Road to IABC Indonesia Awards & Awarding Night 2025: Expert’s Guide to the Job Market

Oktober 4, 2025

International Association of Business Communicators (IABC Indonesia) dan @atamerica menghadirkan sesi mentorship dengan mentor pilihan dari beragam latar belakang profesi untuk memberikan saran dan tips karir memasuki bursa kerja.

Jakarta, 3 Oktober 2025 – Memasuki dunia kerja di era sekarang bukanlah hal yang mudah, terutama bagi generasi Z yang baru lulus kuliah atau sedang merintis karier. Perubahan teknologi yang begitu cepat, persaingan global yang semakin ketat, serta tuntutan untuk memiliki soft skills yang mumpuni membuat banyak anak muda merasa perlu memiliki “bekal khusus” agar bisa bertahan sekaligus berkembang.

Menjawab kebutuhan tersebut, International Association of Business Communicators (IABC – Indonesia Chapter) berkolaborasi dengan @atamerica menghadirkan Career Mentorship bertema “Expert’s Guide to the Job Market”. Program ini ditujukan bagi individu di tahap awal maupun pertengahan karier yang ingin mengembangkan diri, menavigasi perjalanan profesional mereka, sekaligus membangun jejaring dengan para profesional yang ahli dari berbagai bidang.

Program ini menghadirkan lima mentor dari beragam sektor yaitu swasta, publik, kewirausahaan, hingga konsultan profesional, yang membagikan wawasan berharga dari perjalanan karir mereka.

Sesi Mentorship yang telah memasuk batch IV ini dibuka oleh Vandy R. Makki, Chief People Officer Manulife Indonesia, menyatakan, Perubahan yang kita alami saat ini di dunia profesional dan industri terjadi jauh lebih cepat dalam 10 tahun terakhir. Menurutnya, perubahan tersebut bisa berdampak baik maupun buruk, tergantung pada mindset yang kita miliki. Beliau menekankan pentingnya memiliki dua jenis mindset, yaitu learning dan unlearning. Learning berarti terus membuka diri untuk mempelajari hal-hal baru, seperti perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi bagian penting dalam cara kita bekerja dan berkreasi, sementara unlearning adalah kemampuan untuk menyesuaikan dan mengubah cara pandang ketika pengetahuan lama mulai tidak relevan agar tetap fleksibel menghadapi dinamika perubahan. 

Selain itu, Vandy menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan continuous learning process, karena perubahan yang begitu cepat menuntut kita bukan hanya untuk memahami apa yang terjadi, melainkan juga membangun resiliensi dalam menghadapinya. Ia juga mengingatkan bahwa close mindset adalah hal yang harus diubah, sebab sering kali kita hanya melihat sisi negatif dari sebuah perubahan, padahal selalu ada peluang yang dapat dimanfaatkan. Dengan menjaga pikiran tetap terbuka, berani mencoba hal-hal baru, dan tidak menolak untuk belajar, kita akan lebih mampu beradaptasi serta melihat peluang di balik setiap tantangan, sehingga bisa bertahan dan berkembang di tengah cepatnya arus perubahan.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Vandy R. Makki, Chief People Officer Manulife Indonesia berbagi pandangan mengenai pentingnya mindset learning dan unlearning dalam menghadapi cepatnya perubahan dunia profesional.

Dilanjutkan oleh Shanti Ruwyastuti, Erickson Professional Coach, yang dalam sesi sharing menjelaskan bagaimana coaching dapat membantu Gen Z mengambil keputusan karier yang lebih terarah. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi, namun tidak semua menyadarinya, sehingga tujuan utama coaching adalah menggali dan mengeluarkan potensi tersebut. Ia menambahkan bahwa tugas seorang coach adalah memberikan panduan di tengah banjir informasi di era digital, agar peserta dapat menemukan kejelasan, arahan, dan kepercayaan diri dalam menapaki perjalanan karier. Beliau juga menegaskan bahwa coaching penting bagi Gen Z karena tidak hanya membantu mengarahkan potensi dan tujuan, tetapi juga meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan serta mengurangi stres akibat arah navigasi yang seringkali terdisrupsi karena meluapkan misinformasi dan disinformasi.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Shanti Ruwyastuti, Erickson Professional Coach, berbagi pandangan mengenai bagaimana coaching dapat membantu Gen Z menggali potensi diri, menemukan kejelasan, dan mengambil keputusan karier yang lebih terarah.

Mentor Wing Antariksa, Vice Chairman of Indonesian Society of Human Resources, menyampaikan Untuk memenangkan kompetisi awal dalam memulai karier hanya dibutuhkan skills, knowledge, dan attitude.”Dari ketiga hal tersebut, ia menekankan bahwa yang paling menentukan adalah attitude, karena merupakan bagian penting dari soft skills dan kepemimpinan. Menurutnya, keterampilan kepemimpinan bisa mulai dibangun sejak di bangku kuliah melalui pengalaman berorganisasi dan memperluas jaringan. Ia juga menambahkan, “If you want to be a leader, you can start from now.” Karena masih muda, wajar jika banyak melakukan kesalahan, namun justru dari kesalahan itulah akan lahir pembelajaran berharga untuk berkembang.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Wing Antariksa, Vice Chairman of Indonesian Society of Human Resources, menekankan bahwa attitude merupakan faktor paling penting dalam memenangkan kompetisi awal karier, sekaligus menjadi dasar kepemimpinan yang dapat dibangun sejak masa kuliah.

Melanjutkan sesi berikutnya, Feliciana Wienathan, Communications Manager Google Indonesia, membagikan sejumlah wawasan penting bagi Gen Z dalam menapaki dunia kerja. Ia menekankan pentingnya menciptakan keunikan di tengah persaingan yang ketat dengan tetap mampu mengomunikasikan keaslian diri atau authenticity. Selain itu, ia juga menyoroti keterampilan masa depan yang berfokus pada manusia, khususnya human-centered skills dan kemampuan komunikasi yang efektif. Dalam konteks perusahaan teknologi, ia menjelaskan konsep membangun karier yang anti-fragile, yaitu resiliensi yang membuat individu tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga semakin kuat menghadapi tekanan dan perubahan. Lebih jauh, Feliciana mendorong generasi muda untuk menjadi seorang intrapreneur di perusahaan besar, serta mengadopsi strategi job hunting berbasis growth mindset agar lebih adaptif dan siap menghadapi tantangan karier di masa depan.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Feliciana Wienathan, Communications Manager Google Indonesia, membagikan wawasan tentang pentingnya authenticity, keterampilan komunikasi, serta membangun karier yang tangguh dan berorientasi pada growth mindset di era digital.

