IABC Indonesia: Disrupsi Kepercayaan di Era AI Lahirkan Mandat Baru bagi Komunikator

September 21, 2026

IABC Indonesia: Disrupsi Kepercayaan di Era AI Lahirkan Mandat Baru bagi Komunikator

Jakarta, 20 September 2026 – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara informasi diproduksi, didistribusikan, dan diterima publik. Di tengah arus informasi yang semakin masif dan meyakinkan, tantangan organisasi kini bergeser dari kecepatan menyampaikan pesan menjadi kemampuan menjaga kredibilitas dan kepercayaan. Isu ini menjadi sorotan utama The 5th IABC Indonesia Conference & Awards 2026 bertema “Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI” di Jakarta, Jumat (18/9).

Urgensinya tercermin dalam Reuters Institute Digital News Report 2026. Kepercayaan terhadap berita secara global berada di angka 37%, terendah sejak Reuters Institute melakukan pengukuran pada 2015. Di Indonesia, angkanya tercatat 32%, turun empat poin dari tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, 62% responden global mengkhawatirkan informasi palsu dan menyesatkan di internet, sementara hanya 20% menyatakan percaya pada berita yang diperoleh melalui chatbot AI.

Edelman Trust Barometer 2026 menunjukkan bahwa tantangan kepercayaan semakin kompleks. Tujuh dari sepuluh responden global ragu atau tidak bersedia mempercayai mereka yang memiliki nilai, sumber informasi, cara pandang, atau latar belakang berbeda. Kesenjangan juga terlihat berdasarkan tingkat pendapatan. Di Indonesia, perbedaan tingkat kepercayaan terhadap institusi antara kelompok berpendapatan tinggi dan rendah mencapai 26 poin, salah satu yang terbesar di antara negara yang disurvei. Temuan ini memperlihatkan bahwa persoalannya bukan hanya menurunnya kepercayaan, tetapi juga semakin terfragmentasinya kepercayaan di tengah masyarakat.

Elvera N. Makki, President IABC Indonesia dan CEO VMCS Communications and Social Impact, menyebut kondisi tersebut sebagai disruption of trust yang membawa mandat baru bagi profesi komunikasi. AI membuat produksi dan penyebaran informasi semakin mudah, sekaligus membuat konten manipulatif semakin sulit dibedakan dari informasi yang kredibel. “Komunikator memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menentukan informasi yang layak dipercaya. Di tengah begitu banyak informasi yang sama-sama terlihat meyakinkan, tantangannya bukan lagi mendapatkan informasi, tetapi menentukan mana yang benar. Inilah mandat baru komunikator, yaitu membantu publik menavigasi kompleksitas informasi dengan menjadikan kebenaran lebih mudah diverifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menciptakan kondisi yang memungkinkan kepercayaan tumbuh.” ujar Elvera dalam pembukaan konferensi.

Menurut Elvera, kekhawatiran terhadap informasi palsu dan menyesatkan menjadi semakin serius karena dapat memengaruhi cara masyarakat mengambil keputusan, baik dalam kehidupan sehari-hari, organisasi, maupun bisnis. Karena itu, keberhasilan komunikasi tidak lagi cukup dinilai dari seberapa luas atau cepat sebuah pesan tersebar, “Reach, engagement, dan kecepatan distribusi tetap relevan, tetapi tidak lagi cukup. Komunikasi yang berdampak harus menghasilkan pemahaman, memperkuat kepercayaan, membantu publik mengambil keputusan yang lebih terinformasi, dan mendorong perubahan perilaku. Di situlah ukuran keberhasilan komunikasi perlu bergeser dari outputs menuju outcomes dan impact,” tambahnya.

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, menempatkan kepercayaan sebagai fondasi penting dalam pengembangan AI di Indonesia. Ekosistem AI nasional, menurutnya, perlu dibangun berdasarkan tiga prinsip yang menjadi arah pengembangan AI nasional, yaitu inklusif, berdaya, dan berdaulat. Di sisi lain, kemampuan AI menghasilkan misinformasi, disinformasi, dan deepfake yang semakin menyerupai realitas membuat batas antara informasi autentik dan manipulatif kian sulit dikenali. Kondisi ini menuntut literasi digital yang lebih kuat sekaligus tata kelola AI yang mampu menjaga keandalan teknologi dan informasi.

“Trust ini sangat penting karena merupakan faktor utama yang membuat publik mau masuk ke dalam satu layanan berbasis digital. Dari sisi komunikasi, hal mendasar dalam penggunaan AI adalah memastikan adanya information integrity sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan kredibel,” ujar Nezar. Dalam pelayanan publik, kesalahan sistem AI dapat berdampak langsung pada masyarakat sekaligus menurunkan kepercayaan terhadap layanan pemerintah. Karena itu, penerapan AI perlu disertai safeguards, pengujian, sandboxing, kepatuhan, dan evaluasi yang ketat agar sistem yang digunakan publik andal dan dapat dipercaya.

Dari sisi pengembangan AI nasional, Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, melihat Indonesia memiliki modal untuk mengambil posisi strategis. Kekuatan tersebut tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga kesiapan infrastruktur, kebijakan, dan talenta, “Indonesia memiliki peluang yang besar, namun harus dengan strategi yang tepat. Jika kita memiliki infrastruktur, kebijakan, dan talenta, maka teknologi dan pembiayaan akan datang dengan sendirinya.” ujar Stella.

Dari perspektif kepentingan publik, Ni Luh Djelantik, Anggota DPD RI dari Provinsi Bali, mengingatkan bahwa kemajuan teknologi pada akhirnya perlu dinilai dari manfaat yang dirasakan masyarakat, “Komunikasi publik tidak boleh berhenti pada narasi yang terdengar baik. Komunikasi harus hadir di tengah persoalan masyarakat, mendengarkan mereka, memperjuangkan kepentingan mereka, dan menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan. Teknologi boleh semakin maju, tetapi manusianya tidak boleh tertinggal. Di situlah kepercayaan dibangun: masyarakat melihat bahwa apa yang dikatakan sejalan dengan apa yang dilakukan,” ujar Ni Luh.

Pandangan tersebut menempatkan pendekatan human-centered communication sebagai bagian penting dari transformasi AI, sehingga kemajuan teknologi tidak memperlebar kesenjangan informasi maupun akses di masyarakat.

Pada tingkat daerah, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur dan Distinguished Advisor IABC Indonesia, melihat pemerintah provinsi memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjalankan transformasi pelayanan publik, “Di tingkat provinsi, teknologi harus diterjemahkan menjadi pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. AI menawarkan peluang untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dan pelayanan publik, tetapi adopsinya harus berjalan bersama transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi yang dapat dipahami masyarakat. Transformasi digital akan memiliki makna apabila teknologi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik,” ujar Emil.

Memasuki penyelenggaraan kelimanya, IABC Indonesia Conference & Awards konsisten membawa isu-isu yang berada di garis depan perubahan profesi komunikasi. Tahun ini, “Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI” memperluas diskusi dari pemanfaatan AI menuju persoalan yang lebih mendasar: menjaga teknologi, komunikasi, dan kepemimpinan tetap tepercaya di mata publik.

