Ingat, AI Tidak Bisa Membaca Situasi Seperti Anda

April 20, 2026

IABCINDONESIA.COM, JAKARTA – Semua orang membicarakan apa yang bisa dilakukan oleh AI, namun sedikit yang membahas apa yang terjadi ketika AI mulai “berpikir” untuk Anda. Bayangkan Anda adalah seorang Communication Lead di perusahaan Indonesia yang sedang mempersiapkan peluncuran produk ke pasar tier-2 seperti Surabaya atau Medan dalam waktu kurang dari satu bulan. Anda membuka AI dan memasukkan detail produk, segmentasi audiens, serta channel distribusi. Dalam hitungan detik, AI menghasilkan framework strategi komunikasi yang terstruktur dan komprehensif.

Saat Anda hampir mengambil framework yang terlihat “sempurna” yang di-generate oleh AI itu, Anda sadar bahwa ada faktor-faktor yang tidak dilewati atau dipahami oleh AI. AI tidak mengetahui bahwa distributor utama di Surabaya sedang dalam transisi kepemilikan yang membutuhkan pendekatan relasi yang lebih strategis, atau bahwa kompetitor di Medan sedang menjalankan kampanye harga agresif yang dapat mempengaruhi persepsi pasar. “Pesan” yang Anda butuhkan bukan pesan yang paling bagus dan dikemas dengan rapi. Namun, pesan yang Anda butuhkan adalah pesan yang paling tepat dari konteks yang hanya Anda dan tim perusahaan ketahui informasinya.

Itulah yang tidak dapat AI lakukan. AI dapat membaca data pasar, struktur demografis, dan data umum yang dapat diakses di internet, tetapi, AI tidak dapat membaca dan memahami dinamika manusia yang terjadi, karena hal itu berada di luar jangkauannya. Dalam komunikasi bisnis, keputusan strategis tidak hanya berbasis data, namun juga ada pada kemampuan membaca situasi, relasi, dan dinamika organisasi, sesuatu yang tetap menjadi domain manusia.

Pertanyaan yang Tepat, Bukan Jawaban yang Benar

AI akan memberikan jawaban yang menurutnya benar. Tugas Anda adalah memberikan pertanyaan yang tepat. Menurut Stanford AI Index Report 2025, 78% organisasi global sudah menggunakan AI di setidaknya satu fungsi bisnis yang mana hal tersebut naik drastis dari 55% organisasi di tahun sebelumnya. Penggunaan generative AI bahkan lebih dari dua kali lipat dalam satu tahun, dari 33% menjadi 71%. Di era AI menjadi partner bisnis kita saat ini, sudah banyak sekali perusahaan yang menggunakan AI untuk menjadi garis dasar strategi dan keputusan bisnis mereka. McKinsey State of AI 2025 mencatat bahwa 88% organisasi kini menggunakan AI di setidaknya satu departemen. Namun hanya 7% yang menyatakan AI sudah di-scale sepenuhnya di seluruh organisasi mereka. Yang membedakan mereka yang berhasil dan yang tidak, bukan dari tools yang lebih canggih, melainkan kemampuan mengajukan pertanyaan yang lebih tajam. Anda tidak bertanya “Buatkan messaging framework untuk kampanye ini”, melainkan Anda ingin bertanya “Apa yang salah dengan messaging framework apabila saya ingin masuk ke pasar A?” Itu merupakan keunggulan dari komunikator strategis dalam bisnis. AI merupakan mesin jawaban. Anda merupakan mesin pertanyaan. Gunakan AI untuk mempertanyakan kemampuan dan keefektifan analisa Anda, bukan menggantikan kerangka berpikir Anda.

Batas yang Menjadi Strategi

Dalam menggunakan AI, sering kali diberikan 5 versi pesan, padahal Anda hanya membutuhkan 1 yang paling cocok. AI cenderung memiliki sifat over-producing. Anda akan disarankan 10 channel ketika konteks anggaran dan implementasi Anda hanya dapat melakukan 3. Komunikator bisnis yang strategis akan mengetahui bahwa distribusi dan strategi yang sedikit akan jauh lebih powerful selama dalam konteks dan momentum yang pas ketimbang strategi yang banyak dan boros tetapi tidak memiliki konteks dan momentum yang sesuai.