Terakhir, Haikal Basagili, Brand Consultant & CEO Beranda Brand, membahas pentingnya branding diri dan karier di era digital. Ia menekankan bahwa membangun entrepreneurial mindset sejak dini sangatlah penting, tidak hanya bagi mereka yang ingin menjadi pengusaha, tetapi juga bagi profesional muda yang ingin menonjol di dunia kerja. Menurutnya, personal branding bukanlah sesuatu yang hanya dibutuhkan oleh para influencer, melainkan juga menjadi kunci bagi Gen Z profesional agar dapat dikenal, dipercaya, dan dihargai di lingkungan kerja. Dengan personal branding yang kuat, setiap individu dapat menunjukkan nilai uniknya sekaligus membuka lebih banyak peluang dalam perjalanan karier mereka.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Haikal Basagili, Brand Consultant & CEO Beranda Brand, menekankan pentingnya entrepreneurial mindset dan personal branding bagi Gen Z profesional agar dapat menonjol serta membuka lebih banyak peluang di era digital.

Sebagai rangkaian terakhir, program Career Mentorship ini ditutup dengan sesi networking yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk terhubung langsung dengan para mentor maupun sesama profesional muda. Melalui sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan praktis dari pengalaman para mentor, tetapi juga dapat memperluas jejaring yang berharga untuk perjalanan karier mereka ke depan.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Para mentor dan peserta Career Mentorship “Expert’s Guide to the Job Market” berfoto bersama usai sesi berbagi wawasan dan networking di @america.

Elvera N. Makki, President, IABC Indonesia, menyatakan, “Mentorship merupakan aksi nyata dari misi komunitas IABC di Indonesia, yaitu untuk menumbuhkan generasi komunikator yang lebih kuat, percaya diri, dan semakin relevan dengan kebutuhan dunia bisnis saat ini. Kehadiran para pakar sebagai mentor, memberikan akses pengalaman, nilai, dan cara berpikir strategis yang jarang didapatkan dari pendidikan formal. Diharapkan mentorship program ini membantu pembentukan karakter komunikator yang berintegritas, berdampak, dan mampu menjawab tantangan global.”

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Antusiasme peserta dalam sesi diskusi interaktif dengan para mentors.

IABC Mentorship menjadi bagian dari “Road to IABC Indonesia Conference and Awarding Night 2025” yang akan diselenggarakan pada 24 Oktober mendatang di St. Regis Hotel, Jakarta. Ajang tahunan prestigious ini mengambil tema Strategic Communications at the Heart of Trust, Humanity, and Digital Impact”.

“Selaras dengan tema inti tersebut, pada kesempatan ini kami ingin agar praktisi komunikasi tidak hanya mengembangkan karir individu, tetapi juga memajukan peran komunikasi sebagai penggerak bisnis yang manusiawi, berdampak, dan berkelanjutan.” tutup Elvera.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Setelah sesi mentorship berakhir, diskusi informal tetap berlangsung.

Teknologi AI, Personal Branding, dan Kepemimpinan Perempuan: Wawasan Masa Depan PR dari Vera Makki & Prita Kemal Gani

September 9, 2025

Bertempat di Kampus LSPR Jakarta, host podcast, Ibu Elvera N. Makki, S.IP., MBA, ABC, SCMP, Founder dan CEO VMCS Advisory Indonesia, President IABC Indonesia, berbincang dengan narasumber Ibu Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder dan CEO LSPR Institute of Communication & Business, mengenai kepemimpinan perempuan, personal branding, serta masa depan komunikasi strategis di era teknologi digital.

Jakarta, 8 September 2025 – VMCS Advisory Indonesia dan International Association of Business Communicators (IABC Indonesia) menyelenggarakan podcast inspiratif di Kampus London School of Public Relations (LSPR) Jakarta dengan menghadirkan dua figur penting di dunia komunikasi: Ibu Elvera N. Makki, S.IP., MBA, ABC, SCMP, Founder dan CEO VMCS Advisory Indonesia, President IABC Indonesia, serta Ibu Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder dan CEO LSPR Institute of Communication & Business, yang hadir sebagai tamu undangan dan tokoh komunikasi internasional yang diakui secara global.

Podcast ini bukan sekadar forum diskusi biasa, melainkan bagian dari rangkaian roadshow menuju “IABC Indonesia Conference & Awards 2025”, sebuah ajang bergengsi yang mempertemukan para pemimpin komunikasi dari berbagai sektor untuk berbagi wawasan, menjalin kolaborasi, dan mengapresiasi pencapaian industri komunikasi di Indonesia maupun dunia.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif dan hangat, diskusi menyentuh beragam isu strategis yang tengah dihadapi dunia komunikasi. Mulai dari personal branding sebagai strategi kepemimpinan, kolaborasi antar-stakeholder dalam praktik PR modern, peran soft power dalam membangun pengaruh tanpa paksaan, hingga tantangan menjaga etika di era konten viral dan clickbait. Tak kalah penting, perbincangan juga menyoroti dampak teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam membentuk lanskap komunikasi masa depan.

Bagi kalangan mahasiswa dan praktisi komunikasi, topik-topik tersebut memberikan sudut pandang baru tentang bagaimana profesi public relations terus berkembang, dari sekadar fungsi penyampai pesan menjadi kekuatan strategis yang mampu menciptakan perubahan nyata dalam masyarakat.

Teknologi AI Personal Branding Kepemimpinan Perempuan
Ibu Elvera N. Makki, S.IP., MBA, ABC, SCMP, Founder dan CEO VMCS Advisory Indonesia, President IABC Indonesia, berbagi pandangan dalam podcast di Kampus LSPR Jakarta. Menurutnya, forum seperti ini bukan sekadar ruang diskusi, melainkan wadah untuk memperkuat jejaring komunikasi dan menciptakan ekosistem yang adaptif terhadap dinamika global.

