IABC id Tidak ada komentar

Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia, menyampaikan peran komunikasi terintegrasi dan empati dalam memperkuat keberlanjutan bisnis di era digital.

IABCINDONESIA.COM, JAKARTA – Danone Indonesia melalui brand AQUA menekankan pentingnya komunikasi keberlanjutan yang terintegrasi untuk menciptakan dampak jangka panjang. AQUA merupakan pelopor industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia, hadir dalam IABC Indonesia Conference 2025 yang tahun ini mengangkat tema “Strategic Communications at the Heart of Trust, Humanity and Digital Impact.” Konferensi ini menjadi ruang bertemunya para pemimpin dan profesional komunikasi untuk membahas bagaimana strategi komunikasi modern mampu menjawab tantangan keberlanjutan, kepercayaan publik, dan transformasi digital.

Dalam sesi panel pertama bertema “Technology & Sustainability: Communicating Purpose for Digital Impact,” Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia, tampil sebagai salah satu panelis yang membawa perspektif perusahaan melalui topik khusus “Redefining Communications Impact on Business Sustainability.” Arif menegaskan bahwa peran komunikasi saat ini telah berkembang jauh melampaui fungsi penyampai pesan. Di era digital yang menuntut transparansi, komunikasi menjadi alat strategis yang mampu membentuk perilaku publik, membangun kepercayaan, serta memperkuat legitimasi inisiatif keberlanjutan perusahaan.

Arif menjelaskan bahwa integrasi pesan, kanal, dan aksi nyata merupakan fondasi untuk membangun narasi keberlanjutan yang kredibel. Menurutnya, publik kini tidak hanya menilai apa yang dikatakan perusahaan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut ditindaklanjuti melalui aksi yang konsisten. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi yang terpadu menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap pesan keberlanjutan tersampaikan secara utuh, relevan, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Dalam strategi komunikasinya, Danone Indonesia melalui brand AQUA menggabungkan pendekatan factual world dan virtual world. Pada ranah factual, perusahaan membuka akses bagi media, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk melihat langsung perlindungan sumber air pegunungan, proses produksi air minum yang higienis, serta penerapan standar regulasi yang ketat. Melalui pengalaman langsung ini, perusahaan membangun pemahaman publik mengenai bagaimana keberlanjutan dijalankan dalam operasi bisnis sehari-hari.

Dalam diskusi panel, Danone Indonesia melalui brand AQUA menyoroti bagaimana komunikasi yang empatik dan strategis dapat memperkuat agenda keberlanjutan perusahaan.

Di sisi lain, melalui ranah virtual, Danone Indonesia melalui brand AQUA memanfaatkan kanal digital seperti @AQUAlestari untuk menyampaikan edukasi mengenai konservasi air, ekonomi sirkular, dan gaya hidup berkelanjutan. Konten yang dikembangkan tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga dibuat untuk mendorong perubahan perilaku positif yang berkaitan dengan penggunaan air dan respons masyarakat terhadap isu lingkungan.

Dalam diskusi panel, Arif menyoroti bahwa komunikasi berbasis empati berperan penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang. Empati memungkinkan perusahaan memahami kebutuhan audiens dan meresponsnya dengan pesan yang relevan, jujur, serta mudah diakses. Ia juga menekankan bahwa membangun kepercayaan membutuhkan komitmen jangka panjang dan konsistensi aksi di lapangan, terutama dalam isu keberlanjutan yang sifatnya kompleks dan multidimensional.

Dari kiri ke kanan: Abdullah Fahmi (VP Corporate Communications & Social Responsibility, Telkomsel), Arif Mujahidin (Corporate Communication Director, Danone Indonesia), Shanti Ruwyastuti (Board of Director IABC Indonesia), Dwi Fatan Lilyana (Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, PT Pelabuhan Indonesia (Persero)), Elvera N. Makki (President IABC Indonesia; Founder & CEO, VMCS Communications & Social Impact), Sari Soegondo (Ketua Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI)), Tyo Guritno (Founder & CEO, Inspigo)

“Keberlanjutan tidak lahir dari pesan-pesan besar, tetapi dari kepercayaan yang dibangun perlahan. Komunikasi yang terintegrasi dan berempati membantu kita menyatukan narasi, menggerakkan tindakan, dan memastikan setiap langkah membawa manfaat bagi masyarakat dan bumi,” ujar Arif.

Dengan rekam jejak seperti penanaman 2,6 juta pohon, pembangunan 93.000 biopori, dukungan kepada 500.000 penerima manfaat program WASH, serta kolaborasi dengan 15.000 UMKM dan 2 juta sellers, Danone Indonesia melalui brand AQUA menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat berjalan berdampingan dengan pertumbuhan bisnis. Melalui partisipasi di IABC Indonesia Conference 2025, perusahaan ini berharap semakin banyak praktisi komunikasi yang memahami peran teknologi, empati, dan narasi terintegrasi dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *