IABC Indonesia: Disrupsi Kepercayaan di Era AI Lahirkan Mandat Baru bagi Komunikator

September 21, 2026

IABC Indonesia: Disrupsi Kepercayaan di Era AI Lahirkan Mandat Baru bagi Komunikator

Jakarta, 20 September 2026 – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara informasi diproduksi, didistribusikan, dan diterima publik. Di tengah arus informasi yang semakin masif dan meyakinkan, tantangan organisasi kini bergeser dari kecepatan menyampaikan pesan menjadi kemampuan menjaga kredibilitas dan kepercayaan. Isu ini menjadi sorotan utama The 5th IABC Indonesia Conference & Awards 2026 bertema “Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI” di Jakarta, Jumat (18/9).

Urgensinya tercermin dalam Reuters Institute Digital News Report 2026. Kepercayaan terhadap berita secara global berada di angka 37%, terendah sejak Reuters Institute melakukan pengukuran pada 2015. Di Indonesia, angkanya tercatat 32%, turun empat poin dari tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, 62% responden global mengkhawatirkan informasi palsu dan menyesatkan di internet, sementara hanya 20% menyatakan percaya pada berita yang diperoleh melalui chatbot AI.

Edelman Trust Barometer 2026 menunjukkan bahwa tantangan kepercayaan semakin kompleks. Tujuh dari sepuluh responden global ragu atau tidak bersedia mempercayai mereka yang memiliki nilai, sumber informasi, cara pandang, atau latar belakang berbeda. Kesenjangan juga terlihat berdasarkan tingkat pendapatan. Di Indonesia, perbedaan tingkat kepercayaan terhadap institusi antara kelompok berpendapatan tinggi dan rendah mencapai 26 poin, salah satu yang terbesar di antara negara yang disurvei. Temuan ini memperlihatkan bahwa persoalannya bukan hanya menurunnya kepercayaan, tetapi juga semakin terfragmentasinya kepercayaan di tengah masyarakat.

Elvera N. Makki, President IABC Indonesia dan CEO VMCS Communications and Social Impact, menyebut kondisi tersebut sebagai disruption of trust yang membawa mandat baru bagi profesi komunikasi. AI membuat produksi dan penyebaran informasi semakin mudah, sekaligus membuat konten manipulatif semakin sulit dibedakan dari informasi yang kredibel. “Komunikator memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menentukan informasi yang layak dipercaya. Di tengah begitu banyak informasi yang sama-sama terlihat meyakinkan, tantangannya bukan lagi mendapatkan informasi, tetapi menentukan mana yang benar. Inilah mandat baru komunikator, yaitu membantu publik menavigasi kompleksitas informasi dengan menjadikan kebenaran lebih mudah diverifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menciptakan kondisi yang memungkinkan kepercayaan tumbuh.” ujar Elvera dalam pembukaan konferensi.

Menurut Elvera, kekhawatiran terhadap informasi palsu dan menyesatkan menjadi semakin serius karena dapat memengaruhi cara masyarakat mengambil keputusan, baik dalam kehidupan sehari-hari, organisasi, maupun bisnis. Karena itu, keberhasilan komunikasi tidak lagi cukup dinilai dari seberapa luas atau cepat sebuah pesan tersebar, “Reach, engagement, dan kecepatan distribusi tetap relevan, tetapi tidak lagi cukup. Komunikasi yang berdampak harus menghasilkan pemahaman, memperkuat kepercayaan, membantu publik mengambil keputusan yang lebih terinformasi, dan mendorong perubahan perilaku. Di situlah ukuran keberhasilan komunikasi perlu bergeser dari outputs menuju outcomes dan impact,” tambahnya.

