategis dengan nilai keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya manusia. “Komunikasi yang efektif tidak hanya soal kreativitas, tetapi juga integritas, transparansi, dan relevansi. Agrinesia menunjukkan konsistensi tersebut melalui pendekatan yang berbasis data dan berdampak,” ujarnya.

PT Agrinesia Raya bersama perwakilan dewan juri dan seluruh institusi penerima penghargaan kategori Top 10 dan Awards of Excellence IABC Indonesia Awards 2025.

Rangkaian penghargaan yang diraih Agrinesia Raya di IABC Indonesia Awards 2025 menegaskan bahwa perusahaan memandang komunikasi sebagai bagian integral dari strategi bisnis. Pendekatan komunikasi yang inovatif, terintegrasi, dan human-centered menjadi fondasi penting dalam memperkuat reputasi perusahaan serta menjaga daya saing di industri manufaktur pangan nasional.