Telkomsel Perkuat Kepercayaan Digital dan Komunikasi Keberlanjutan di IABC Indonesia Conference 2025

Februari 1, 2026

IABCINDONESIA.COM, JAKARTA — Telkomsel menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem digital yang tepercaya dan berkelanjutan melalui komunikasi strategis yang transparan dan bertanggung jawab. Hal ini disampaikan dalam sesi panel bertema “Technology & Sustainability: Communicating Purpose for Digital Impact” pada IABC Indonesia Conference 2025 yang mengangkat tema besar “Strategic Communications at the Heart of Trust, Humanity, and Digital Impact.”

Dalam forum tersebut, Telkomsel hadir sebagai narasumber utama yang diwakili oleh Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel. Sesi ini menjadi ruang diskusi strategis bagi para pemimpin komunikasi untuk membahas bagaimana perusahaan dapat mengomunikasikan tujuan keberlanjutan secara lebih efektif, sekaligus memperkuat kepercayaan publik di tengah percepatan transformasi digital.

Dalam pemaparannya, Fahmi menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam membangun kepercayaan melalui komunikasi yang terbuka dan akuntabel. “Kepercayaan adalah fondasi utama dalam menciptakan dampak digital yang berkelanjutan. Tanpa komunikasi yang transparan, teknologi tidak akan memberikan nilai maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Telkomsel-Perkuat-Kepercayaan-Digital

Mengangkat tema “Trusted Connection: Empowering Indonesia’s Digital Future”, Telkomsel menegaskan perannya sebagai penyedia layanan digital terbesar di Indonesia yang terus mendorong konektivitas inklusif di seluruh wilayah. Sejalan dengan visinya, Telkomsel berkomitmen memberdayakan masyarakat untuk terhubung dan berkolaborasi dengan membuka berbagai peluang melalui teknologi digital.

Saat ini, Telkomsel telah melayani lebih dari 157 juta pelanggan mobile dan menjangkau 97% populasi Indonesia dengan jaringan 4G, serta terus memperluas cakupan 5G di berbagai kota strategis. Infrastruktur digital yang kuat ini menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional sekaligus memastikan akses yang lebih merata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Fahmi juga menyoroti pentingnya integrasi antara tata kelola perusahaan yang baik, perlindungan data, serta inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan trusted digital ecosystem, Telkomsel memastikan bahwa setiap inovasi teknologi tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Telkomsel-Perkuat-Kepercayaan-Digital

Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, memaparkan layanan Telkomsel yang menjangkau 97% populasi Indonesia. Melalui pendekatan trusted digital ecosystem, Telkomsel memastikan bahwa setiap inovasi teknologi tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerangka ESG (Environmental, Social, and Governance) yang komprehensif, mencakup inisiatif lingkungan seperti program Telkomsel Jaga Bumi, pengembangan talenta digital melalui IndonesiaNEXT dan NextDev, hingga perlindungan data pelanggan melalui Telkomsel Jaga Data. Pendekatan ini menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya menjadi agenda tambahan, melainkan inti dari strategi bisnis perusahaan.

Partisipasi Telkomsel dalam IABC Indonesia Conference 2025 mencerminkan peran aktif perusahaan dalam mendorong praktik komunikasi strategis yang tidak hanya membangun reputasi, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang nyata. Ke depan, Telkomsel akan terus memperkuat komunikasi berbasis tujuan (purpose-driven communication) untuk memastikan bahwa transformasi digital berjalan seiring dengan nilai kemanusiaan, kepercayaan, dan keberlanjutan.

Elnusa Petrofin Sabet Best Digital Public Relations Program di IABC Indonesia Awards 2025: Dari “Energi Kebersamaan” Menjadi Narasi Publik yang Berpengaruh

Januari 31, 2026

IABCINDONESIA.COM, JAKARTA – PT Elnusa Petrofin menorehkan prestasi gemilang di ajang IABC Indonesia Awards 2025, dengan meraih salah satu skor tertinggi berdasarkan hasil presentasi capaian dan sesi diskusi dengan dewan juri. Elnusa Petrofin berhasil masuk dalam jajaran Top 10 dan Awards of Exellence dalam kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA) untuk sub-kategori Best Digital Public Relations Program.

Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi sektor energi, Elnusa Petrofin menawarkan sesuatu yang berbeda melalui kampanye “Menghantarkan Energi Kebersamaan”. Sebagai bagian dari pendekatan komunikasi yang berpusat pada manusia (human-centered), perusahaan memilih mengangkat kisah para Awak Mobil Tangki (AMT), yaitu pekerja di garis depan distribusi BBM yang memastikan kelancaran mobilitas nasional khususnya selama Ramadan dan Idul Fitri. Di saat jutaan orang merayakan waktu bersama keluarga, para AMT sebagai ujung tombak distribusi energi justru memastikan pasokan energi nasional tidak terputus.

Awak Mobil Tangki (AMT) yang berjasa dalam pelayanan distribusi BBM di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri.

Kampanye ini lahir dari observasi mendalam atas kesenjangan narasi publik. Selama ini, diskursus ketahanan energi lebih banyak menyoroti kebijakan dan institusi, namun jarang mengangkat peran krusial pekerja lapangan yang menjaga rantai distribusi tetap bergerak. Melihat ruang naratif tersebut, Elnusa Petrofin menghadirkan rangkaian komunikasi digital yang memadukan data, visual kuat, dan storytelling humanis untuk menciptakan dampak reputasi yang konsisten.

Dengan pendekatan 3E (Engineering, Education, dan Enforcement), perusahaan membangun sistem komunikasi yang transparan, edukatif, dan diperkuat partisipasi aktif dari pekerja internal. Konten dikurasi dari data operasional, pengalaman AMT, hingga dokumentasi lapangan, kemudian disebarkan melalui media Tier 1, Instagram, YouTube, dan kanal internal perusahaan, dimana keseluruhannya menghasilkan kampanye yang terintegrasi dari perencanaan hingga publikasi.

Capaian ini membuktikan bahwa komunikasi strategis yang berbasis insight dan empati dapat menciptakan resonansi publik yang kuat, bahkan di sektor energi yang selama ini dianggap teknis dan jauh dari sisi emosional.

“Elnusa Petrofin mampu menghadirkan komunikasi yang efektif melalui storytelling yang kuat. Cerita-cerita ini melahirkan awareness publik bahwa ada pejuang energi yang bekerja di balik layar,” ujar Jeane Niode, Ketua dan Dewan Juri IABC Indonesia Awards 2025.

PT Elnusa Petrofin saat sesi penjurian IABC Indonesia Awards 2025

Presiden IABC Indonesia, Elvera Makki, turut memberikan apresiasi terhadap kemampuan Elnusa Petrofin mengubah aspek operasional menjadi narasi humanis yang dapat diterima publik luas, “Saya sangat menyukai jargon Anak Mobil Tangki (AMT). Kampanye ini benar-benar terlihat terintegrasi, kuat secara digital dan diperkuat dengan pemberitaan media,” ungkapnya.

“Penghargaan ini bukan semata-mata pengakuan atas program strategi komunikasi yang kami jalankan, melainkan validasi atas filosofi kami bahwa energi adalah tentang manusia, tanggung jawab, dan keberlanjutan. ‘Menghantarkan Energi Kebersamaan’ adalah refleksi dari komitmen kami untuk menghadirkan energi yang tidak hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga menguatkan ikatan sosial dalam masyarakat.”, ujar Doni Indrawan, Direktur Utama PT Elnusa Petrofin usai menerima penghargaan.

PT Elnusa Petrofin bersama perwakilan dewan juri dan seluruh institusi penerima penghargaan kategori Top 10 dan Awards of Excellence IABC Indonesia Awards 2025.

Pencapaian ini menegaskan bahwa Elnusa Petrofin tidak hanya berperan dalam menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga dalam membangun komunikasi yang modern, transparan, dan human-centered. Narasi berbasis empati menjadi elemen penting untuk memperkuat kepercayaan publik di tengah dinamika industri energi yang terus berubah.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Bank Mandiri Perkuat Transformasi Digital dan Agenda ESG: Strategi Tiga Pilar untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Desember 10, 2025

IABCINDONESIA.COM — Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi, etika komunikasi, dan percepatan digitalisasi layanan keuangan, Bank Mandiri menegaskan komitmennya melalui pendekatan ESG yang terstruktur dan komunikasi korporasi yang semakin strategis. Momentum tersebut dipertegas lewat dukungan Bank Mandiri terhadap IABC Indonesia Conference & Awards 2025, sebuah ajang yang menempatkan trust, humanity, and digital impact sebagai fondasi komunikasi modern. Tema ini selaras dengan arah transformasi Bank Mandiri yang tengah mempercepat inovasi digital sekaligus memperkuat akuntabilitas keberlanjutan.