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, menempatkan kepercayaan sebagai fondasi penting dalam pengembangan AI di Indonesia. Ekosistem AI nasional, menurutnya, perlu dibangun berdasarkan tiga prinsip yang menjadi arah pengembangan AI nasional, yaitu inklusif, berdaya, dan berdaulat. Di sisi lain, kemampuan AI menghasilkan misinformasi, disinformasi, dan deepfake yang semakin menyerupai realitas membuat batas antara informasi autentik dan manipulatif kian sulit dikenali. Kondisi ini menuntut literasi digital yang lebih kuat sekaligus tata kelola AI yang mampu menjaga keandalan teknologi dan informasi.

“Trust ini sangat penting karena merupakan faktor utama yang membuat publik mau masuk ke dalam satu layanan berbasis digital. Dari sisi komunikasi, hal mendasar dalam penggunaan AI adalah memastikan adanya information integrity sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan kredibel,” ujar Nezar. Dalam pelayanan publik, kesalahan sistem AI dapat berdampak langsung pada masyarakat sekaligus menurunkan kepercayaan terhadap layanan pemerintah. Karena itu, penerapan AI perlu disertai safeguards, pengujian, sandboxing, kepatuhan, dan evaluasi yang ketat agar sistem yang digunakan publik andal dan dapat dipercaya.

Dari sisi pengembangan AI nasional, Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, melihat Indonesia memiliki modal untuk mengambil posisi strategis. Kekuatan tersebut tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga kesiapan infrastruktur, kebijakan, dan talenta, “Indonesia memiliki peluang yang besar, namun harus dengan strategi yang tepat. Jika kita memiliki infrastruktur, kebijakan, dan talenta, maka teknologi dan pembiayaan akan datang dengan sendirinya.” ujar Stella.

Dari perspektif kepentingan publik, Ni Luh Djelantik, Anggota DPD RI dari Provinsi Bali, mengingatkan bahwa kemajuan teknologi pada akhirnya perlu dinilai dari manfaat yang dirasakan masyarakat, “Komunikasi publik tidak boleh berhenti pada narasi yang terdengar baik. Komunikasi harus hadir di tengah persoalan masyarakat, mendengarkan mereka, memperjuangkan kepentingan mereka, dan menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan. Teknologi boleh semakin maju, tetapi manusianya tidak boleh tertinggal. Di situlah kepercayaan dibangun: masyarakat melihat bahwa apa yang dikatakan sejalan dengan apa yang dilakukan,” ujar Ni Luh.

Pandangan tersebut menempatkan pendekatan human-centered communication sebagai bagian penting dari transformasi AI, sehingga kemajuan teknologi tidak memperlebar kesenjangan informasi maupun akses di masyarakat.

Pada tingkat daerah, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur dan Distinguished Advisor IABC Indonesia, melihat pemerintah provinsi memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjalankan transformasi pelayanan publik, “Di tingkat provinsi, teknologi harus diterjemahkan menjadi pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. AI menawarkan peluang untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dan pelayanan publik, tetapi adopsinya harus berjalan bersama transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi yang dapat dipahami masyarakat. Transformasi digital akan memiliki makna apabila teknologi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik,” ujar Emil.

Memasuki penyelenggaraan kelimanya, IABC Indonesia Conference & Awards konsisten membawa isu-isu yang berada di garis depan perubahan profesi komunikasi. Tahun ini, “Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI” memperluas diskusi dari pemanfaatan AI menuju persoalan yang lebih mendasar: menjaga teknologi, komunikasi, dan kepemimpinan tetap tepercaya di mata publik.

Sebagai pionir dalam mendorong impact-driven communications, IABC Indonesia menempatkan komunikasi sebagai fungsi strategis yang menghubungkan perkembangan teknologi dengan kepentingan manusia dan masyarakat. “Selama lima penyelenggaraan, IABC Indonesia secara konsisten membangun percakapan yang membentuk masa depan profesi komunikasi. Pesan tahun ini semakin jelas, bahwa keberhasilan komunikasi bukan ditentukan oleh seberapa banyak informasi yang kita produksi, tetapi oleh kemampuan membangun kepercayaan dan mengubahnya menjadi dampak yang berarti,” tutup Elvera.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Malvin Adrianus
Email: malvin.adrianus@iabcindonesia.com dan info@iabcindonesia.com
HP/WA: +6285156337189