Opini publik dalam Stanford AI Index 2025 mencatat bahwa secara global, 55% publik kini memandang AI lebih bermanfaat daripada merugikan, yang mana naik dari 52% pada tahun 2022. Namun, dari sisi bisnis, McKinsey mencatat hanya sepertiga organisasi yang benar-benar men-scale AI secara konsisten. Saat ini optimisme publik jauh melampaui kesiapan organisasi. Hal ini yang membuat peran komunikator strategis berada di situasi paling krusial karena mereka menjembatani jarak antara ekspektasi publik dan realita implementasi di dalam organisasi.

Apakah Anda mengetahui, bahwa dengan proposal kemitraan yang sama, cara komunikasi dengan founder lokal versus investor asing akan menghasilkan respons yang sangat berbeda. Anda tahu bahwa cara membangun kepercayaan dengan mitra bisnis di Jawa berbeda dengan di Medan. AI tidak punya pengetahuan dinamika akan peta itu tetapi Anda punya.

Ruang Keputusan Ada di Manusia

Di momen bisnis yang paling kritis, seperti negosiasi kemitraan, peluncuran pasar baru, restrukturisasi internal, hal yang dibutuhkan bukanlah output terbaik. Melainkan, kepercayaan yang dibangun dari track record, kemampuan membaca dinamika manusia, dan keberanian mengambil posisi yang tidak selalu populer secara algoritmik. AI tidak bisa menanggung konsekuensi. Nah, manusia bisa.

Menurut Center for Strategic Communication Excellence (CSCE), AI seharusnya memperkuat, bukan menggantikan penilaian manusia dalam praktik komunikasi profesional. Di tengah kemampuan AI menghasilkan banyak opsi, komunikator justru dituntut untuk memiliki kedisiplinan dalam menyeleksi. Dari menentukan apa yang perlu disampaikan, kepada siapa, dan kapan. Pada akhirnya, keunggulan seorang komunikator tidak terletak pada seberapa banyak output yang dihasilkan, tetapi pada kemampuannya membaca konteks, mengelola persepsi, dan mengambil keputusan yang tidak selalu dapat dihasilkan oleh mesin.

AI adalah partner bisnis terbaik yang pernah ada. Ia mahir dalam kecepatan eksekusi, daya yang tidak terbatas, dan tidak pernah ada masalah. Tapi pada akhirnya, yang duduk di meja negosiasi bisnis adalah Anda. Yang membangun kepercayaan dengan mitra adalah Anda. Yang memutuskan apa yang tepat dan bukan hanya apa yang efisien adalah Anda.

Secara global, termasuk di Indonesia, bisnis-bisnis dibangun di atas relasi, kepercayaan, dan pemahaman konteks, di mana nilai tertinggi seorang komunikator bukan pada seberapa cepat ia menghasilkan konten. Nilai tertingginya ada pada seberapa tajam ia membaca ruangan yang tidak bisa dibaca mesin manapun.

Source:

Danone Indonesia melalui Brand AQUA Tekankan Komunikasi Keberlanjutan Terintegrasi dan Dampak Digital di IABC Indonesia Conference 2025

Februari 5, 2026

Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia, menyampaikan peran komunikasi terintegrasi dan empati dalam memperkuat keberlanjutan bisnis di era digital.

IABCINDONESIA.COM, JAKARTA – Danone Indonesia melalui brand AQUA menekankan pentingnya komunikasi keberlanjutan yang terintegrasi untuk menciptakan dampak jangka panjang. AQUA merupakan pelopor industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia, hadir dalam IABC Indonesia Conference 2025 yang tahun ini mengangkat tema “Strategic Communications at the Heart of Trust, Humanity and Digital Impact.” Konferensi ini menjadi ruang bertemunya para pemimpin dan profesional komunikasi untuk membahas bagaimana strategi komunikasi modern mampu menjawab tantangan keberlanjutan, kepercayaan publik, dan transformasi digital.