Sebagai pionir dalam mendorong impact-driven communications, IABC Indonesia menempatkan komunikasi sebagai fungsi strategis yang menghubungkan perkembangan teknologi dengan kepentingan manusia dan masyarakat. “Selama lima penyelenggaraan, IABC Indonesia secara konsisten membangun percakapan yang membentuk masa depan profesi komunikasi. Pesan tahun ini semakin jelas, bahwa keberhasilan komunikasi bukan ditentukan oleh seberapa banyak informasi yang kita produksi, tetapi oleh kemampuan membangun kepercayaan dan mengubahnya menjadi dampak yang berarti,” tutup Elvera.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Malvin Adrianus
Email: malvin.adrianus@iabcindonesia.com dan info@iabcindonesia.com
HP/WA: +6285156337189

Tentang IABC Indonesia

International Association of Business Communicators (IABC) – Indonesia Chapter IABC merupakan asosiasi non-profit bagi para praktisi dan profesional komunikasi, termasuk Public Relations, Corporate Affairs, Business Communicators, Corporate Social Responsibility/Sustainability, dan Government Relations untuk menyatukan disiplin profesi berskala global, serta saling berbagi praktik inovatif terbaik melalui pengalaman, berjejaring, dan edukasi. Sedangkan induk dari IABC Indonesia, yaitu IABC, yang berkantor pusat di Chicago, negara bagian Illinois, Amerika Serikat, telah berdiri lebih dari setengah abad yang lalu. Sebagai komunitas terbesar di dunia dalam bidang PR dan komunikasi, keanggotaan IABC meliputi lebih dari 40 negara termasuk Indonesia dan memiliki lebih dari 5.000 anggota. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi iabc.com, iabcapac.com, dan iabcindonesia.com.

Galeri Foto

Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Pembukaan The 5th IABC Indonesia Conference and Awards 2026 dengan topik “Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI” pada Jum’at, 18/9 menghadirkan profesional komunikasi lintas industri dan pemerintahan.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Elvera N. Makki (President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact) menempatkan disruption of trust sebagai isu strategis bagi profesi komunikasi, yaitu sebuah kondisi saat kemampuan menghasilkan informasi berkembang jauh lebih cepat daripada kemampuan publik untuk memastikan kebenaran dan menentukan apa yang layak dipercaya.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Elvera N. Makki (President IABC Indonesia,, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact) menyampaikan mandat baru bagi komunikator, yaitu membantu publik menavigasi kompleksitas informasi dengan menjadikan kebenaran lebih mudah diverifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menciptakan kondisi yang memungkinkan kepercayaan tumbuh.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Pemaparan keynote speaker oleh Ni Luh Djelantik, Anggota DPD RI dari Provinsi Bali, menekankan dalam komunikasi efektif, yang terpenting adalah kemampuan dan keinginan untuk mendengarkan masyarakat, kemudian membantu secara nyata menyelesaikan problematika sosial yang mereka hadapi.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Pemaparan notable speaker, Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, RI, pada IABC Indonesia Awards 2026. Beliau menelaskan peluang Indonesia dalam mengembangkan AI secara holistik, mulai dari infrastruktur, kebijakan, hingga talenta.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Sesi Panel 1 membahas “Managing Trust in the Age of AI: Safeguarding Responsible Growth & Sustainable Impact”. Dari kiri ke kanan: Nurdiana Darus (Director of Communication, Corporate Affairs, Sustainability, Unilever Indonesia), Dr. Hendriyani, S.Sos., M.Si. (Communications Lecturer, Vice Dean for Educaiton, Research and Student Affairs, FISIP Universitas Indonesia), Dony Indrawan (Manager Communication Relations & Community Involvement & Development, PT Pertamina Hulu Indonesia), dan Wanda Harahap (sebagai Conversation Lead, praktisi senior komunikasi). Para panelis mengeksplorasi bagaimana organisasi mengelola kepercayaan, dimana AI menjadi semakin terintegrasi dalam operasional bisnis, keterlibatan pemangku kepentingan, hingga komunikasi strategis.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Sesi Panel 2 dengan tema “Building Reputation and Trust: Who Keeps AI Accountable? Innovation, Governance and the Public Interest”. Achmad Arief Widjajanto (Executive Director of Certification and Standards, IABC Indonesia - paling kiri), Elvera N. Makki (President, IABC Indonesia - tengah) dan Shanti Wuryastuti (IABC Board Member), (bersama panelis (ki-ka) Ronny Tan (Chief Information Officer, Manulife Indonesia), Gilman P. Nugraha (Executive Director, Asosiasi Emiten Indonesia), Iim Fahima (Founder AI Institut), dan Timothiy Gerard (Chief Communications Officer, Kurasi Media Nusantara) sebagai Conversation Lead. Para panelis membahas bagaimana perusahaan terbuka, regulator pasar, dan pemimpin bisnis dapat mengembangkan kerangka tata kelola yang kuat untuk menjaga kredibilitas pasar dan kepercayaan publik, di kala AI menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi dalam pengambilan keputusan.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Sesi panel 3 bertema “Who Do We Trust Now? Journalism, Truth, and Influence in the Age of AI”. Dari kiri ke kanan: Suwarjono (Vice Chairman AMSI dan Chief Editor Suara.com), Fachrudin Ali Ahmad (Ketua Ikatan Pranata Humas Indonesia), Sabrina Azmi (General Manager, Indonesia, CARMA), dan Mila Lubis (Head of Public Relations and Influence, Ogilvy Indonesia) sebagai Conversation Lead. Para panelis menyoroti bagaimana jurbalisma dan ekosistem media dapat dibangun kembali dan menjaga kepercayaan publik di tengah maraknya AI, algoritma, kreator konten, dan diinformasi membetuk masyarakat dalam mengkonsumsi informasi.

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI: Komunikasi Strategis Berbasis Kemanusiaan

December 8, 2025

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI: Komunikasi Strategis Berbasis Kemanusiaan

Konferensi Komunikasi Berpengaruh di Penghujung Tahun Ini, IABC Indonesia Conference and Awards 2025 Hadir dengan Fokus pada Kepercayaan, Kemanusiaan, dan Dampak Digital

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Keynote speakers bersama Boards of Directors IABC Indonesia. Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki, President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact, Prof. Stella Christie Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, Shanti Ruwyastuti Board Member IABC Indonesia, Dwi Fatan Lilyana Direktur SDM dan Umum PT. Pelabuhan Indonesia (Persero).

Jakarta, 8 Desember 2025 – Di tengah percepatan teknologi dan pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) yang mengubah dinamika komunikasi global, International Association of Business Communciators (IABC) Indonesia, menyoroti masa depan kepercayaan publik di era AI yang semakin rentan dengan deepfakes. Pada acara IABC Indonesia Conference and Awards yang diadakan setiap tahun sejak 2022, kali ini fokus diskusi menitikberatkan pada komunikasi strategis berbasis kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital, dengan menghadirkan narasumber terkemuka dari sektor pemerintahan, swasta, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas.