Dalam paparannya, Ibu Elvera N. Makki, S.IP., MBA, ABC, SCMP, Founder dan CEO VMCS Advisory Indonesia, President IABC Indonesia, menekankan pentingnya wadah kolaborasi lintas batas yang difasilitasi oleh IABC Indonesia.

“Podcast ini bukan hanya ruang untuk berdiskusi, tetapi juga jembatan untuk mempertemukan ide, pengalaman, dan perspektif dari berbagai kalangan. Melalui forum seperti ini, kita sedang membangun ekosistem komunikasi yang lebih kuat dan relevan dengan tantangan global,” ujar Vera Makki.

Teknologi AI Personal Branding Kepemimpinan Perempuan
Ibu Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder dan CEO LSPR Institute of Communication & Business, saat menjadi tamu undangan podcast di Kampus LSPR Jakarta. Dalam diskusi ini, beliau menekankan bahwa personal branding bukan sekadar citra diri, melainkan strategi kepemimpinan yang mampu menumbuhkan kepercayaan publik.

Sementara itu, Ibu Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder dan CEO LSPR Institute of Communication & Business, membagikan refleksi mendalam tentang bagaimana seorang pemimpin dapat membangun personal branding yang otentik. Menurut beliau, branding bukan sekadar citra diri, melainkan strategi kepemimpinan yang mampu menumbuhkan kepercayaan publik dan membangun hubungan jangka panjang.

Beliau juga menekankan pentingnya keterampilan membangun hubungan interpersonal sebagai dasar dari kepemimpinan yang efektif, “Kesuksesan dalam bidang apa pun berawal dari kemampuan kita untuk menyukai orang lain. Saat kita mampu menciptakan chemistry yang tulus, orang pun akan lebih mudah menyukai kita kembali. Dari situlah lahir pribadi yang menyenangkan, dan pribadi yang menyenangkan akan selalu menjadi pilihan. Menjadi sosok yang dipilih adalah sebuah kehormatan,” tutur Ibu Prita.

Podcast ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara VMCS, IABC, dan LSPR berkontribusi dalam memajukan profesi komunikasi di Indonesia. Dengan menggabungkan perspektif akademisi dan praktisi, topik ini menegaskan bahwa komunikasi strategis adalah pilar utama dalam membangun reputasi, kepercayaan, dan pengaruh di tengah kompleksitas dunia modern.

Sebagai bagian dari roadshow IABC Indonesia Conference & Awards 2025, acara ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring antara profesional komunikasi, akademisi, dan generasi muda. Melalui dialog terbuka dan berbagi pengalaman, LSPR kembali membuktikan perannya sebagai pusat pendidikan komunikasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul, tetapi juga menjadi katalis bagi perkembangan industri komunikasi nasional dan internasional.

Jangan lewatkan inspirasi lainnya dari para pemimpin komunikasi. Ikuti VMCS Advisory Indonesia, IABC Indonesia, dan LSPR di kanal resmi mereka untuk update terbaru menuju IABC Indonesia Conference & Awards 2025.

Simak diskusi lengkap tersebut di kanal YouTube kami:

IABC Indonesia Conference and Awards 2024: Trends 2025: Purposeful Impact

Maret 14, 2025

IABC Indonesia Conference and Awards 2024: Trends 2025: Purposeful Impact:

International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia menyelenggarakan konferensi ketiga yang berfokus pada Dampak Sosial, Etika, Teknologi  dan Tren di 2025.

Jakarta, 13 Desember 2024 – Konferensi International Association of Business Communicators Indonesia 2024 mengeksplorasi tren dan arah strategi komunikasi di Indonesia. Dinamika dunia bisnis yang terus berubah dan tren yang berkembang membutuhkan strategi yang mampu menumbuhkan kepercayaan, membangun kredibilitas, dan memberikan dampak yang berarti, sambil menyelaraskan tindakan perusahaan dengan nilai-nilai sosial.

Konferensi yang bertema “PR Trends 2025: Purposeful Impact” mengeksplorasi tren terbaru komunikasi dan public relations yang semakin fokus pada dampak sosial dan etika. Acara ini mempertemukan praktisi PR, profesional komunikasi, serta pemimpin bisnis untuk berbagi wawasan dan strategi komunikasi yang membangun kepercayaan, transparansi, dan kredibilitas dalam berinteraksi dengan publik.

President IABC Indonesia, Elvera N. Makki, menyatakan, “Kami menentukan tren komunikasi 2025, yaitu Purposeful Impact. Dampak yang berorientasi pada tujuan dalam komunikasi melampaui sekadar menyampaikan informasi. Setiap profesional di bidang komunikasi harus dapat membangun kepercayaan, menginspirasi tindakan, dan menciptakan hubungan yang berkelanjutan dengan pemangku kepentingannya. Teknologi memiliki peranan penting di tahun 2025 dalam cara kita berkomunikasi dan berinovasi, untuk itu kemajuan teknologi dan literasi digital mencari fokus kami di IABC. Sebagai komunikator, peran kita adalah juga menyampaikan tujuan yang jelas dan relevan, yang sejalan dengan nilai-nilai organisasi serta para pemangku kepentingannya. Dengan strategi komunikasi yang inklusif, transparan, dan empatik, kita dapat memastikan bahwa setiap pesan tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga mendorong perubahan bermakna untuk mencapai visi bersama.”

International Association of Business Communicators (IABC) – Indonesia Chapter IABC merupakan asosiasi non-profit bagi para praktisi dan profesional komunikasi, termasuk Public Relations, Corporate Affairs, Business Communicators, Corporate Social Responsibility/Sustainability, dan Government Relations untuk menyatukan disiplin profesi berskala global, serta saling berbagi praktik inovatif terbaik melalui pengalaman, berjejaring, dan edukasi. Sedangkan induk dari IABC Indonesia yaitu IABC, yang berkantor pusat di Chicago, negara bagian Illinois, Amerika Serikat, telah berdiri lebih dari setengah abad yang lalu. Sebagai komunitas terbesar di dunia dalam bidang PR dan komunikasi, keanggotaan IABC meliputi lebih dari 40 negara termasuk Indonesia dan memiliki lebih dari 5.000 anggota. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi iabc.com, iabcapac.com, dan iabcindonesia.com.