Bank Mandiri menjalankan tiga pilar ESG, yaitu Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking, yang tidak hanya menjadi kerangka kerja keberlanjutan, tetapi juga mencerminkan bagaimana perusahaan menempatkan kepercayaan dan akuntabilitas sebagai inti strategi komunikasinya. Ketiga pilar ini menjadi relevan dengan isu-isu strategis yang diangkat dalam konferensi IABC 2025, mulai dari literasi digital, penguatan kepercayaan publik, hingga komunikasi ESG yang otentik dan terverifikasi.

Transformasi digital Bank Mandiri menjadi salah satu bukti bagaimana perusahaan menempatkan digital impact sebagai motor penguatan hubungan dengan nasabah. Layanan seperti Livin’ by Mandiri, Livin’ Merchant, dan Kopra by Mandiri tidak hanya memperluas akses keuangan, tetapi juga mengedepankan desain yang intuitif untuk memastikan pengalaman pengguna yang inklusif dan berempati. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga kuartal III 2025 yang didorong oleh penetrasi layanan digital menjadi indikator bahwa pendekatan ini efektif membangun kepercayaan publik di era mobile-first.

Langkah digitalisasi ini sangat relevan dengan diskusi IABC 2025 mengenai bagaimana teknologi, bila dikomunikasikan dengan tepat, dapat memperkuat legitimasi korporasi. Transformasi digital bukan hanya soal inovasi, melainkan bagaimana perusahaan menjelaskan manfaatnya secara transparan agar nasabah memahami nilai tambah yang mereka terima.

Bank Mandiri memperkuat transparansi kinerja dan komitmen tata kelola melalui paparan publik Laporan Keuangan Triwulan III/2025 yang dihadiri jajaran direksi di Jakarta pada Senin, 27 Oktober 2025.

Dukungan Bank Mandiri terhadap IABC Indonesia Conference 2025 menegaskan pendekatan komunikasi yang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi. “Membangun kepercayaan di era digital dimulai dengan menempatkan kemanusiaan sebagai inti dari setiap inovasi. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip ESG dalam praktik bisnis kami, Bank Mandiri terus berkembang dalam menciptakan dampak digital yang memberdayakan masyarakat, memperkuat komunitas, dan menjaga keberlanjutan masa depan bersama,” ujar Monica Yoanita Octavia, Senior Vice President of Environmental, Social & Governance (ESG) Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Di pilar Sustainable Banking, Bank Mandiri memperkuat pembiayaan hijau dan mendorong transisi energi bersih — inisiatif yang membutuhkan komunikasi ESG yang terukur dan akuntabel agar publik dapat melihat dampaknya secara nyata. Seperti yang dibahas dalam IABC Indonesia Conference 2025, keberlanjutan membutuhkan narasi yang transparan, berbasis data, dan berfokus pada manfaat publik.

Sementara itu, pilar Sustainable Operation diwujudkan melalui efisiensi energi dan digitalisasi proses internal. Perubahan ini tidak hanya mengurangi jejak karbon operasional, tetapi juga meningkatkan efisiensi komunikasi internal dan tata kelola. Transformasi internal berbasis teknologi menjadi relevan dengan gagasan digital impact yang dikupas para pembicara IABC: bahwa teknologi yang terintegrasi dengan baik memperkuat konsistensi pesan dan integritas data perusahaan.

Bank Mandiri memperkuat komitmen keberlanjutan melalui inisiatif Mandiri Looping for Life pada Sabtu, 15 November 2025, yang ditandai dengan penanaman pohon mangrove bersama Bintan Resort Cakrawala di kawasan Lagoi Bay, Bintan.

Pilar Sustainability Beyond Banking membuka ruang bagi Bank Mandiri untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas — mulai dari literasi keuangan, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), hingga program inklusi digital di berbagai daerah. Inisiatif-inisiatif ini menjawab tema humanity yang menjadi sorotan utama konferensi IABC: bagaimana komunikasi yang empatik dan berbasis solusi dapat memperkuat resiliensi sosial dan membangun kepercayaan jangka panjang.