Elvera N. Makki, President IABC Indonesia dan Founder & CEO VMCS Communications and Social Impactmenegaskan bahwa kepercayaan publik kini merupakan mata uang utama kepemimpinan modern, “Dalam ekosistem digital, teknologi dapat mempercepat pesan, tetapi hanya kemanusiaan yang dapat memperdalam makna. Di era AI, komunikasi strategis tidak cukup hanya akurat, namun harus empatik, etis, dan berpihak pada hak asasi manusia.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Catatan dari Elvera N. Makki (President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact) yang secara resmi membuka Conference 2025 dengan pesan kuat bahwa komunikasi yang berakar pada kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital adalah fondasi kepemimpinan yang mampu benar-benar menginspirasi tindakan.

Survei terbaru dari Boston University Communication Research Center pada 2025 menemukan bahwa empat dari lima orang mendukung adanya perlindungan ketat terhadap deepfakes berbasis AI di media sosial, dan mayoritas publik menginginkan platform media sosial bertanggungjawab lebih aktif dalam memoderasi minsinformasi tanpa harus bergantung penuh pada sensor pemerintah. Temuan ini menegaskan bahwa isu kepercayaan publik di era AI bukan sekedar wacana, melainkan agenda strategis global.

Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Riset (Dikti Saintek) RI saat hadir di IABC Indonesia Conference menyampaikan keynote speech di depan ratusan business communicators tentang pentingnya membangun pemikir digital yang berpusat pada manusia. Ia menekankan bahwa penyebaran hoaks yang masif terjadi di ranah digital harus terus dilawan melalui edukasi, riset, dan bukti empiris, agar berbagai tantangan akurasi informasi dan komunikasi di Indonesia dapat ditumpas secara signifikan, “Hoaks merupakan ancaman yang sangat besar dan salah satu yang paling serius di Indonesia. Ajang IABC Indonesia Conference ini merupakan saat yang tepat untuk kita bicarakan bersama.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Pemaparan dari keynote speech 2 oleh Prof. Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia). Dalam pidatonya, Prof. Stella menekankan pentingnya membentuk pemikir digital yang berpusat pada manusia. Ia menyampaikan bahwa informasi di ruang digital sangat mempengaruhi cara masyarakat memproses pesan, terutama terkait hoaks. Tantangan ini perlu terus diedukasi dan diatasi bersama, dengan mendorong penggunaan riset dan bukti empiris untuk menjawab berbagai persoalan di Indonesia maupun dunia.

Pertama, tegasnya, mengapa orang-orang menyebarkan hoaks, termasuk kita mungkin salah satunya yang pernah melakukannya. Kedua,  dari jawaban pertama, lalu tindakan apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi hal ini, karena ini adalah masalah besar.

“Lebih dari 1.100 pakar dari 136 negara menempatkan misinformasi dan disinformasi sebagai salah satu ancaman paling serius saat ini. AI mempermudah pembuatan berita hoaks, dan dalam satu tahun terakhir, penyebaran informasi palsu dengan teknologi AI meningkat hingga 2x lipat dalam satu tahun terakhir,” ungkap Prof. Stella. Terdapat empat alasan mengapa percaya hoaks, yang dijabarkan satu-persatu oleh beliau dalam forum ini, yaitu dilihat dari sisi political partisanship, cognitive reflection, prior knowledge, dan heuristic.

“Fast-checking adalah tindakan yang selama ini kita lakukan untuk mengentaskan hoaks. Namun terdapat solusi perilaku yang patut dilakukan, yaitu solusi proaktif “prebunking”, accuracy nudge, solusi sistemik wisdom of crowd, dan solusi jangka panjang, yaitu edukasi,” papar Prof. Stella, “Masalah inti model bisnis berbagai platform media sosial adalah memonetisasi perhatian, dimana algoritma dirancang untuk memaksimalkan engagement, bukan akurasi.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Sambutan keynote speech 3 oleh Bapak Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, pada IABC Indonesia Awards 2025. Beliau menekankan bahwa tantangan terbesar komunikasi saat ini adalah framing di ruang digital, di mana informasi faktual bisa berubah persepsinya dan berdampak negatif pada organisasi atau brand. Karena itu, kita harus waspada dan sigap mengantisipasi dinamika ini, serta tidak mengabaikan media sosial sebagai ruang berkembangnya berbagai narasi.

Melanjutkan sesi Prof. Stella, Dr. Ir. Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, yang juga hadir menyampaikan keynote speech menekankan tantangan terbesar komunikasi saat ini adalah framing di ruang digital. Informasi bisa saja faktual, namun ketika dibingkai berbeda, persepsinya dapat berubah dan berdampak negatif pada organisasi maupun brand. Framing yang dilakukan secara cepat untuk kepentingan engagement di media sosial tanpa verifikasi, mengorbankan banyak pihak, tak hanya politisi dan pejabat publik, namun juga dunia usaha, bahkan hingga UMKM. Karena itu, ujarnya, kita harus waspada dan sangat berhati-hati dalam merespons dinamika ini, “Realita yang kita hadapi sekarang tentang framing, sangat kontekstual dengan tema konferensi ini, yaitu Strategic Communications at the Heart of Trust, Humanity, and Digital Impact. Nyambung banget. Saat kita ingin meraih kepercayaan namun tidak paham cara menciptakan dampak secara digital, maka upaya tersebut sulit tercapai. Kita harus bisa mengantisipasi derasnya hoaks dan framing, dengan kesigapan, namun juga hati-hati.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Pembicara kunci Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya komunikasi kesehatan yang transparan dan mudah dipahami di tengah era misinformasi untuk membangun kepercayaan publik. Menurutnya, perubahan perilaku tidak bisa instan, masyarakat perlu merasa terhubung secara emosional. Karena itu, komunikasi harus disertai data yang akurat, lahir dari empati dan kisah nyata, bukan sekadar angka.

Berbicara mengenai humanity atau kemanusiaan, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan, RI yang turut hadir sebagai keynote speaker menyatakan pentingnya komunikasi kesehatan dalam membangun kepercayaan publik untuk hidup yang lebih baik, “Kepercayaan adalah aset yang paling berharga di dalam dunia kesehatan sekaligus yang paling rapuh. Untuk itu, pembenahan perlu dilakukan di semua sektor di bidang kesehatan. Kementerian Kesehatan terus memperkuat komunikasi publik yang transparan, mudah dipahami serta menyentuh hati masyarakat karena perubahan sistem pola hidup tidak bisa seperti membalik tangan, sebelum tersentuh hatinya. Karena itu, saya menyambut baik tema yang diselenggarakan IABC untuk mengangkat topik komunikasi di bidang kesehatan.”

Lanjutnya, komunikasi tidak hanya membutuhkan penyajian data yang akurat, namun dibutuhkan empati dan kisah nyata dari berbagai sumber lapisan masyarakat, terutama bagi yang sedang berjuang di pelosok terpencil Indonesia. Kemampuan mengubah statistik menjadi cerita dan empati, itulah hal yang paling esensial untuk diperankan sektor komunikasi publik, terutama komunikasi digital, “Saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap IABC yang telah membangun komunikasi kesehatan, yang tidak hanya akan terbatas di ruang ini, namun dapat menjangkau ruang publik yang lebih luas.” ujar Prof. dr. Dante.  

Sementara itu Bank Mandiri melihat penguatan inovasi digital sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan mendorong akselerasi ekonomi nasional. Dengan mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam pengembangan layanan, Bank Mandiri membangun ekosistem finansial yang lebih efisien, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi, sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi rumah tangga, UMKM, dan sektor produktif yang menjadi pendorong pertumbuhan PDB.

Pemanfaatan teknologi untuk literasi, transparansi transaksi, dan mitigasi risiko juga mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian global, sehingga inovasi digital dapat memberikan multiplier effect bagi keberlanjutan ekonomi jangka Panjang. “Membangun kepercayaan di era digital dimulai dengan menempatkan kemanusiaan sebagai inti dari setiap inovasi. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip ESG dalam praktik bisnis kami, Bank Mandiri terus berkembang dalam menciptakan dampak digital yang memberdayakan masyarakat, memperkuat komunitas, dan menjaga keberlanjutan masa depan bersama,” ujar Senior Vice President Environmental, Social & Governance Bank Mandiri, Monica Yoanita Octavia.

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Panelis Abdullah Fahmi, VP Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel Indonesia (tengah) memaparkan peran penting perusahaan melalui teknologi AI dan digitalisasi di setiap sektor di Indonesia, mulai dari pemerintahan, enterprise, hingga pendidikan.

Abdullah Fahmi, VP Corporate Communication & Social Responsibility, Telkomsel Indonesia, menekankan“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan jaringan yang kuat. Kita memerlukan komunikasi yang bertanggung jawab untuk memastikan setiap langkah menuju keberlanjutan dimengerti, diterima, dan dijaga. Sebagai komunikator, kita membangun kepercayaan yang memungkinkan teknologi memberi dampak positif nyata bagi seluruh bangsa.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Arif Mujahidin, Communication Director Danone Indonesia menegaskan kembali tujuan utama komunikasi, to shine and shield. Artinya, mempromosikan kisah yang mencerminkan nilai-nilai perusahaan sekaligus menjaga reputasi Danone dengan optimal.

Sementara Danone Indonesia berhasil mendefiniskan ulang dampak komunikasi terhadap keberlanjutan bisnis, “Rahasia formula komunikasi yang berdampak adalah empati, baik saat melindungi maupun promosi. Di Danone Indonesia, kami berbicara dengan bahasa audiens yang kami tuju, memastikan pemahaman yang membentuk persepsi publik yang positif, dan pada akhirnya, komunikasi yang memperkuat keberlanjutan bisnis,” ujar Arif Mujahidin, Corporate Communication, Danone Indonesia.

Dalam menggawangi tren komunikasi untuk tahun 2026, Elvera menutup IABC Indonesia Conference dan Awards dengan membagikan pesan kunci bagi profesional komunikasi di tanah air, “Ketika survei dunia menunjukkan publik mulai meragukan apa yang mereka lihat dan dengar, tugas komunikator adalah memulihkan kepercayaan dengan transparansi, integritas, dan keberanian mengakui keterbatasan. Humanity adalah kompasnya. AI mungkin mempercepat dunia, tetapi hanya humanityyang dapat menstabilkannya. Ke depan, komunikator Indonesia perlu berdiri di garis depan yang menghubungkan data dengan empati, teknologi dengan etika, dan inovasi dengan tanggung jawab sosial. Komunikasi yang berakar pada kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital adalah fondasi kepemimpinan yang diharapkan mampu menginspirasi tindakan.”

Dengan semakin kompleksnya tantangan digital, IABC Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi rumah bagi para komunikator yang ingin memimpin dengan etika, empati, dan dampak nyata bagi masyarakat.

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 8: Keynote speakers bersama Boards of Directors IABC Indonesia. Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki, President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, Prof. Stella Christie Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Shanti Ruwyastuti, Board Member IABC Indonesia, dan Dwi Fatan Lilyana, Direktur SDM dan Umum PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) juga sebagai Advisor IABC Indonesia.

IABC merupakan asosiasi yang menjadi salah satu barometer untuk tren komunikasi dunia, berkantor pusat di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, dan menaungi lebih dari 100 chapters di 80 negara, termasuk di Indonesia. Keanggotaan IABC Indonesia beroperasi di bawah payung Perkumpulan Komunikasi Internasional Indonesia yang aktif sejak 2019. Dengan lebih dari 1000 anggota komunitas Indonesia, berbagai program yang dilaksanakan memberikan wawasan, pengetahuan, dan akses jejaring profesional, serta program mentorship, pemberian penghargaan, dan sertifikasi profesi di bidang komunikasi berskala internasional. Untuk bergabung dengan komunitas ini, dapat mengunjungi www.iabcindonesia.com dan jejaring profesional di Linkedin, serta Instagram @iabcindonesia.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:
Malvin Adrianus
Email: malvin.adrianus@iabcindonesia.com dan info@iabcindonesia.com
No WA: 0851-5633-7189

IABC Indonesia Conference and Awards 2024: Trends 2025: Purposeful Impact

March 14, 2025

IABC Indonesia Conference and Awards 2024: Trends 2025: Purposeful Impact:

International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia menyelenggarakan konferensi ketiga yang berfokus pada Dampak Sosial, Etika, Teknologi dan Tren di 2025.

Jakarta, 13 Desember 2024 – Konferensi International Association of Business Communicators Indonesia 2024 mengeksplorasi tren dan arah strategi komunikasi di Indonesia. Dinamika dunia bisnis yang terus berubah dan tren yang berkembang membutuhkan strategi yang mampu menumbuhkan kepercayaan, membangun kredibilitas, dan memberikan dampak yang berarti, sambil menyelaraskan tindakan perusahaan dengan nilai-nilai sosial.

Konferensi yang bertema “PR Trends 2025: Purposeful Impact” mengeksplorasi tren terbaru komunikasi dan public relations yang semakin fokus pada dampak sosial dan etika. Acara ini mempertemukan praktisi PR, profesional komunikasi, serta pemimpin bisnis untuk berbagi wawasan dan strategi komunikasi yang membangun kepercayaan, transparansi, dan kredibilitas dalam berinteraksi dengan publik.

President IABC Indonesia, Elvera N. Makki, menyatakan, “Kami menentukan tren komunikasi 2025, yaitu Purposeful Impact. Dampak yang berorientasi pada tujuan dalam komunikasi melampaui sekadar menyampaikan informasi. Setiap profesional di bidang komunikasi harus dapat membangun kepercayaan, menginspirasi tindakan, dan menciptakan hubungan yang berkelanjutan dengan pemangku kepentingannya. Teknologi memiliki peranan penting di tahun 2025 dalam cara kita berkomunikasi dan berinovasi, untuk itu kemajuan teknologi dan literasi digital mencari fokus kami di IABC. Sebagai komunikator, peran kita adalah juga menyampaikan tujuan yang jelas dan relevan, yang sejalan dengan nilai-nilai organisasi serta para pemangku kepentingannya. Dengan strategi komunikasi yang inklusif, transparan, dan empatik, kita dapat memastikan bahwa setiap pesan tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga mendorong perubahan bermakna untuk mencapai visi bersama.”