IABC Indonesia Conference menghadirkan 3 pembicara kunci dan 3 sesi panel dengan narasumber yang kredibel, termasuk pakar PR dari luar negeri, sehingga memberikan wawasan baru dan peluang berjejaring dengan nilai tambah berskala internasional bagi para peserta.⁣

Konferensi IABC Indonesia dibuka dengan pembicara kunci pertama Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, yang mengatakan bahwa komunikasi yang dibutuhkan saat ini adalah komunikasi persuasif, bukan propagandis dan provokatif. “Saya berharap IABC menjadi bagian dari kampanye besar pemerintah untuk menuju Indonesia Emas 2045, yang terlibat aktif dalam yang saya sebut tadi, komunikasi persuasif bukan propagandis dan provokatif. Yang kemudian menyebabkan kita bangun tidur merasa harus cari satu dua musuh, untuk dibully, untuk dikerjain, untuk dimaki-maki. Dan saya percaya (IABC Indonesia – Red) sekarang anggotanya 900 tapi mungkin nanti akan tumbuh jauh lebih besar lagi, para profesional, para business communicator, mungkin para akademisi di bidang komunikasi yang terlibat aktif disini, tidak hanya kemudian berjuang untuk sektor masing-masing, tetapi juga berpikir dalam rangka kemajuan Negara Republik Indonesia”.

Pemaparan sesi panel 1 yang mengangkat topik “Beyond Traditional Communications Through AI-Driven Engagement”, menghadirkan Tyo Guritno, CEO & Co-Founder of Inspigo, menjelaskan bahwa salah satu peran AI dalam Public Relations adalah membantu manajemen krisis media. Inspigo, sebagai platform pembelajaran berbasis AI canggih yang dirancang untuk para profesional, memiliki misi untuk menjadikan pembelajaran lebih mudah diakses, menarik, dan berdampak, sehingga dapat meningkatkan kinerja di tempat kerja. Dalam manajemen krisis media, AI dapat digunakan untuk menyusun respons perusahaan terhadap suatu insiden, sekaligus menjaga citra positif perusahaan dan mengelola pertanyaan kritis dari jurnalis secara efektif. AI tidak hadir untuk menggantikan sentuhan manusia dalam berkomunikasi, tetapi AI hadir untuk memperkuatnya, sehingga kita dapat belajar, tumbuh, dan memberikan kinerja terbaik.

Panelis lainnya Ferro Ferizka, Executive Director Pijar Foundation dalam pemaparannya menuangkan pendapatnya. “Komunikasi adalah hubungan yang sangat personal antara brand dengan audience nya. Al memungkinkan komunikasi yang tailored sesuai data & profil audience. Melipatgandakan dampak dari strategi para profesional di bidang komunikasi” ujar Ferro Ferizka.

Melalui pemaparan yang dilakukan secara online,  Distinguished Advisor IABC Indonesia Chapter Adrian Cropley berbagi tentang bagaimana AI mengubah cara perusahaan berkomunikasi secara internal dan eksternal, mengoptimalkan penggunaan kecerdasan buatan untuk memperkuat keterampilan para praktisi Public Relations, serta etika dan tata kelola dalam Public Relations. 

Country Community Manager for Canva Jihan Aryani, menyampaikan bagaimana mengoptimalkan pengalaman pengguna dengan AI menggunakan fitur Rangkaian Studio Ajaib untuk membuat desain dengan cepat dan mudah. Canva memiliki fitur seperti Magic Design dan Magic Write, yang dapat menghasilkan desain profesional tanpa perlu keterampilan desain khusus. Sejalan dengan misi Canva untuk “empower the world to design” platform ini bertujuan agar setiap individu mampu menciptakan apa saja, menggunakan berbagai sumber daya, dalam semua bahasa, dan melalui berbagai perangkat.

Dalam sesi panel 2 “Trust in Transparency & Ethics: Authenticity Matters”, Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder dan CEO, LSPR Institute of Communication & Business menyampaikan bahwa dalam membangun reputasi, korporat membutuhkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai yang diperjuangkan perusahaan. Seperti halnya London School of Public Relations (LSPR), yang memprioritaskan peran CEO, manajemen, staf, lulusan, alumni, serta para siswa. LSPR fokus pada prinsip, nilai, kualitas, fasilitas, layanan, dan inovasi. LSPR mengedepankan Sustainable Development Goal 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), SDG 4 (Pendidikan Bermutu), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 10 (Mengurangi Ketimpangan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

EVP Corporate Communication and Social Responsibility, BCA, Hera F. Haryn menyampaikan perspektif BCA dalam konteks “Trust in Transparency and Ethics Authenticity Matters.” Kata Hera, “To build a purposeful reputation is a marathon race. Lace up, run on and mark yours!” Sebagai industri yang regulasinya ketat, BCA menghadapi berbagai tantangan, termasuk batasan dalam metode komunikasi. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas untuk menyampaikan pesan secara efektif. Budaya perusahaan yang kuat, dengan penekanan pada integritas, berperan penting dalam membangun kepercayaan di antara karyawan dan pemangku kepentingan. Perilaku etis memperkuat keandalan dan tanggung jawab, aspek yang sangat penting dalam menjalin hubungan yang kuat dan saling percaya. Selain itu, keaslian menjadi kunci bagi merek untuk menonjol dengan membangun kepercayaan dan meningkatkan keterlibatan pelanggan.

Selain Prita Kemal Gani dan Hera Haryn, Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional Tri Mumpuni turut  menyumbangkan pemikirannya. Kata Tri Mumpuni, ”Dewan Pengarah BRIN memiliki tanggung jawab strategis untuk mengarahkan riset dan inovasi nasional ke arah yang relevan dan berdampak besar. Dengan menerapkan transparansi, etika dan otentisitas, BRIN dapat membangun kepercayaan publik, memperkuat kolaborasi dan menciptakan hasil riset yang berkelanjutan dan bermanfaat untuk kemajuan bangsa.”