Dalam sesi panel pertama bertema “Technology & Sustainability: Communicating Purpose for Digital Impact,” Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia, tampil sebagai salah satu panelis yang membawa perspektif perusahaan melalui topik khusus “Redefining Communications Impact on Business Sustainability.” Arif menegaskan bahwa peran komunikasi saat ini telah berkembang jauh melampaui fungsi penyampai pesan. Di era digital yang menuntut transparansi, komunikasi menjadi alat strategis yang mampu membentuk perilaku publik, membangun kepercayaan, serta memperkuat legitimasi inisiatif keberlanjutan perusahaan.

Arif menjelaskan bahwa integrasi pesan, kanal, dan aksi nyata merupakan fondasi untuk membangun narasi keberlanjutan yang kredibel. Menurutnya, publik kini tidak hanya menilai apa yang dikatakan perusahaan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut ditindaklanjuti melalui aksi yang konsisten. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi yang terpadu menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap pesan keberlanjutan tersampaikan secara utuh, relevan, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Dalam strategi komunikasinya, Danone Indonesia melalui brand AQUA menggabungkan pendekatan factual world dan virtual world. Pada ranah factual, perusahaan membuka akses bagi media, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk melihat langsung perlindungan sumber air pegunungan, proses produksi air minum yang higienis, serta penerapan standar regulasi yang ketat. Melalui pengalaman langsung ini, perusahaan membangun pemahaman publik mengenai bagaimana keberlanjutan dijalankan dalam operasi bisnis sehari-hari.

Dalam diskusi panel, Danone Indonesia melalui brand AQUA menyoroti bagaimana komunikasi yang empatik dan strategis dapat memperkuat agenda keberlanjutan perusahaan.

Di sisi lain, melalui ranah virtual, Danone Indonesia melalui brand AQUA memanfaatkan kanal digital seperti @AQUAlestari untuk menyampaikan edukasi mengenai konservasi air, ekonomi sirkular, dan gaya hidup berkelanjutan. Konten yang dikembangkan tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga dibuat untuk mendorong perubahan perilaku positif yang berkaitan dengan penggunaan air dan respons masyarakat terhadap isu lingkungan.

Dalam diskusi panel, Arif menyoroti bahwa komunikasi berbasis empati berperan penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang. Empati memungkinkan perusahaan memahami kebutuhan audiens dan meresponsnya dengan pesan yang relevan, jujur, serta mudah diakses. Ia juga menekankan bahwa membangun kepercayaan membutuhkan komitmen jangka panjang dan konsistensi aksi di lapangan, terutama dalam isu keberlanjutan yang sifatnya kompleks dan multidimensional.

Dari kiri ke kanan: Abdullah Fahmi (VP Corporate Communications & Social Responsibility, Telkomsel), Arif Mujahidin (Corporate Communication Director, Danone Indonesia), Shanti Ruwyastuti (Board of Director IABC Indonesia), Dwi Fatan Lilyana (Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, PT Pelabuhan Indonesia (Persero)), Elvera N. Makki (President IABC Indonesia; Founder & CEO, VMCS Communications & Social Impact), Sari Soegondo (Ketua Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI)), Tyo Guritno (Founder & CEO, Inspigo)

“Keberlanjutan tidak lahir dari pesan-pesan besar, tetapi dari kepercayaan yang dibangun perlahan. Komunikasi yang terintegrasi dan berempati membantu kita menyatukan narasi, menggerakkan tindakan, dan memastikan setiap langkah membawa manfaat bagi masyarakat dan bumi,” ujar Arif.

Dengan rekam jejak seperti penanaman 2,6 juta pohon, pembangunan 93.000 biopori, dukungan kepada 500.000 penerima manfaat program WASH, serta kolaborasi dengan 15.000 UMKM dan 2 juta sellers, Danone Indonesia melalui brand AQUA menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat berjalan berdampingan dengan pertumbuhan bisnis. Melalui partisipasi di IABC Indonesia Conference 2025, perusahaan ini berharap semakin banyak praktisi komunikasi yang memahami peran teknologi, empati, dan narasi terintegrasi dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.

Agrinesia Raya Masuk Top 10 IABC Indonesia Awards 2025, Perkuat Reputasi sebagai Manufaktur Pangan Inovatif

Februari 3, 2026

IABCINDONESIA.COM – PT Agrinesia Raya kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain paling adaptif di industri manufaktur pangan nasional. Perusahaan yang menaungi berbagai merek oleh-oleh ikonik Indonesia dan merupakan bagian dari Asthanesia Group ini berhasil menembus jajaran Top 10 dalam kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA) dan Impactful Public Relations Awards (IMPRA), sebuah pengakuan bergengsi atas praktik komunikasi yang dinilai inovatif, berdampak, dan relevan di tengah lanskap digital yang semakin kompetitif.

Pada kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA), Agrinesia Raya meraih penghargaan pada sub-kategori Best Integrated Marketing Communications, Best Digital and Social Media Campaign, Best Employee Engagement Program, dan Best Sustainability Communication. Lalu, pada kategori Impactful Public Relations Awards (IMPRA), Agrinesia Raya juga meraih penghargaan Best Internal Communication Program. Pencapaian ini mencerminkan komitmen Agrinesia dalam memperkuat reputasi melalui strategi komunikasi yang terintegrasi dan inovatif,  dengan penekanan pada penguatan komunikasi internal yang efektif, peningkatan keterlibatan karyawan, serta penyampaian pesan yang konsisten dan berdampak bagi pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Pada sub-kategori Best Integrated Marketing Communications, Agrinesia telah melakukan program campaign teringerasi untuk mengenalkan “Bolu Stim Menara Sebagai Oleh-oleh Khas Medan”. 

Program ini terdiri dari rangkaian strategi marketing offline dan online yang terintegrasi berupa aktivasi campaign di acara PON XXI dan PRJ 360, kolaborasi dengan pemerintah Medan di HUT Kota Medan 434, KOL performance, hingga kompetisi online untuk meningkatkan keterlibatan konsumen. Hasilnya, campaign ini berhasil meningkatkan pertumbuhan engagement offline sebesar 24% dan online sebesar 103%. 

PT Agrinesia Raya saat mempresentasikan program campaign “Bolu Stim Menara Sebagai Oleh-oleh Khas Medan” untuk sub-kategori Best Integrated Marketing Communications.

Pada sub-kategori Best Digital and Social Media Campaign diraih melalui kampanye Bakpia Kukus Tugu Jogja, yang memanfaatkan kolaborasi dengan musisi Adhitia Sofyan melalui melalui re-aransemen lagu Sesuatu di Jogja. Melalui kolaborasi ini, Agrinesia berhasil mendapatkan jangkauan audiens sebesar 200%, views sebanyak 143%, dan peningkatan followers sebesar 413%. Campaign ini berhasil membangun brand recognition di benak konsumen melalui lagu iconic, Sesuatu di Jogja.

Pada sub-kategori Best Employee Engagement Program,  diraih melalui program “Caring & Sharing”, sebuah rangkaian inisiatif yang berfokus pada penguatan rasa kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan antar karyawan lewat beberapa strategi seperti mengadakan konseling mental health untuk karyawan, turnamen olahraga antar karyawan, dan program kebersamaan seperti family gathering. Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 94% pegawai puas terhadap lingkungan kerja yang ada di Agrinesia.