International Association of Business Communicators (IABC) – Indonesia Chapter IABC merupakan asosiasi non-profit bagi para praktisi dan profesional komunikasi, termasuk Public Relations, Corporate Affairs, Business Communicators, Corporate Social Responsibility/Sustainability, dan Government Relations untuk menyatukan disiplin profesi berskala global, serta saling berbagi praktik inovatif terbaik melalui pengalaman, berjejaring, dan edukasi. Sedangkan induk dari IABC Indonesia yaitu IABC, yang berkantor pusat di Chicago, negara bagian Illinois, Amerika Serikat, telah berdiri lebih dari setengah abad yang lalu. Sebagai komunitas terbesar di dunia dalam bidang PR dan komunikasi, keanggotaan IABC meliputi lebih dari 40 negara termasuk Indonesia dan memiliki lebih dari 5.000 anggota. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi iabc.com, iabcapac.com, dan iabcindonesia.com.

IABC Indonesia Conference menghadirkan 3 pembicara kunci dan 3 sesi panel dengan narasumber yang kredibel, termasuk pakar PR dari luar negeri, sehingga memberikan wawasan baru dan peluang berjejaring dengan nilai tambah berskala internasional bagi para peserta.

Konferensi IABC Indonesia dibuka dengan pembicara kunci pertama Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, yang mengatakan bahwa komunikasi yang dibutuhkan saat ini adalah komunikasi persuasif, bukan propagandis dan provokatif. “Saya berharap IABC menjadi bagian dari kampanye besar pemerintah untuk menuju Indonesia Emas 2045, yang terlibat aktif dalam yang saya sebut tadi, komunikasi persuasif bukan propagandis dan provokatif. Yang kemudian menyebabkan kita bangun tidur merasa harus cari satu dua musuh, untuk dibully, untuk dikerjain, untuk dimaki-maki. Dan saya percaya (IABC Indonesia – Red) sekarang anggotanya 900 tapi mungkin nanti akan tumbuh jauh lebih besar lagi, para profesional, para business communicator, mungkin para akademisi di bidang komunikasi yang terlibat aktif disini, tidak hanya kemudian berjuang untuk sektor masing-masing, tetapi juga berpikir dalam rangka kemajuan Negara Republik Indonesia”.

Pemaparan sesi panel 1 yang mengangkat topik “Beyond Traditional Communications Through AI-Driven Engagement”, menghadirkan Tyo Guritno, CEO & Co-Founder of Inspigo, menjelaskan bahwa salah satu peran AI dalam Public Relations adalah membantu manajemen krisis media. Inspigo, sebagai platform pembelajaran berbasis AI canggih yang dirancang untuk para profesional, memiliki misi untuk menjadikan pembelajaran lebih mudah diakses, menarik, dan berdampak, sehingga dapat meningkatkan kinerja di tempat kerja. Dalam manajemen krisis media, AI dapat digunakan untuk menyusun respons perusahaan terhadap suatu insiden, sekaligus menjaga citra positif perusahaan dan mengelola pertanyaan kritis dari jurnalis secara efektif. AI tidak hadir untuk menggantikan sentuhan manusia dalam berkomunikasi, tetapi AI hadir untuk memperkuatnya, sehingga kita dapat belajar, tumbuh, dan memberikan kinerja terbaik.

Panelis lainnya Ferro Ferizka, Executive Director Pijar Foundation dalam pemaparannya menuangkan pendapatnya. “Komunikasi adalah hubungan yang sangat personal antara brand dengan audience nya. Al memungkinkan komunikasi yang tailored sesuai data & profil audience. Melipatgandakan dampak dari strategi para profesional di bidang komunikasi” ujar Ferro Ferizka.

Melalui pemaparan yang dilakukan secara online, Distinguished Advisor IABC Indonesia Chapter Adrian Cropley berbagi tentang bagaimana AI mengubah cara perusahaan berkomunikasi secara internal dan eksternal, mengoptimalkan penggunaan kecerdasan buatan untuk memperkuat keterampilan para praktisi Public Relations, serta etika dan tata kelola dalam Public Relations.

Country Community Manager for Canva Jihan Aryani, menyampaikan bagaimana mengoptimalkan pengalaman pengguna dengan AI menggunakan fitur Rangkaian Studio Ajaib untuk membuat desain dengan cepat dan mudah. Canva memiliki fitur seperti Magic Design dan Magic Write, yang dapat menghasilkan desain profesional tanpa perlu keterampilan desain khusus. Sejalan dengan misi Canva untuk “empower the world to design” platform ini bertujuan agar setiap individu mampu menciptakan apa saja, menggunakan berbagai sumber daya, dalam semua bahasa, dan melalui berbagai perangkat.

Dalam sesi panel 2 “Trust in Transparency & Ethics: Authenticity Matters”, Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder dan CEO, LSPR Institute of Communication & Business menyampaikan bahwa dalam membangun reputasi, korporat membutuhkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai yang diperjuangkan perusahaan. Seperti halnya London School of Public Relations (LSPR), yang memprioritaskan peran CEO, manajemen, staf, lulusan, alumni, serta para siswa. LSPR fokus pada prinsip, nilai, kualitas, fasilitas, layanan, dan inovasi. LSPR mengedepankan Sustainable Development Goal 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), SDG 4 (Pendidikan Bermutu), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 10 (Mengurangi Ketimpangan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

EVP Corporate Communication and Social Responsibility, BCA, Hera F. Haryn menyampaikan perspektif BCA dalam konteks “Trust in Transparency and Ethics Authenticity Matters.” Kata Hera, “To build a purposeful reputation is a marathon race. Lace up, run on and mark yours!” Sebagai industri yang regulasinya ketat, BCA menghadapi berbagai tantangan, termasuk batasan dalam metode komunikasi. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas untuk menyampaikan pesan secara efektif. Budaya perusahaan yang kuat, dengan penekanan pada integritas, berperan penting dalam membangun kepercayaan di antara karyawan dan pemangku kepentingan. Perilaku etis memperkuat keandalan dan tanggung jawab, aspek yang sangat penting dalam menjalin hubungan yang kuat dan saling percaya. Selain itu, keaslian menjadi kunci bagi merek untuk menonjol dengan membangun kepercayaan dan meningkatkan keterlibatan pelanggan.

Selain Prita Kemal Gani dan Hera Haryn, Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional Tri Mumpuni turut menyumbangkan pemikirannya. Kata Tri Mumpuni, ”Dewan Pengarah BRIN memiliki tanggung jawab strategis untuk mengarahkan riset dan inovasi nasional ke arah yang relevan dan berdampak besar. Dengan menerapkan transparansi, etika dan otentisitas, BRIN dapat membangun kepercayaan publik, memperkuat kolaborasi dan menciptakan hasil riset yang berkelanjutan dan bermanfaat untuk kemajuan bangsa.”