Panelis Pakar Komunikasi dan Inklusivitas Angkie Yudistia, dalam sesi 3  “Sustainable Speaks: Communications Strategies Amidst Socially Conscious Audiences” berbagi tentang strategi dalam mengomunikasikan keberlanjutan terhadap inklusivitas yang dapat membantu kesejahteraan dan perekonomian di Indonesia. Secara aktif, upaya pengembangan model pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif diwujudkan melalui berbagai program intervensi. Pelaksanaannya didasarkan pada acuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin, Manager CSR dan SMEPP PT Kilang Pertamina Internasional Edward Manaor Siahaan dan General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry Priyo Santoso menjadi panelis di dalam sesi ketiga ini. 

Corporate Communications Director, Danone Indonesia, Arif Mujahidin, menyampaikan dalam sesi Panel 3 bahwa Danone memiliki misi membawa kesehatan melalui makanan dan kepada sebanyak mungkin orang. Danone Indonesia yang beroperasi di 24 pabrik di seluruh indonesia mendukung nutrisi dan hidrasi konsumen di Indonesia. Danone Indonesia berkomitmen untuk terus berinovasi menyediakan produk berkualitas dan sehat berbasis penelitian dan otoritas terkemuka. Sebagai aksi keberlanjutannya, Danone Indonesia mengurangi emisi karbon sebesar 8.300 ton dan mengurangi jejak karbon yang dihasilkan hingga 32%. Melalui #BijakBerplastik, AQUA memelopori program daur ulang pertama dengan “AQUA Peduli”.

Pada sesi panel 3, Edward Manaor Siahaan, Manager CSR & SMEPP PT Kilang Pertamina Internasional menyampaikan bahwa salah satu wujud komunikasi keberlanjutan dari PT Kilang Pertamina Internasional adalah penerbitan buku ISBN berjudul “Menciptakan Kemandirian untuk Tumbuh Bersama”, yang menginformasikan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan. Dalam strategi komunikasi keberlanjutan, komunikasi ESG menjadi elemen yang semakin penting bagi keberhasilan bisnis, termasuk untuk Kilang Pertamina Internasional. Program Desa Energi Berdikari merupakan wujud komitmen Kilang Pertamina Internasional dalam menyediakan akses energi bersih, tidak hanya untuk operasional perusahaan tetapi juga bagi masyarakat. Program ini mendukung upaya global mencapai Net Zero Emission 2060 melalui pengembangan berkelanjutan dan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan, dengan mengedepankan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Membahas mengenai strategi komunikasi berbasis inklusi sosial sebagai pilar keberlanjutan, VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Saki H. Bramono, yang diwakili oleh GM Corporate Social Responsibility Telkomsel, Andry P. Santoso, mengatakan, “Dalam era di mana kesadaran sosial, lingkungan, dan tata kelola usaha semakin menjadi perhatian utama masyarakat, komunikasi keberlanjutan yang otentik dan berbasis nilai menjadi sangat penting. Sebagai salah satu pilar utama komunikasi Telkomsel kepada publiknya, keberlanjutan telah menjadi bagian dari komitmen penciptaan dampak positif atas proses bisnis perusahaan yang mengedepankan prinsip ESG. Ke depan, kami akan terus menghadirkan inspirasi dan memberdayakan bangsa melalui pemanfaatan teknologi terkini untuk mendukung pembangunan sosial, pelestarian lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, seiring dengan perubahan harapan publik terhadap bisnis yang lebih bertanggung jawab dan inklusif.” 

Selain menyelenggarakan konferensi, IABC Indonesia juga menggelar IABC Indonesia Awards yang diikuti oleh berbagai perusahaan untuk meraih penghargaan Impactful Communication Awards  dan Impactful Public Relation Awards. 

Menteri Komunikasi dan Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Vidia Hafid menyampaikan pidato kunci yang mengapresiasi atas terselenggaranya IABC Indonesia Awards 2024 yang diselenggarakan oleh International Association of Business Communicators Indonesia Chapter. “Acara ini merupakan bukti nyata dari semangat kolaborasi dan juga inovasi yang terus berkembang di dunia komunikasi. Di era yang semakin terkoneksi ini, komunikasi yang efektif dan juga literasi digital yang baik adalah jembatan untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan global. Dengan literasi digital yang kuat, kita bukan hanya menghadapi tantangan, tapi juga menciptakan peluang baru untuk perkembangan ekonomi, pendidikan, dan sosial. Ini adalah pondasi untuk menghadapi masa depan, dimana teknologi dan komunikasi akan semakin saling terhubung. Oleh karena itu, kementerian komunikasi dan digital berkomitmen untuk terus meningkatkan program edukasi literasi digital bagi seluruh elemen masyarakat, untuk menciptakan generasi yang mampu memilah informasi yang valid, menangkal hoax, dan juga menggunakan teknologi untuk menciptakan solusi yang bermanfaat untuk masyarakat.”

Wakil Gubernur Jawa Timur  periode 2019-2024, Emil Elestianto Dardak dalam pidato kunci pada IABC Indonesia Awards 2024 mengatakan,“Di perpolitikan Indonesia, yang berdasarkan pemilihan langsung, termasuk pemilihan presiden, pola-polanya turut berubah, yaitu pola komunikasi, partisipasi publik di dalam politik, serta kebutuhan dan kesadaran sektor publik terhadap komunikasi juga semakin meningkat.” 

Lanjutnya, “Dengan demikian, tren yang dirancang IABC dengan purposeful dan impactful communication, benar-benar harus dijalankan, bahwa a good campaign itu memang bukan hanya focusing on one single activity, tapi series of activities yang tujuannya harus jelas. Dengan demikian, memberikan dampak optimal bagi pemangku kepentingannya, dalam hal ini masyarakat luas.”

Para peraih anugerah Awards of Merit dalam kategori Impactful Communications Awards adalah Yayasan Pijar Masa Depan, PT PLN (Persero), PT Pertamina Hulu, dan PT Vale Indonesia Tbk.

Sedangkan para peraih penghargaan Awards of Merit kategori Impactful Public Relations Awards, adalah PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Pertamina (Persero), Sumbawa Timur Mining, PT PLN (Persero), VMCS Advisory Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk, Flashback Motion, PT PLN Energi Primer Indonesia, dan Kandi Imaji (PT Srikandi Imaji Lintaskreasi).