Kemudian pada sub-kategori Best Sustainability Communication lewat kampanye pemberdayaan petani talas di Bogor. Program hasil kolaborasi Lapis Bogor Sangkuriang dengan IPB University ini menitikberatkan pada keberlanjutan dan pemberdayaan petani lokal, sekaligus memperkuat peran Agrinesia dalam rantai nilai pangan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Lalu, pada sub-kategori Best Internal Communication Program, Agrinesia membawakan program “INSIDE”, sebuah pilar komunikasi internal yang dirancang untuk menyatukan informasi perusahaan dalam format yang menarik dan mudah diakses. Program ini dinilai efektif dalam meningkatkan engagement karyawan sekaligus memastikan keselarasan antara visi perusahaan dan peran individu di dalam organisasi. Pendekatan ini menegaskan bahwa komunikasi internal diposisikan sebagai fondasi penting dalam pertumbuhan perusahaan.

“Meski kampanye dijalankan lintas kanal dan berskala luas, Agrinesia mampu menyampaikan pesan secara jelas dan relevan melalui pendekatan visual dan storytelling yang kuat. Strategi komunikasinya dieksekusi secara profesional dan selaras dengan tujuan bisnis,” ujar Jeane Niode, Ketua Dewan Juri IABC Indonesia Awards 2025.

President IABC Indonesia, Elvera Makki, menilai Agrinesia berhasil mengintegrasikan komunikasi strategis dengan nilai keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya manusia. “Komunikasi yang efektif tidak hanya soal kreativitas, tetapi juga integritas, transparansi, dan relevansi. Agrinesia menunjukkan konsistensi tersebut melalui pendekatan yang berbasis data dan berdampak,” ujarnya.

PT Agrinesia Raya bersama perwakilan dewan juri dan seluruh institusi penerima penghargaan kategori Top 10 dan Awards of Excellence IABC Indonesia Awards 2025.

Rangkaian penghargaan yang diraih Agrinesia Raya di IABC Indonesia Awards 2025 menegaskan bahwa perusahaan memandang komunikasi sebagai bagian integral dari strategi bisnis. Pendekatan komunikasi yang inovatif, terintegrasi, dan human-centered menjadi fondasi penting dalam memperkuat reputasi perusahaan serta menjaga daya saing di industri manufaktur pangan nasional. 

PT Pertamina Hulu Indonesia Sabet 7 Penghargaan di IABC Indonesia Awards 2025, Bukti Komunikasi Korporasi yang Strategis dan Berdampak

Februari 2, 2026

IABCINDONESIA.COM, JAKARTA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat pencapaian membanggakan di ajang IABC Indonesia Awards 2025 dengan meraih total tujuh penghargaan pada kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA) dan Impactful Public Relations Awards (IMPRA). Prestasi ini menegaskan posisi PHI sebagai perusahaan yang mampu menyinergikan komunikasi strategis, penguatan budaya kerja, serta kontribusi sosial yang berdampak luas. Melalui serangkaian program unggulan, PHI berhasil meyakinkan dewan juri bahwa setiap inisiatif komunikasi dijalankan secara terstruktur, konsisten, dan selaras dengan nilai keberlanjutan.Pada kategori ICOMMA sub-kategori Best Employee Engagement Program, PHI mengajukan program Siner9i, sebuah inisiatif internal dalam rangka perayaan HUT ke-9 PHI. Program ini dirancang untuk memperkuat engagement, membangun apresiasi antarpersonel, serta menciptakan koneksi emosional di berbagai wilayah kerja. Siner9i juga menjadi representasi nyata dari implementasi nilai AKHLAK dalam keseharian lingkungan kerja, sehingga memperkuat persepsi pekerja tentang budaya perusahaan yang inklusif dan penuh kolaborasi. Sementara itu, pada sub-kategori Best Leadership Communications, PHI berhasil menunjukkan efektivitas penyusunan Key Corporate Messaging (KCM) yang valid, konsisten, dan masif dalam setiap penyampaian pesan strategis. Keberhasilan strategi ini tercermin dari capaian kinerja pemberitaan perusahaan yang memuat KCM dan menembus angka 92%.

Pengakuan lain diraih PHI pada sub-kategori Best Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) melalui program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan yang berfokus pada peningkatan akses pendidikan masyarakat Kalimantan. Penerima beasiswa tidak hanya mengikuti program akademis, tetapi juga terlibat dalam aktivitas lingkungan seperti Aksi Sobat Bumi yang semakin memperkuat dampak sosial program ini. Selanjutnya, pada sub-kategori Best Sustainability Communication, PHI mengajukan strategi CSR yang dijalankan melalui lima fokus, yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan infrastruktur. Pendekatan komprehensif ini membuat pemberitaan tentang CSR perusahaan meningkat signifikan hingga lebih dari 100% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada kategori IMPRA sub-kategori Best Media Relations Program, PHI kembali mencatatkan prestasi melalui program media relations BASO IGA PHI atau Bincang Asik Soal Migas Ala PHI. Program ini mengedepankan hubungan yang hangat, interaktif, dan transparan antara perusahaan dan jurnalis melalui inisiasi grup media, kegiatan halal bihalal, workshop, hingga pertandingan olahraga sebagai bentuk penguatan engagement perusahaan dengan media. “BASO IGA PHI ini diharapkan menjadi jembatan untuk mengatasi kesenjangan pemahaman tentang industri energi sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan dan media nasional” ucap Dony Indrawan, Manager Communication Relations and CID (CRC) PHI.

PT Pertamina Hulu Indonesia saat menggelar kegiatan Bincang Asik Soal Migas Ala PHI (BASO IGA PHI) bersama awak media nasional.

Di sisi lain, penghargaan pada sub-kategori Best Digital Public Relations Program menunjukkan keberhasilan PHI dalam meningkatkan visibilitas dan efektivitas distribusi informasi melalui aktivasi media sosial. Strategi digital yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan efektivitas penyebaran informasi hingga 40%.

Tidak hanya itu, PHI juga meraih penghargaan IMPRA untuk sub-kategori Best Internal Communication Program melalui penyelenggaraan Town Hall Meeting (THM) Direktur Utama. Program ini berfungsi sebagai wadah komunikasi dua arah yang efektif dalam menyampaikan pesan strategis perusahaan kepada seluruh pekerja. THM juga menjadi ruang bagi pekerja untuk menampilkan bakat, menerima apresiasi berupa merchandise eksklusif, serta menikmati pengalaman acara yang didukung teknologi keamanan data. Program ini berhasil diikuti oleh 1.604 peserta dengan tingkat partisipasi mencapai 26,7%, melebihi target satu sesi yang ditetapkan sebelumnya.

PT Pertamina Hulu Indonesia bersama perwakilan dewan juri dan seluruh institusi penerima penghargaan kategori Top 10 dan Awards of Excellence pada ajang IABC Indonesia Awards 2025.

Dari keseluruhan tujuh penghargaan yang diraih, PHI juga berhasil masuk ke dalam kategori Top 10 Awards. Dua program terbaik yakni Best Leadership Communications Program dan Best Employee Engagement Program membawa PHI masuk dalam jajaran Top 10 Awards di IABC Indonesia Awards 2025, menandai pencapaian istimewa sebagai perusahaan yang unggul dalam strategi komunikasi korporasi.

President IABC Indonesia, Elvera Makki, memberikan apresiasi yang tinggi kepada PHI, “Keberhasilan perusahaan dalam meraih berbagai penghargaan merupakan bukti bahwa komunikasi strategis tidak hanya bergantung pada kreativitas, tetapi lebih pada integritas, transparansi, dan kemampuan perusahaan memahami nilai kemanusiaan dalam setiap pesan yang disampaikan. PHI telah menunjukkan kemampuan membangun komunikasi yang konsisten dan relevan bagi publik internal maupun eksternal melalui pendekatan yang berbasis data, humanis, dan berdampak nyata.” 