Panelis Pakar Komunikasi dan Inklusivitas Angkie Yudistia, dalam sesi 3 “Sustainable Speaks: Communications Strategies Amidst Socially Conscious Audiences” berbagi tentang strategi dalam mengomunikasikan keberlanjutan terhadap inklusivitas yang dapat membantu kesejahteraan dan perekonomian di Indonesia. Secara aktif, upaya pengembangan model pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif diwujudkan melalui berbagai program intervensi. Pelaksanaannya didasarkan pada acuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas .

Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin, Manager CSR dan SMEPP PT Kilang Pertamina Internasional Edward Manaor Siahaan dan General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry Priyo Santoso menjadi panelis di dalam sesi ketiga ini.

Corporate Communications Director, Danone Indonesia, Arif Mujahidin, menyampaikan dalam sesi Panel 3 bahwa Danone memiliki misi membawa kesehatan melalui makanan dan kepada sebanyak mungkin orang. Danone Indonesia yang beroperasi di 24 pabrik di seluruh indonesia mendukung nutrisi dan hidrasi konsumen di Indonesia. Danone Indonesia berkomitmen untuk terus berinovasi menyediakan produk berkualitas dan sehat berbasis penelitian dan otoritas terkemuka. Sebagai aksi keberlanjutannya, Danone Indonesia mengurangi emisi karbon sebesar 8.300 ton dan mengurangi jejak karbon yang dihasilkan hingga 32%. Melalui #BijakBerplastik, AQUA memelopori program daur ulang pertama dengan “AQUA Peduli”.

Pada sesi panel 3, Edward Manaor Siahaan, Manager CSR & SMEPP PT Kilang Pertamina Internasional menyampaikan bahwa salah satu wujud komunikasi keberlanjutan dari PT Kilang Pertamina Internasional adalah penerbitan buku ISBN berjudul “Menciptakan Kemandirian untuk Tumbuh Bersama”, yang menginformasikan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan. Dalam strategi komunikasi keberlanjutan, komunikasi ESG menjadi elemen yang semakin penting bagi keberhasilan bisnis, termasuk untuk Kilang Pertamina Internasional. Program Desa Energi Berdikari merupakan wujud komitmen Kilang Pertamina Internasional dalam menyediakan akses energi bersih, tidak hanya untuk operasional perusahaan tetapi juga bagi masyarakat. Program ini mendukung upaya global mencapai Net Zero Emission 2060 melalui pengembangan berkelanjutan dan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan, dengan mengedepankan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Membahas mengenai strategi komunikasi berbasis inklusi sosial sebagai pilar keberlanjutan, VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Saki H. Bramono, yang diwakili oleh GM Corporate Social Responsibility Telkomsel, Andry P. Santoso, mengatakan, “Dalam era di mana kesadaran sosial, lingkungan, dan tata kelola usaha semakin menjadi perhatian utama masyarakat, komunikasi keberlanjutan yang otentik dan berbasis nilai menjadi sangat penting. Sebagai salah satu pilar utama komunikasi Telkomsel kepada publiknya, keberlanjutan telah menjadi bagian dari komitmen penciptaan dampak positif atas proses bisnis perusahaan yang mengedepankan prinsip ESG. Ke depan, kami akan terus menghadirkan inspirasi dan memberdayakan bangsa melalui pemanfaatan teknologi terkini untuk mendukung pembangunan sosial, pelestarian lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, seiring dengan perubahan harapan publik terhadap bisnis yang lebih bertanggung jawab dan inklusif.”

Selain menyelenggarakan konferensi, IABC Indonesia juga menggelar IABC Indonesia Awards yang diikuti oleh berbagai perusahaan untuk meraih penghargaan Impactful Communication Awards dan Impactful Public Relation Awards.

Menteri Komunikasi dan Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Vidia Hafid menyampaikan pidato kunci yang mengapresiasi atas terselenggaranya IABC Indonesia Awards 2024 yang diselenggarakan oleh International Association of Business Communicators Indonesia Chapter. “Acara ini merupakan bukti nyata dari semangat kolaborasi dan juga inovasi yang terus berkembang di dunia komunikasi. Di era yang semakin terkoneksi ini, komunikasi yang efektif dan juga literasi digital yang baik adalah jembatan untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan global. Dengan literasi digital yang kuat, kita bukan hanya menghadapi tantangan, tapi juga menciptakan peluang baru untuk perkembangan ekonomi, pendidikan, dan sosial. Ini adalah pondasi untuk menghadapi masa depan, dimana teknologi dan komunikasi akan semakin saling terhubung. Oleh karena itu, kementerian komunikasi dan digital berkomitmen untuk terus meningkatkan program edukasi literasi digital bagi seluruh elemen masyarakat, untuk menciptakan generasi yang mampu memilah informasi yang valid, menangkal hoax, dan juga menggunakan teknologi untuk menciptakan solusi yang bermanfaat untuk masyarakat.”

Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Emil Elestianto Dardak dalam pidato kunci pada IABC Indonesia Awards 2024 mengatakan,“Di perpolitikan Indonesia, yang berdasarkan pemilihan langsung, termasuk pemilihan presiden, pola-polanya turut berubah, yaitu pola komunikasi, partisipasi publik di dalam politik, serta kebutuhan dan kesadaran sektor publik terhadap komunikasi juga semakin meningkat.”

Lanjutnya, “Dengan demikian, tren yang dirancang IABC dengan purposeful dan impactful communication, benar-benar harus dijalankan, bahwa a good campaign itu memang bukan hanya focusing on one single activity, tapi series of activities yang tujuannya harus jelas. Dengan demikian, memberikan dampak optimal bagi pemangku kepentingannya, dalam hal ini masyarakat luas.”

Para peraih anugerah Awards of Merit dalam kategori Impactful Communications Awards adalah Yayasan Pijar Masa Depan, PT PLN (Persero), PT Pertamina Hulu, dan PT Vale Indonesia Tbk.

Sedangkan para peraih penghargaan Awards of Merit kategori Impactful Public Relations Awards, adalah PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Pertamina (Persero), Sumbawa Timur Mining, PT PLN (Persero), VMCS Advisory Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk, Flashback Motion, PT PLN Energi Primer Indonesia, dan Kandi Imaji (PT Srikandi Imaji Lintaskreasi).

Penghargaan Awards of Excellence kategori Impactful Communications Awards diraih oleh Wartsila, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kal-Ut, PT PLN (Persero) Bapak Darmawan Prasodjo, Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek, PT GLOSKIN, dan Yayasan Filantra.

Peraih Award of Excellence kategori Impactful Public Relations Awards adalah PT Bank Central Asia Tbk, PT Pertamina Hulu Indonesia, dan PT PLN (Persero).