Penghargaan Awards of Excellence kategori Impactful Communications Awards diraih oleh Wartsila, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kal-Ut, PT PLN (Persero) Bapak Darmawan Prasodjo, Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek, PT GLOSKIN, dan Yayasan Filantra.

Peraih Award of Excellence kategori Impactful Public Relations Awards adalah PT Bank Central Asia Tbk, PT Pertamina Hulu Indonesia, dan PT PLN (Persero). 

Penerima penghargaan Top 10 IABC Awards 2024 adalah Sumbawa Timur Mining, PT Pertamina Hulu Indonesia, Yayasan Pendidikan Investasi Muda Indonesia, Great Giant Foods, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kal-Ut, PT PLN (Persero) Bapak Gregorius Adi Trianto, PT PLN (Persero), dan Yayasan Pijar Masa Depan.

IABC-Indonesia-Conference-and-Awards-2024-Press-Release

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:
Email: info@iabcindonesia.com
Website: iabcindonesia.com
Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin: @iabcindonesia

Keseriusan Telkomsel dalam Strategi Komunikasi untuk Menjawab Keresahan Sosial dan Keberlanjutan Generasi Muda

Januari 2, 2025
Andry Priyo Santoso, GM Corporate Social Responsibility Telkomsel menyampaikan komitmen Telkomsel dalam komunikasi keberlanjutan melalui prinsip ESG, mendukung pembangunan sosial, lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan.

Andry Priyo Santoso, GM Corporate Social Responsibility Telkomsel menyampaikan komitmen Telkomsel dalam komunikasi keberlanjutan melalui prinsip ESG, mendukung pembangunan sosial, lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan.

Telkomsel, perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, memahami bahwa keberlanjutan bukan hanya sekadar tren, melainkan sebuah komitmen jangka panjang yang berakar pada nilai-nilai perusahaan. Hal ini dibahas secara mendalam dalam sesi diskusi panel dengan tema “Sustainable Speaks: Communications Strategies Amidst Socially Conscious Audiences”, pada konferensi IABC Indonesia yang berlangsung di hari Jumat, 13 Desember 2024, di Shangri-La Hotel Jakarta

Diwakili oleh Andry Priyo Santoso – GM Corporate Social Responsibility Telkomsel, sesi ini juga menghadirkan panel pembicara dari para ahli komunikasi dan profesional PR, yaitu  Angkie Yudhistia – Pakar Komunikasi dan Inklusivitas, Edward Manaor Siahaan – Manager CSR & SMEPP PT Kilang Pertamina Internasional, dan Arif Mujahidin – Communications Director Danone Indonesia, serta dimoderatori oleh  Donna Priadi – Director of Strategic Partnerships IABC Indonesia.

Andry mengawali presentasinya dengan menyampaikan tujuan “Terus Melampaui Batas (Reach Beyond)” yang sejalan dengan visi dan misi Telkomsel dalam mendukung keberlanjutan. Melalui konektivitas, layanan inovatif, dan pemberdayaan masyarakat, Telkomsel berkontribusi pada ekonomi inklusif, pengembangan sosial, dan praktik ramah lingkungan untuk masa depan yang berkelanjutan.

 

Turut hadir dalam format Zoom, Telkomsel menjelaskan bahwa program komunikasi dan CSR menyasar pada Gen Z dan Milenial, dengan menciptakan strategi komunikasi yang otentik, berbasis nilai, dan relevan, serta membangun narasi yang menjawab kekhawatiran sosial dan keberlanjutan target audiens-nya.

Turut hadir dalam format Zoom, Telkomsel menjelaskan bahwa program komunikasi dan CSR menyasar pada Gen Z dan Milenial, dengan menciptakan strategi komunikasi yang otentik, berbasis nilai, dan relevan, serta membangun narasi yang menjawab kekhawatiran sosial dan keberlanjutan target audiens-nya.

Telkomsel juga menegaskan tujuannya untuk tetap relevan di mata generasi Z dan milenial, dengan fokus pada keberlanjutan dan dampak sosial. Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana menciptakan strategi komunikasi yang otentik, berbasis nilai, dan relevan dengan kebutuhan audiens muda ini. Sebagai solusinya, Telkomsel berkomitmen membangun narasi yang mencerminkan nilai inti perusahaan sekaligus menyentuh kekhawatiran dan aspirasi mereka. Dengan langkah ini, Telkomsel ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya menjadi bagian dari operasional, tetapi juga menjadi elemen penting dalam menciptakan hubungan emosional yang kuat dengan generasi penerus.

 

“Semangatnya adalah untuk terus bergerak maju, memberikan dampak yang memberdayakan bangsa. Kami menyebutnya corporate spirit, semangat Indonesia,” terang Andry, “Telkomsel sebagai Impactful Sustainable Business, merupakan salah satu pilar utama komunikasi dalam narasi keberlanjutan, beriringan dengan strategi memposisikan Telkomsel sebagai katalis teknologi, serta yang terdepan dalam digital dan konektivitas.”

Selaras dengan Tren 2025: Purposeful Impact yang dicanangkan IABC, dalam dua tahun terakhir ini, Telkomsel menurunkan strateginya ke dalam aktivitas-aktivitas kunci, dalam koridor Purpose-Driven ESG Framework, dengan kreativitas program bertema Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi. Kegiatannya melingkupi peningkatan pemahaman dan wawasan karyawan akan pentingnya ESG, menjalankan bisnis  bertanggungjawab, hingga menjaga lingkungan. 

Lima pilar program CSR Telkomsel didasari oleh semangat menciptakan dampak sosial dan lingkungan melalui teknologi, dengan mengacu pada Sustainable Development Goals. Lingkup kegiatan meliputi edukasi, digital citizenship, community empowerment & well-being, filantropi, dan insitiatif lingkungan.

Andry menyatakan bahwa keseluruhan program ini dijalankan dengan kolaborasi, bekerjasama dengan berbagai pihak, mulai dari sesama perusahaan, pemerintah, hingga komunitas, untuk membantu pencapaian target program-program sosial pemerintah, seperti pengentasan stunting, mitigasi kebencanaan, hingga program pelibatan pelanggan Telkomsel, yaitu bagaimana rewards points dapat ditukarkan untuk penanaman pohon. 