Secara keseluruhan, pendekatan Bank Mandiri dalam menyampaikan kinerja, inovasi, dan komitmen ESG menunjukkan bahwa komunikasi keberlanjutan memainkan peran krusial dalam memperkuat hubungan perusahaan dengan publik. Komunikasi bukan lagi sekadar alat penyampaian informasi, tetapi sebuah strategi yang membangun kepercayaan dan mempertahankan relevansi di tengah perubahan budaya dan perilaku digital.

Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki (President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact), Prof. Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia), Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, (Wakil Menteri Kesehatan, Republik Indonesia), Dr. Ir. Emil Elestianto Dardak, B.Bus, M.Sc., Ph.D, (Wakil Gubernur Jawa Timur), Shanti Ruwyastuti (Board of Director IABC Indonesia), Dwi Fatan Lilyana Direktur SDM dan Umum PT. Pelabuhan Indonesia (Persero)

President IABC Indonesia, Elvera N. Makki, menegaskan pentingnya komunikasi yang beretika dan human-centered. “Kami mengapresiasi dukungan Bank Mandiri dalam memperkuat ekosistem komunikasi strategis di Indonesia. Komitmen ini menjadi contoh bagaimana institusi besar dapat memainkan peran penting dalam memajukan praktik komunikasi yang transparan, etis, dan berorientasi keberlanjutan.”

Diskusi dan sesi panel di konferensi IABC menghadirkan perspektif penting dari pemerintah, sektor korporasi, akademisi, dan lembaga sosial mengenai literasi digital, komunikasi ESG, perubahan perilaku masyarakat, serta standar baru transparansi korporasi. Semua ini sejalan dengan pergeseran besar di industri perbankan: bahwa keberlanjutan dan transformasi digital hanya akan bermakna bila dikomunikasikan dengan jujur, jelas, dan berorientasi pada publik.

Dukungan Bank Mandiri terhadap IABC Indonesia Conference and Awards 2025 mencerminkan keselarasan visi keduanya: memperkuat praktik komunikasi strategis yang etis, relevan, dan berdampak. Melalui komitmen ini, Bank Mandiri menunjukkan bahwa kinerja finansial bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Kepercayaan publik, integritas komunikasi, serta dampak sosial dan digital menjadi pilar penting dalam membentuk masa depan industri perbankan Indonesia.

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI: Komunikasi Strategis Berbasis Kemanusiaan

Desember 8, 2025

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI: Komunikasi Strategis Berbasis Kemanusiaan

Konferensi Komunikasi Berpengaruh di Penghujung Tahun Ini, IABC Indonesia Conference and Awards 2025 Hadir dengan Fokus pada Kepercayaan, Kemanusiaan, dan Dampak Digital

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 1: Keynote speakers bersama Boards of Directors IABC Indonesia. Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki, President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact, Prof. Stella Christie Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, Shanti Ruwyastuti Board Member IABC Indonesia, Dwi Fatan Lilyana Direktur SDM dan Umum PT. Pelabuhan Indonesia (Persero).

Jakarta, 8 Desember 2025 – Di tengah percepatan teknologi dan pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) yang mengubah dinamika komunikasi global, International Association of Business Communciators (IABC) Indonesia, menyoroti masa depan kepercayaan publik di era AI yang semakin rentan dengan deepfakes. Pada acara IABC Indonesia Conference and Awards yang diadakan setiap tahun sejak 2022, kali ini fokus diskusi menitikberatkan pada komunikasi strategis berbasis kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital, dengan menghadirkan narasumber terkemuka dari sektor pemerintahan, swasta, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas.

Elvera N. Makki, President IABC Indonesia dan Founder & CEO VMCS Communications and Social Impactmenegaskan bahwa kepercayaan publik kini merupakan mata uang utama kepemimpinan modern, “Dalam ekosistem digital, teknologi dapat mempercepat pesan, tetapi hanya kemanusiaan yang dapat memperdalam makna. Di era AI, komunikasi strategis tidak cukup hanya akurat, namun harus empatik, etis, dan berpihak pada hak asasi manusia.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 2: Catatan dari Elvera N. Makki (President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact) yang secara resmi membuka Conference 2025 dengan pesan kuat bahwa komunikasi yang berakar pada kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital adalah fondasi kepemimpinan yang mampu benar-benar menginspirasi tindakan.