Penerima penghargaan Top 10 IABC Awards 2024 adalah Sumbawa Timur Mining, PT Pertamina Hulu Indonesia, Yayasan Pendidikan Investasi Muda Indonesia, Great Giant Foods, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kal-Ut, PT PLN (Persero) Bapak Gregorius Adi Trianto, PT PLN (Persero), dan Yayasan Pijar Masa Depan.

IABC-Indonesia-Conference-and-Awards-2024-Press-Release

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:
Email: info@iabcindonesia.com
Website: iabcindonesia.com
Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin: @iabcindonesia

IABC Webinar Sustainability ESG Series: Examining the Development of Sustainability Commitments in Indonesia for the Net Zero Emission (NZE) Target

August 10, 2024

IABC Webinar Sustainability ESG Series:

Examining the Development of Sustainability Commitments in Indonesia for the Net Zero Emission (NZE) Target

Jakarta, July 16 2024 – The commitment to sustainability of Net Zero Emission (NZE), which first appeared at the Conference of the Parties (COP 21) in 2015, spawned the Paris Agreement which was agreed upon by 197 countries, including Indonesia, to maintain an increase in global average temperature to 2 C compared to pre-industrial period and as much as possible keep the temperature increase from exceeding 1.5 C. In preventing extreme climate change, the world NZE agreement is to achieve the NZE target by 2050, while Indonesia has a target to achieve NZE by 2060.

International Association of Business Communicators (IABC) – Indonesia Chapter, as part of the IABC based in Chicago, Illinois, United States, also pays special attention to the development of sustainability efforts in the country, including in the Environment, Social and Governance pillars ( ESG), especially how to communicate, public relations, and public affairs can play an active role in voicing sustainability actions.

Elvera N. Makki, MBA, ABC, SCMP, Presiden International Association of Business Communicators (IABC) – Indonesia Chapter, stated, “IABC Indonesia is concerned with sustainability, including ESG in Indonesia, because of its enormous impact on human life now and in the future. The role of communication is very important to voice sustainability actions and increase public awareness, as well as corporations across sectors to jointly play an active role in achieving the Net Zero Emission target in Indonesia by 2060. “For this reason, we are holding this forum as a regular discussion with sustainability leaders and professionals, so that as communication practitioners, we understand and can help disseminate important information related to this crucial topic.”

IABC (International Association of Business Communicators) – Indonesia Chapter held a webinar “IABC Power Brain Communication Webinar 2024: Sustainability and ESG Series” with the theme “Net Zero Emission’s Targets and Updates”, presenting leading sources from various industrial sectors, namely Warsono, Executive Vice President Electricity System Planning, PT PLN (Persero), Nurdiana Darus, Head of Sustainability Corporate Affairs, PT Unilever Indonesia, Tbk. and Febron Siregar, Sales Director Indonesia, Wärtsilä Energy.
Webinar ini juga dimoderatori oleh
Elvera N. Makki, Communications Social Impact Advisor VMCS Public Relations, and also President of IABC Indonesia.In discussions held online, Warsono, Executive Vice President Electricity System Planning,, PT PLN (Persero), explained the energy transition strategy from the electricity sector that is sustainable and just, “Each country has a different strategy in the energy transition, depending on the conditions of each country. In Indonesia, we have four technology pillars to accelerate the development of renewable energy with a gradual reduction in coal use scenario.”

The first pillar is related to the target of increasing renewable energy capacity by 75% and gas-based energy by 25% by 2040. PLN is also working on a super grid, as the second pillar, where the transmission network is used as a enabler which addresses the mismatch between new and renewable energy potential and demand centers. The third pillar focuses on the massive use of solar and wind power penetration in the electricity system through flexible and flexible generation smart grid. Lastly, the pillars green emerging technology, which maximizes storage usage, CCS/CCUS, Co-firing Hydroge, Ammonia, and new energy such as nuclear.

Nurdiana Darus, Head of Sustainability Corporate Affairs, PT Unilever Indonesia stated, “Unilever is committed to achieving targets Net Zero Emission in 2039, with real and measurable action in 9 (nine) areas along the company’s business chain in stages up to 2030, including those related to suppliers, raw materials, packaging design and storage, to logistics.”

Nurdiana also explained in detail the sustainability targets in each scope 1, 2, and 3, which focus on reducing emissions and decarbonization, “Unilever’s ambition towards Net Zero Emission included in Climate Transtition Action Plan (CTAP). In the period between 2025-2023, we have reduced 89.45% of carbon emissions during operationalization, installation of solar panels in several factories in August 2023 with a capacity of 2.5MWp, with a reduction in CO2 emissions of up to 1,500 tonnes per year, equivalent to planting 20,000 trees. “This installation is the largest in the Jababeka area.”

Febron Siregar, Sales Director Wärtsilä Energy said, “Wärtsilä has a decarbonization target in 2030. In line with the increasing amount of renewable energy, flexible balancing solutions are needed to ensure the stability and reliability of this renewable energy, whose capacity is expected to increase 8x by 2050.”He added, “To achieve Net Zero Emission by 2050, renewable energy must provide 89% of the world’s electricity supply. Choosing flexible and appropriate technologies for power systems is essential to maintaining a stable and reliable electricity supply. Wärtsilä recently launched the world’s first large-scale hydrogen power plant, addressing the need for decabornization in the energy sector.”

The three speakers agreed that to achieve the Net Zero Emission target, cooperation, collaboration and harmony across sectors and across stakeholders are needed, “Communication plays a key role so that sustainability goals can be achieved according to the planned time, so that IABC Indonesia also supports it through discussions and dialogue. “held regularly in our forums,” concluded Elvera Makki.

IABC Webinar Sustainability & ESG Series

For further information, please contact: Email: info@iabcindonesia.comWebsite: iabcindonesia.com Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin: @iabcindonesia

IABC Indonesia Mid-Year Conference 2023: Sustainability Today, Legacy for Tomorrow

November 27, 2023

IABC Indonesia Mid-Year Conference 2023:
Communicating for Impact

Sustainability Today, Legacy for Tomorrow

Jakarta, 14 July 2023 – Sustainability has gained significant attention globally, including in Indonesia, in recent years. Urgent issues and challenges related to extreme climate change, biodiversity loss, social and gender inequality, diversity, and inclusivity challenges, have become critical problems for organizations, governments, and individuals. Various institutions are working to address these challenges and create a more sustainable future for the next generations.

IABC Indonesia Mid-Year Conference 2023, themed “Sustainability Today, Legacy for Tomorrow,” was held on Friday, 14 July 2023, at Westin Hotel, Jakarta, with high-rank government officials and prominent communications leaders presenting their expertise and thoughts. “This conference aims to disseminate information, foster discussions, and raise awareness of sustainability issues and how communications play greater roles in achieving sustainability’s objectives,” said Elvera N. Makki, ABC, SCMP, President of the IABC Indonesia Chapter.