Secara keseluruhan, pencapaian ini memperkuat reputasi PT Pertamina Hulu Indonesia sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada kinerja operasi migas, tetapi juga pada bagaimana pesan, nilai, serta kontribusi sosial perusahaan dikomunikasikan secara bertanggung jawab. Prestasi di IABC Indonesia Awards 2025 menjadi bukti bahwa PHI memandang komunikasi sebagai elemen strategis dalam memperkuat perusahaan, membangun kepercayaan publik, serta mendukung keberlanjutan operasi energi secara jangka panjang. Selamat kepada PHI atas raihan gemilang ini, yang sekaligus menjadi dorongan untuk terus mengembangkan praktik komunikasi korporasi yang kuat, berdampak, dan relevan di masa mendatang.

Telkomsel Perkuat Kepercayaan Digital dan Komunikasi Keberlanjutan di IABC Indonesia Conference 2025

Februari 1, 2026

IABCINDONESIA.COM, JAKARTA — Telkomsel menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem digital yang tepercaya dan berkelanjutan melalui komunikasi strategis yang transparan dan bertanggung jawab. Hal ini disampaikan dalam sesi panel bertema “Technology & Sustainability: Communicating Purpose for Digital Impact” pada IABC Indonesia Conference 2025 yang mengangkat tema besar “Strategic Communications at the Heart of Trust, Humanity, and Digital Impact.”

Dalam forum tersebut, Telkomsel hadir sebagai narasumber utama yang diwakili oleh Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel. Sesi ini menjadi ruang diskusi strategis bagi para pemimpin komunikasi untuk membahas bagaimana perusahaan dapat mengomunikasikan tujuan keberlanjutan secara lebih efektif, sekaligus memperkuat kepercayaan publik di tengah percepatan transformasi digital.

Dalam pemaparannya, Fahmi menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam membangun kepercayaan melalui komunikasi yang terbuka dan akuntabel. “Kepercayaan adalah fondasi utama dalam menciptakan dampak digital yang berkelanjutan. Tanpa komunikasi yang transparan, teknologi tidak akan memberikan nilai maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Telkomsel-Perkuat-Kepercayaan-Digital

Mengangkat tema “Trusted Connection: Empowering Indonesia’s Digital Future”, Telkomsel menegaskan perannya sebagai penyedia layanan digital terbesar di Indonesia yang terus mendorong konektivitas inklusif di seluruh wilayah. Sejalan dengan visinya, Telkomsel berkomitmen memberdayakan masyarakat untuk terhubung dan berkolaborasi dengan membuka berbagai peluang melalui teknologi digital.

Saat ini, Telkomsel telah melayani lebih dari 157 juta pelanggan mobile dan menjangkau 97% populasi Indonesia dengan jaringan 4G, serta terus memperluas cakupan 5G di berbagai kota strategis. Infrastruktur digital yang kuat ini menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional sekaligus memastikan akses yang lebih merata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Fahmi juga menyoroti pentingnya integrasi antara tata kelola perusahaan yang baik, perlindungan data, serta inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan trusted digital ecosystem, Telkomsel memastikan bahwa setiap inovasi teknologi tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Telkomsel-Perkuat-Kepercayaan-Digital

Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, memaparkan layanan Telkomsel yang menjangkau 97% populasi Indonesia. Melalui pendekatan trusted digital ecosystem, Telkomsel memastikan bahwa setiap inovasi teknologi tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerangka ESG (Environmental, Social, and Governance) yang komprehensif, mencakup inisiatif lingkungan seperti program Telkomsel Jaga Bumi, pengembangan talenta digital melalui IndonesiaNEXT dan NextDev, hingga perlindungan data pelanggan melalui Telkomsel Jaga Data. Pendekatan ini menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya menjadi agenda tambahan, melainkan inti dari strategi bisnis perusahaan.

Partisipasi Telkomsel dalam IABC Indonesia Conference 2025 mencerminkan peran aktif perusahaan dalam mendorong praktik komunikasi strategis yang tidak hanya membangun reputasi, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang nyata. Ke depan, Telkomsel akan terus memperkuat komunikasi berbasis tujuan (purpose-driven communication) untuk memastikan bahwa transformasi digital berjalan seiring dengan nilai kemanusiaan, kepercayaan, dan keberlanjutan.