Survei terbaru dari Boston University Communication Research Center pada 2025 menemukan bahwa empat dari lima orang mendukung adanya perlindungan ketat terhadap deepfakes berbasis AI di media sosial, dan mayoritas publik menginginkan platform media sosial bertanggungjawab lebih aktif dalam memoderasi minsinformasi tanpa harus bergantung penuh pada sensor pemerintah. Temuan ini menegaskan bahwa isu kepercayaan publik di era AI bukan sekedar wacana, melainkan agenda strategis global.

Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Riset (Dikti Saintek) RI saat hadir di IABC Indonesia Conference menyampaikan keynote speech di depan ratusan business communicators tentang pentingnya membangun pemikir digital yang berpusat pada manusia. Ia menekankan bahwa penyebaran hoaks yang masif terjadi di ranah digital harus terus dilawan melalui edukasi, riset, dan bukti empiris, agar berbagai tantangan akurasi informasi dan komunikasi di Indonesia dapat ditumpas secara signifikan, “Hoaks merupakan ancaman yang sangat besar dan salah satu yang paling serius di Indonesia. Ajang IABC Indonesia Conference ini merupakan saat yang tepat untuk kita bicarakan bersama.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 3: Pemaparan dari keynote speech 2 oleh Prof. Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia). Dalam pidatonya, Prof. Stella menekankan pentingnya membentuk pemikir digital yang berpusat pada manusia. Ia menyampaikan bahwa informasi di ruang digital sangat mempengaruhi cara masyarakat memproses pesan, terutama terkait hoaks. Tantangan ini perlu terus diedukasi dan diatasi bersama, dengan mendorong penggunaan riset dan bukti empiris untuk menjawab berbagai persoalan di Indonesia maupun dunia.

Pertama, tegasnya, mengapa orang-orang menyebarkan hoaks, termasuk kita mungkin salah satunya yang pernah melakukannya. Kedua,  dari jawaban pertama, lalu tindakan apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi hal ini, karena ini adalah masalah besar.

“Lebih dari 1.100 pakar dari 136 negara menempatkan misinformasi dan disinformasi sebagai salah satu ancaman paling serius saat ini. AI mempermudah pembuatan berita hoaks, dan dalam satu tahun terakhir, penyebaran informasi palsu dengan teknologi AI meningkat hingga 2x lipat dalam satu tahun terakhir,” ungkap Prof. Stella. Terdapat empat alasan mengapa percaya hoaks, yang dijabarkan satu-persatu oleh beliau dalam forum ini, yaitu dilihat dari sisi political partisanship, cognitive reflection, prior knowledge, dan heuristic.

Fast-checking adalah tindakan yang selama ini kita lakukan untuk mengentaskan hoaks. Namun terdapat solusi perilaku yang patut dilakukan, yaitu solusi proaktif “prebunking”, accuracy nudge, solusi sistemik wisdom of crowd, dan solusi jangka panjang, yaitu edukasi,” papar Prof. Stella, “Masalah inti model bisnis berbagai platform media sosial adalah memonetisasi perhatian, dimana algoritma dirancang untuk memaksimalkan engagement, bukan akurasi.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 4: Sambutan keynote speech 3 oleh Bapak Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, pada IABC Indonesia Awards 2025. Beliau menekankan bahwa tantangan terbesar komunikasi saat ini adalah framing di ruang digital, di mana informasi faktual bisa berubah persepsinya dan berdampak negatif pada organisasi atau brand. Karena itu, kita harus waspada dan sigap mengantisipasi dinamika ini, serta tidak mengabaikan media sosial sebagai ruang berkembangnya berbagai narasi.