Di tempat terpisah, membahas mengenai strategi komunikasi berbasis inklusi sosial sebagai pilar keberlanjutan, Saki H. Bramono – VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, mengatakan “Dalam era di mana kesadaran sosial, lingkungan, dan tata kelola usaha semakin menjadi perhatian utama masyarakat, komunikasi keberlanjutan yang otentik dan berbasis nilai menjadi sangat penting. Sebagai salah satu pilar utama komunikasi Telkomsel kepada publiknya, keberlanjutan telah menjadi bagian dari komitmen penciptaan dampak positif atas proses bisnis perusahaan yang mengedepankan prinsip ESG. Ke depan, kami akan terus menghadirkan inspirasi dan memberdayakan bangsa melalui pemanfaatan teknologi terkini untuk mendukung pembangunan sosial, pelestarian lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, seiring dengan perubahan harapan publik terhadap bisnis yang lebih bertanggung jawab dan inklusif.” 

Sesi ini semakin diperkuat dengan kontribusi panelis lainnya. Arif Mujahidin – Corporate Communications Director, Danone Indonesia berbagi pandangan mengenai upaya keberlanjutan yang sedang dilakukan, termasuk pengurangan emisi karbon sebesar 8.300 ton dan penurunan jejak karbon hingga 32%, serta dampaknya bagi masyarakat. Ia juga mengulas tantangan dan peluang dalam menyampaikan pesan keberlanjutan kepada audiens yang beragam, sekaligus berbagi praktik terbaik dalam merancang strategi komunikasi yang efektif untuk audiens yang semakin peduli pada isu sosial dan lingkungan.

Arif Mujahidin (Corporate Communications Director, Danone Indonesia⁣) menerangkan bahwa tugas korporasi menjadi fasilitator dalam social innovation, namun niat dan usaha keras datang dari komunitas dan pelaku usaha mikro sebagai penerima manfaat

Arif Mujahidin (Corporate Communications Director, Danone Indonesia⁣) menerangkan bahwa tugas korporasi menjadi fasilitator dalam social innovation, namun niat dan usaha keras datang dari komunitas dan pelaku usaha mikro sebagai penerima manfaat

Sementara itu, Angkie Yudhistia memberikan wawasan sebagai Pakar Komunikasi dan Inklusivitas, berbagi tentang strategi dalam mengomunikasikan keberlanjutan terhadap inklusivitas yang dapat membantu kesejahteraan dan perekonomian di Indonesia. Secara aktif, upaya pengembangan model pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif diwujudkan melalui berbagai program intervensi. Pelaksanaannya didasarkan pada acuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Angkie Yudhistia (kanan - Pakar Komunikasi dan Inklusivitas) memaparkan terdapat 22,9 juta penduduk disabilitas di Indonesia atau mencapai 10% sehingga kepemimpinan inklusi harus terus disuarakan, melalui kebijakan publik yang memberi keberpihakan pada disabilitas.

Angkie Yudhistia (kanan – Pakar Komunikasi dan Inklusivitas) memaparkan terdapat 22,9 juta penduduk disabilitas di Indonesia atau mencapai 10% sehingga kepemimpinan inklusi harus terus disuarakan, melalui kebijakan publik yang memberi keberpihakan pada disabilitas.

Edward Manaor SiahaanManager CSR & SMEPP PT Kilang Pertamina Internasional, menjelaskan bahwa salah satu bentuk komunikasi keberlanjutan perusahaan adalah penerbitan buku berjudul “Menciptakan Kemandirian untuk Tumbuh Bersama”, yang mengulas kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi ESG sebagai elemen strategis keberlanjutan. Program Desa Energi Berdikari menjadi contoh nyata komitmen dalam menyediakan akses energi bersih bagi masyarakat, mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui pengembangan energi terbarukan dengan fokus pada SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Edward Manaor Siahaan, Manager CSR & SMEPP PT Kilang Pertamina Internasional menerangkan strategi komunikasi hingga implementasi menggunakan metode pengukuran berbasis AMEC dengan pendekatan PESO (Paid, Earned, Shared, and Owned).

Edward Manaor Siahaan, Manager CSR & SMEPP PT Kilang Pertamina Internasional menerangkan strategi komunikasi hingga implementasi menggunakan metode pengukuran berbasis AMEC dengan pendekatan PESO (Paid, Earned, Shared, and Owned).

Andry mengakhiri presentasinya dengan video inspiratif tentang Telkomsel Jaga Bumi, yang menyoroti komitmen perusahaan dalam menjalankan langkah-langkah keberlanjutan yang efektif, seimbang, dan proporsional. Melalui inisiatif ini, Telkomsel berupaya mengurangi dampak lingkungan dari proses bisnisnya sekaligus menjaga keberlangsungan lingkungan hidup demi masa depan yang lebih baik. Video tersebut menjadi penutup yang menggugah, menggarisbawahi dedikasi Telkomsel terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Dari kiri ke kanan: Jeane Sindy Niode (Director of Sponsorship and Events, IABC Indonesia), Donna Priadi (Director of Strategic Partnership, IABC Indonesia), Arif Mujahidin (Corporate Communications Director, Danone Indonesia⁣), Angkie Yudhistia (Pakar Komunikasi dan Inklusivitas), Andry Priyo Santoso (GM Corporate Social Responsibility Telkomsel), Edward Manaor Siahaan, Manager CSR & SMEPP PT Kilang Pertamina Internasional, Elvera N. Makki (President IABC Indonesia)

Dari kiri ke kanan: Jeane Sindy Niode (Director of Sponsorship and Events, IABC Indonesia), Donna Priadi (Director of Strategic Partnership, IABC Indonesia), Arif Mujahidin (Corporate Communications Director, Danone Indonesia⁣), Angkie Yudhistia (Pakar Komunikasi dan Inklusivitas), Andry Priyo Santoso (GM Corporate Social Responsibility Telkomsel), Edward Manaor Siahaan, Manager CSR & SMEPP PT Kilang Pertamina Internasional, Elvera N. Makki (President IABC Indonesia)