IABC Indonesia Mid Year Conference 2023
Ir. Bambang Susantono, MCP., MSCE., Ph.D., Chairman of the Nusantara National Capital Authority (center), Emil Elestianto Dardak, Vice Governor of East Java, RI (second from right), Elvera N. Makki, ABC, SCMP, President, IABC Indonesia Chapter, and Founder & CEO, VMCS Advisory Indonesia (second from left), Ninesiana Saragih, Director of Social Media and Content, IABC – Indonesia Chapter (right), Jeanekewaty Sindy Niode, Director of Sponsorship and Events, IABC – Indonesia Chapter (left), Cazadira F. Tamzil, Director of Public Policy, Pijar Foundation (third from right) at the IABC Mid-Year Conference 2023 in Jakarta, Friday (14/7/2023).

In a groundbreaking move towards combating climate change and fostering sustainability in Indonesia, the big project of the nation is to move the capital city in Jakarta to a new place on Borneo island (Kalimantan) named Nusantara. The appointed Head of IKN (Ibu Kota Nusantara/Nusantara Capital City) is the Keynote Address, Ir. Bambang Susantono, MCP., MSCE., Ph.D., Chairman of the Nusantara National Capital Authority. During his speech, he highlighted that the Indonesian government is building the Nusantara National Capital in East Kalimantan, focusing on being Green, Smart, Inclusive, Resilient, and Sustainable. “This groundbreaking concept aims to create a smart and sustainable forest city, which is the first in the world, with 65 percent of the 256.000-hectare Nusantara National Capital area transforming into tropical forests,” said Bambang.

IABC Indonesia Mid Year Conference 2023

He further emphasized that the development of IKN aligns with global targets, particularly in addressing climate change. IKN is set to become Indonesia’s first city to have a Locally Determined Contribution (LDC), signifying its commitment to take climate action at the city level. This LDC will further contribute to Indonesia’s Determined National Contribution in meeting the climate targets in the Paris Agreement. The driving force behind this transformative project is the passionate vision of creating a sustainable forest city, with the ambitious goal of making the Nusantara National Capital the first carbon-neutral city in Indonesia by 2045.

IABC Indonesia Mid Year Conference 2023
The morning session was filled with enthusiasm to learn more about Sustainability topics.

Based on a survey conducted by IABC Indonesia over nine days (June 28 to July 7, 2023) among 127 Gen-Z respondents aged 19-26 in Indonesia and abroad, they were revealed that over 90% agreed that environmental protection should be a priority for the government and society. They also recognized the importance of empathy towards vulnerable and minority groups, including people with disabilities, and acknowledged the significant role of communication in raising awareness of sustainability.

The survey also indicates that Gen-Z influences other age groups to contribute to a sustainable lifestyle. To carry out concrete actions for sustainability, as many as 90.6% of Gen-Z respondents stated that they would voluntarily participate. 40.2% of respondents would feel guilty if they could not participate, and 60.6% would feel happy if they could directly involved.

IABC Indonesia Mid Year Conference 2023
Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder & CEO, LSPR Institute of Communication and Business (center), Saptono Adi Junarso, SEVP Bursa Efek Indonesia (IDX - Indonesia Stocks Exchange) (second from right), Jongki Jujono Widjaja, Partner, Ernst and Young Indonesia (third from right), Elvera N. Makki, ABC, SCMP, President, IABC Indonesia Chapter, and Founder & CEO, VMCS Advisory Indonesia (third from left), Cylvie Nuraini, Founder & CEO Aurum Group (second from left), Jeanekewaty Sindy Niode, Director of Sponsorship and Events, IABC – Indonesia Chapter (left), Ninesiana Saragih, Director of Social Media and Content, IABC – Indonesia Chapter (right) at the IABC Mid-Year Conference 2023 in Jakarta, Friday (14/7/2023).

Elvera added, “IABC has a position as a catalysator to accelerate the achievement of Sustainability goals in Indonesia through effective and impactful communication. This conference aims to enable participants to apply the concept of “3 More”, which is to learn more, to listen more, and afterward, to do more Sustainability actions.”

IABC Indonesia Mid Year Conference 2023
Appreciation to Dito Ariotedjo, Minister of Youth and Sports, RI (right), given by Elvera N. Makki, ABC, SCMP, President, IABC Indonesia Chapter, and Founder & CEO, VMCS Advisory Indonesia (left) at IABC Mid-Year Conference 2023 in Jakarta, Friday (14/7/2023).

Dito Ariotedjo, Minister of Youth and Sports, Republic of Indonesia, expressed his appreciation to IABC Indonesia that formed Gen Z Circle in the session themed Together for a Sustainable Future, “The government appreciates the IABC Indonesia initiative for holding the IABC Mid-Year Conference 2023 engaging young professionals. This conference is attended by many young people who are urged to comprehend what Sustainability can do for their future and the importance of Communications to help increase awareness of the topic,” he said.

IABC Indonesia Mid Year Conference 2023
IABC Indonesia Mid Year Conference 2023
Elly Mustrianita, Director of Corporate Communication, PZ Cussons Indonesia (second from right), Melanie Masriel, Chief of Corporate Affairs, Engagement and Sustainability, L'Oréal Indonesia (right), Arif Mujahidin, Corporate Communications Director, Danone Indonesia (second from left) and Elke Alexandrina, Full-time lecturer, LSPR (left) in PR Campaign to Drive Sustainability at the IABC Mid-Year Conference 2023 in Jakarta, Friday (14/7/2023).

Usman Kansong, Director General of Information and Public Communication of the Ministry of Communication and Informatics, Republic of Indonesia, said that awareness of sustainability practices might be limited by the general public, not even a priority in everyday life. “The steps taken by IABC to play a role in driving the success of Sustainability practices are things that we must support together,” said Usman.

IABC Indonesia Mid Year Conference 2023
Usman Kansong, Director General of Information and Public Communication, Ministry of Communication and Informatics, Republic of Indonesia (center), Emil Elestianto Dardak, Vice Governor of East Java, Republic of Indonesia (second from right), Elvera N. Makki, ABC, SCMP, President, IABC Indonesia Chapter, and Founder & CEO, VMCS Advisory Indonesia (second from left), Jeanekewaty Sindy Niode, Director of Sponsorship and Events, IABC – Indonesia Chapter (left) and Ninesiana Saragih, Director of Social Media and Content, IABC – Indonesia Chapter (right) at IABC Mid-Year Conference 2023 in Jakarta, Friday (14/7/2023).

Emil Elestianto Dardak, Vice Governor of East Java, added, “Public communication in addressing complex issues is a must as part of strategic communications, especially through technological advancement on digital and social media. For Gen Z and Millenials, open communications build trust and credibility; thus, it encourages them to partake instead of being apathetic. A forum provided by IABC in this conference is one of the best examples to interact with speakers and among participants to help increase understanding and find solutions toward Sustainability concerns.”

IABC Indonesia Mid-Year Conference presented two (2) Keynote Addresses, two (2) Special Addresses, and three (3) Plenary Sessions, a total of twelve (12) prominent speakers in a full-day event attended by around 200 participants joining offline and online. The event was successful, with a 90% satisfaction rate according to a survey of participants and sponsors conducted post-event.

Several pictures captured from various social media posts by participants and sponsors:

For further information, please contact:
Email: info@iabcindonesia.com
Website: iabcindonesia.com
Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin: @iabcindonesia