Melanjutkan sesi Prof. Stella, Dr. Ir. Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, yang juga hadir menyampaikan keynote speech menekankan tantangan terbesar komunikasi saat ini adalah framing di ruang digital. Informasi bisa saja faktual, namun ketika dibingkai berbeda, persepsinya dapat berubah dan berdampak negatif pada organisasi maupun brand. Framing yang dilakukan secara cepat untuk kepentingan engagement di media sosial tanpa verifikasi, mengorbankan banyak pihak, tak hanya politisi dan pejabat publik, namun juga dunia usaha, bahkan hingga UMKM. Karena itu, ujarnya, kita harus waspada dan sangat berhati-hati dalam merespons dinamika ini, “Realita yang kita hadapi sekarang tentang framing, sangat kontekstual dengan tema konferensi ini, yaitu Strategic Communications at the Heart of Trust, Humanity, and Digital Impact. Nyambung banget. Saat kita ingin meraih kepercayaan namun tidak paham cara menciptakan dampak secara digital, maka upaya tersebut sulit tercapai. Kita harus bisa mengantisipasi derasnya hoaks dan framing, dengan kesigapan, namun juga hati-hati.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 5: Pembicara kunci Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya komunikasi kesehatan yang transparan dan mudah dipahami di tengah era misinformasi untuk membangun kepercayaan publik. Menurutnya, perubahan perilaku tidak bisa instan, masyarakat perlu merasa terhubung secara emosional. Karena itu, komunikasi harus disertai data yang akurat, lahir dari empati dan kisah nyata, bukan sekadar angka.

Berbicara mengenai humanity atau kemanusiaan, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan, RI yang turut hadir sebagai keynote speaker menyatakan pentingnya komunikasi kesehatan dalam membangun kepercayaan publik untuk hidup yang lebih baik, “Kepercayaan adalah aset yang paling berharga di dalam dunia kesehatan sekaligus yang paling rapuh. Untuk itu, pembenahan perlu dilakukan di semua sektor di bidang kesehatan. Kementerian Kesehatan terus memperkuat komunikasi publik yang transparan, mudah dipahami serta menyentuh hati masyarakat karena perubahan sistem pola hidup tidak bisa seperti membalik tangan, sebelum tersentuh hatinya. Karena itu, saya menyambut baik tema yang diselenggarakan IABC untuk mengangkat topik komunikasi di bidang kesehatan.”

Lanjutnya, komunikasi tidak hanya membutuhkan penyajian data yang akurat, namun dibutuhkan empati dan kisah nyata dari berbagai sumber lapisan masyarakat, terutama bagi yang sedang berjuang di pelosok terpencil Indonesia. Kemampuan mengubah statistik menjadi cerita dan empati, itulah hal yang paling esensial untuk diperankan sektor komunikasi publik, terutama komunikasi digital, “Saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap IABC yang telah membangun komunikasi kesehatan, yang tidak hanya akan terbatas di ruang ini, namun dapat menjangkau ruang publik yang lebih luas.” ujar Prof. dr. Dante.  

Sementara itu Bank Mandiri melihat penguatan inovasi digital sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan mendorong akselerasi ekonomi nasional. Dengan mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam pengembangan layanan, Bank Mandiri membangun ekosistem finansial yang lebih efisien, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi, sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi rumah tangga, UMKM, dan sektor produktif yang menjadi pendorong pertumbuhan PDB.

Pemanfaatan teknologi untuk literasi, transparansi transaksi, dan mitigasi risiko juga mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian global, sehingga inovasi digital dapat memberikan multiplier effect bagi keberlanjutan ekonomi jangka Panjang. “Membangun kepercayaan di era digital dimulai dengan menempatkan kemanusiaan sebagai inti dari setiap inovasi. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip ESG dalam praktik bisnis kami, Bank Mandiri terus berkembang dalam menciptakan dampak digital yang memberdayakan masyarakat, memperkuat komunitas, dan menjaga keberlanjutan masa depan bersama,” ujar Senior Vice President Environmental, Social & Governance Bank Mandiri, Monica Yoanita Octavia.

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 6: Panelis Abdullah Fahmi, VP Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel Indonesia (tengah) memaparkan peran penting perusahaan melalui teknologi AI dan digitalisasi di setiap sektor di Indonesia, mulai dari pemerintahan, enterprise, hingga pendidikan.

Abdullah Fahmi, VP Corporate Communication & Social Responsibility, Telkomsel Indonesia, menekankan“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan jaringan yang kuat. Kita memerlukan komunikasi yang bertanggung jawab untuk memastikan setiap langkah menuju keberlanjutan dimengerti, diterima, dan dijaga. Sebagai komunikator, kita membangun kepercayaan yang memungkinkan teknologi memberi dampak positif nyata bagi seluruh bangsa.”