Keseriusan BCA Jaga Otentisitas untuk Bangun Kepercayaan dengan Transparansi dan Etika

Desember 24, 2024

Hera F. Haryn, EVP Corporate Communications and CSR BCA, menceritakan ciri khas dan otentisitas perusahaan yang telah menginternalisasi sebagai kultur dan nilai-nilai perusahaan

BCA, sebagai salah satu lembaga perbankan terkemuka di Indonesia, terus menetapkan standar tinggi dalam menjaga transparansi, etika, dan kepercayaan publik. Nilai-nilai ini dibahas secara mendalam dalam sesi diskusi panel dengan tema “Trust in Transparency & Ethics: Authenticity Matters”, pada konferensi IABC Indonesia, yang berlangsung pada Jumat, 13 Desember 2024, di Shangri-La Hotel Jakarta. Sesi ini menampilkan panel pembicara terhormat, termasuk Hera F. Haryn, Wakil Presiden Eksekutif Komunikasi Korporat & Tanggung Jawab Sosial BCA, Tri Mumpuni, Anggota Dewan Pengarah Tata Kelola dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Prita Kemal Gani, CEO & Pendiri LSPR Institute of Communication and Business. Sesi ini dimoderatori oleh Elvera N. Makki, Presiden IABC Indonesia, yang dengan cakap memandu diskusi untuk memberikan wawasan berharga bagi semua peserta.

Hera memulai presentasinya dengan menekankan peran penting transparansi dan etika dalam membangun kepercayaan publik, terutama di industri perbankan, di mana kredibilitas sangat penting. Beliau menyampaikan perspektif BCA dalam konteks “Trust in Transparency and Ethics Authenticity Matters.” Ujarnya, “To build a purposeful reputation is a marathon race. Lace up, run on and mark yours!” 

Sebagai industri dengan regulasi yang sangat ketat, BCA menghadapi berbagai tantangan, termasuk batasan dalam metode komunikasi. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas untuk menyampaikan pesan secara efektif. Budaya perusahaan yang kuat, dengan penekanan pada integritas, berperan penting dalam membangun kepercayaan di antara karyawan dan pemangku kepentingan. Perilaku etis memperkuat keandalan dan tanggung jawab, aspek yang sangat penting dalam menjalin hubungan yang kuat dan saling percaya. Selain itu, keaslian atau otentisitas menjadi kunci bagi BCA untuk menonjol dengan membangun kepercayaan dan meningkatkan keterlibatan pelanggan.

Para panelis dan moderator, serta peserta luring dan daring, dengan seksama menyimak pemaparan Hera F. Haryn, EVP Corporate Communications and CSR BCA mengenai pentingnya keaslian dan kejujuran yang dapat membangun kepercayaan

Menyoroti pentingnya keaslian, Hera menekankan bahwa keaslian merupakan salah satu pilar reputasi dan branding perusahaan yang sangat penting. Dalam dunia yang semakin terhubung saat ini, keaslian telah menjadi kebutuhan strategis. Beliau berbagi bagaimana BCA mengintegrasikan keaslian ke dalam budaya perusahaannya, menyelaraskan nilai-nilai bank dengan praktik yang dilakukan. Penyelarasan ini telah membantu BCA mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan baik di dalam organisasi maupun di antara pelanggan dan masyarakat luas.

Dalam sesi ini, Hera juga memberikan wawasan tentang program komunikasi strategis BCA. Secara internal, bank ini memprioritaskan transparansi dan kepemimpinan etis, mendorong kolaborasi dan akuntabilitas di antara karyawan. Secara eksternal, BCA menjalin komunikasi yang konsisten dan terbuka dengan pelanggan serta mitra, menguatkan komitmennya terhadap integritas dan kepercayaan.

Dari kiri ke kanan: Hera F. Haryn (EVP Corporate Communication and Social Responsibility, BCA), Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR (Founder dan CEO, LSPR Institute of Communication & Business), Tri Mumpuni (Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional), Elvera N. Makki (President IABC Indonesia), Donna Priadi (Director of Strategic Partnership IABC Indonesia) setelah sesi diskusi yang bermakna terkait pentingnya otentisitas/keaslian dalam membangun kepercayaan melalui transparansi dan etika.

Sesi ini semakin diperkuat dengan kontribusi dari panelis lainnya. Tri Mumpuni berbagi keahliannya sebagai Anggota Dewan Pengarah untuk Tata Kelola dari BRIN, membahas bagaimana keberlanjutan, tata kelola, dan praktik etis berinteraksi untuk membangun kepercayaan dan mendorong inovasi. Fokus beliau pada peran tata kelola etis dalam mendukung kemajuan sosial memberikan perspektif yang lebih luas tentang moral dan etika, “Peneliti itu boleh salah, tapi tidak boleh bohong.”

Sementara itu, Prita Kemal Gani memberikan wawasan sebagai CEO & Pendiri LSPR Institute of Communication and Business, dengan menekankan pentingnya komunikasi strategis dalam membangun kredibilitas institusional. Beliau menawarkan strategi yang dapat diterapkan bagi organisasi untuk mengkomunikasikan komitmen mereka terhadap transparansi dan etika, serta membangun kepercayaan di antara berbagai pemangku kepentingan.

Di bawah moderasi Elvera N. Makki, panelis-panelis tersebut terlibat dalam diskusi yang sangat menarik yang menyoroti hubungan erat antara transparansi, etika, dan keaslian. Sesi ini merupakan kombinasi wawasan yang kaya, memberikan peserta take away praktis yang dapat diterapkan di institusi masing-masing.

Hera mengakhiri presentasinya dengan membahas bagaimana BCA menghadapi tantangan dan peluang di era perubahan teknologi yang pesat. Beliau menyoroti komitmen bank ini untuk memanfaatkan inovasi guna meningkatkan transparansi, memenuhi harapan pelanggan, dan mempertahankan praktik etis.

Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki (President IABC Indonesia), Shanti Ruwyastuti (Director of Promotion and Publicity, IABC Indonesia), Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR (Founder dan CEO, LSPR Institute of Communication & Business), dan Hera F. Haryn (EVP Corporate Communication and Social Responsibility, BCA).