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 7: Arif Mujahidin, Communication Director Danone Indonesia menegaskan kembali tujuan utama komunikasi, to shine and shield. Artinya, mempromosikan kisah yang mencerminkan nilai-nilai perusahaan sekaligus menjaga reputasi Danone dengan optimal.

Sementara Danone Indonesia berhasil mendefiniskan ulang dampak komunikasi terhadap keberlanjutan bisnis, “Rahasia formula komunikasi yang berdampak adalah empati, baik saat melindungi maupun promosi. Di Danone Indonesia, kami berbicara dengan bahasa audiens yang kami tuju, memastikan pemahaman yang membentuk persepsi publik yang positif, dan pada akhirnya, komunikasi yang memperkuat keberlanjutan bisnis,” ujar Arif Mujahidin, Corporate Communication, Danone Indonesia.

Dalam menggawangi tren komunikasi untuk tahun 2026, Elvera menutup IABC Indonesia Conference dan Awards dengan membagikan pesan kunci bagi profesional komunikasi di tanah air, “Ketika survei dunia menunjukkan publik mulai meragukan apa yang mereka lihat dan dengar, tugas komunikator adalah memulihkan kepercayaan dengan transparansi, integritas, dan keberanian mengakui keterbatasan. Humanity adalah kompasnya. AI mungkin mempercepat dunia, tetapi hanya humanityyang dapat menstabilkannya. Ke depan, komunikator Indonesia perlu berdiri di garis depan yang menghubungkan data dengan empati, teknologi dengan etika, dan inovasi dengan tanggung jawab sosial. Komunikasi yang berakar pada kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital adalah fondasi kepemimpinan yang diharapkan mampu menginspirasi tindakan.”

Dengan semakin kompleksnya tantangan digital, IABC Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi rumah bagi para komunikator yang ingin memimpin dengan etika, empati, dan dampak nyata bagi masyarakat.

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI
Foto 8: Keynote speakers bersama Boards of Directors IABC Indonesia. Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki, President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, Prof. Stella Christie Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Shanti Ruwyastuti, Board Member IABC Indonesia, dan Dwi Fatan Lilyana, Direktur SDM dan Umum PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) juga sebagai Advisor IABC Indonesia.

IABC merupakan asosiasi yang menjadi salah satu barometer untuk tren komunikasi dunia, berkantor pusat di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, dan menaungi lebih dari 100 chapters di 80 negara, termasuk di Indonesia. Keanggotaan IABC Indonesia beroperasi di bawah payung Perkumpulan Komunikasi Internasional Indonesia yang aktif sejak 2019. Dengan lebih dari 1000 anggota komunitas Indonesia, berbagai program yang dilaksanakan memberikan wawasan, pengetahuan, dan akses jejaring profesional, serta program mentorship, pemberian penghargaan, dan sertifikasi profesi di bidang komunikasi berskala internasional. Untuk bergabung dengan komunitas ini, dapat mengunjungi www.iabcindonesia.com dan jejaring profesional di Linkedin, serta Instagram @iabcindonesia.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:
Malvin Adrianus
Email: malvin.adrianus@iabcindonesia.com dan info@iabcindonesia.com
No WA: 0851-5633-7189

Pertamina Sabet Tiga Penghargaan IABC Indonesia Awards 2025: Kukuhkan Keunggulan pada Keberlanjutan, Employee Engagement, dan Media Sosial

Desember 8, 2025

Pemberian penghargaan dari perwakilan dewan juri, Angkie Yudistia, kepada Ibu Sarah, Manager Internal Communications Pertamina (Persero) untuk sub-kategori Best Employee Engagement Program sekaligus Top 10 dan Awards of Excellence.

IABCINDONESIA.COM – PT Pertamina (Persero) menorehkan prestasi gemilang di ajang IABC Indonesia Awards 2025, dengan meraih salah satu skor tertinggi berdasarkan hasil presentasi capaian dan sesi diskusi dengan dewan juri. Pertamina berhasil masuk dalam jajaran Top 10 dalam kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA) dan Impactful Public Relations Awards (IMPRA).

Di kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA), Pertamina meraih penghargaan pada sub-kategori Best Sustainability Communications dan Best Employee Engagement Program. Lalu, pada kategori Impactful Public Relations Awards (IMPRA), Pertamina juga meraih penghargaan Best Social Media Campaign. Penghargaan ini membuktikan bahwa komitmen perusahaan terhadap ESG, keterlibatan karyawan, dan media sosial dijalankan secara serius dan sistematis.

Pertamina Sabet Tiga Penghargaan IABC Indonesia Awards 2025
PT Pertamina (Persero) bersama perwakilan dewan juri dan seluruh institusi penerima penghargaan kategori Top 10 dan Awards of Excellence IABC Indonesia Awards.

Pada sub-kategori Best Sustainability Communications, Pertamina telah melakukan program berupa “Uniform Recycling Program #2Renew1”. Program ini bertujuan untuk menguraikan kembali seragam yang dimiliki pegawai internal Pertamina dan menukarnya dengan seragam baru dengan material yang ramah lingkungan. Hal ini dilakukan sebagai komitmen keberlanjutan yang tertuang dalam 10 Fokus Keberlanjutan Pertamina dan sebagai bukti nyata keseriusan Pertamina dalam mengurangi jejak lingkungan yang sesuai dalam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Pertamina Sabet Tiga Penghargaan IABC Indonesia Awards 2025
PT Pertamina (Persero) saat sesi penjurian IABC Indonesia Awards 2025 di sub-kategori Best Sustainability Communications.

Pada sub-kategori Best Employee Engagement Program, Pertamina mendorong pemahaman pekerjanya tentang keberlanjutan lewat inisiasi platform SUNRISE (Sustainability Awareness Learning) yang merupakan platform edukasi daring mengenai keberlanjutan. Platform ini berhasil meningkatkan pemahaman tentang keberlanjutan sebesar  93,9% diantara pekerja Pertamina.

Kemudian, pada sub-kategori Best Social Media Campaign, Pertamina memperkuat positioning strategi media sosial melalui kontribusinya sebagai sponsor dalam ajang balap internasional Mandalika International Street Circuit. Hasilnya, seluruh publikasi Pertamina berhasil meraih engagement rate sebesar 5,9% dari audiens nasional dan internasional. Selain itu, strategi Pertamina ini menghasilkan multiplier effect yang tak hanya ada di dunia digital, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat langsung di dunia nyata dengan menggerakkan sektor ekonomi lokal di sekitar lokasi acara berlangsung.

Pertamina Sabet Tiga Penghargaan IABC Indonesia Awards 2025
PT Pertamina (Persero) berhasil meyakinkan dewan juri IABC Indonesia Awards 2025, saat mempresentasikan dukungannya di Grand Prix, Mandalika, untuk sub-kategori Best Social Media Campaign.

“Walaupun event berskala internasional, Pertamina mampu menarasikan pesan dalam publikasi digital dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat lewat pesan visual. Secara keseluruhan, Pertamina dinilai sangat baik dan profesional dalam menyusun strategi social media campaign.” ujar Jeane Niode selaku Ketua dan Dewan Juri dalam IABC Indonesia Awards 2025.

President IABC Indonesia, Elvera Makki, juga memberikan apresiasi kepada Pertamina dalam menyelaraskan komunikasi strategis dengan nilai keberlanjutan, “Efektivitas komunikasi modern tidak hanya ditentukan oleh kreativitas, tetapi juga oleh integritas, transparansi, dan pemahaman mendalam terhadap nilai kemanusiaan. Pertamina telah menunjukkan hal tersebut melalui pendekatan komunikasi yang konsisten, berbasis data, dan relevan bagi publik internal dan eksternalnya.” 

Secara keseluruhan, rangkaian penghargaan yang diraih Pertamina di IABC Indonesia Awards 2025 menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada performa bisnis, tetapi juga pada bagaimana perjalanan keberlanjutannya dikomunikasikan dengan jelas dan bertanggung jawab. Pengakuan ini menegaskan bahwa Pertamina memandang komunikasi bukan sebagai fungsi tambahan, melainkan komponen strategis yang memperkuat reputasi perusahaan, membangun kepercayaan publik, dan mendukung agenda transisi energi nasional secara berkelanjutan.

“Selamat kepada Pertamina (Persero) atas diraihnya penghargaan dari IABC Indonesia Awards 2025 ini. Kami ucapkan terima kasih juga atas dukungan Pertamina pada IABC Indonesia Conference yang menekankan pentingnya komunikasi strategis berbasis kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital.” tutup Elvera.