Tentang IABC Indonesia

International Association of Business Communicators (IABC) – Indonesia Chapter IABC merupakan asosiasi non-profit bagi para praktisi dan profesional komunikasi, termasuk Public Relations, Corporate Affairs, Business Communicators, Corporate Social Responsibility/Sustainability, dan Government Relations untuk menyatukan disiplin profesi berskala global, serta saling berbagi praktik inovatif terbaik melalui pengalaman, berjejaring, dan edukasi. Sedangkan induk dari IABC Indonesia, yaitu IABC, yang berkantor pusat di Chicago, negara bagian Illinois, Amerika Serikat, telah berdiri lebih dari setengah abad yang lalu. Sebagai komunitas terbesar di dunia dalam bidang PR dan komunikasi, keanggotaan IABC meliputi lebih dari 40 negara termasuk Indonesia dan memiliki lebih dari 5.000 anggota. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi iabc.com, iabcapac.com, dan iabcindonesia.com.

Galeri Foto

Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Pembukaan The 5th IABC Indonesia Conference and Awards 2026 dengan topik “Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI” pada Jum’at, 18/9 menghadirkan profesional komunikasi lintas industri dan pemerintahan.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Elvera N. Makki (President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact) menempatkan disruption of trust sebagai isu strategis bagi profesi komunikasi, yaitu sebuah kondisi saat kemampuan menghasilkan informasi berkembang jauh lebih cepat daripada kemampuan publik untuk memastikan kebenaran dan menentukan apa yang layak dipercaya.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Elvera N. Makki (President IABC Indonesia,, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact) menyampaikan mandat baru bagi komunikator, yaitu membantu publik menavigasi kompleksitas informasi dengan menjadikan kebenaran lebih mudah diverifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menciptakan kondisi yang memungkinkan kepercayaan tumbuh.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Pemaparan keynote speaker oleh Ni Luh Djelantik, Anggota DPD RI dari Provinsi Bali, menekankan dalam komunikasi efektif, yang terpenting adalah kemampuan dan keinginan untuk mendengarkan masyarakat, kemudian membantu secara nyata menyelesaikan problematika sosial yang mereka hadapi.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Pemaparan notable speaker, Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, RI, pada IABC Indonesia Awards 2026. Beliau menelaskan peluang Indonesia dalam mengembangkan AI secara holistik, mulai dari infrastruktur, kebijakan, hingga talenta.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Sesi Panel 1 membahas “Managing Trust in the Age of AI: Safeguarding Responsible Growth & Sustainable Impact”. Dari kiri ke kanan: Nurdiana Darus (Director of Communication, Corporate Affairs, Sustainability, Unilever Indonesia), Dr. Hendriyani, S.Sos., M.Si. (Communications Lecturer, Vice Dean for Educaiton, Research and Student Affairs, FISIP Universitas Indonesia), Dony Indrawan (Manager Communication Relations & Community Involvement & Development, PT Pertamina Hulu Indonesia), dan Wanda Harahap (sebagai Conversation Lead, praktisi senior komunikasi). Para panelis mengeksplorasi bagaimana organisasi mengelola kepercayaan, dimana AI menjadi semakin terintegrasi dalam operasional bisnis, keterlibatan pemangku kepentingan, hingga komunikasi strategis.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Sesi Panel 2 dengan tema “Building Reputation and Trust: Who Keeps AI Accountable? Innovation, Governance and the Public Interest”. Achmad Arief Widjajanto (Executive Director of Certification and Standards, IABC Indonesia - paling kiri), Elvera N. Makki (President, IABC Indonesia - tengah) dan Shanti Wuryastuti (IABC Board Member), (bersama panelis (ki-ka) Ronny Tan (Chief Information Officer, Manulife Indonesia), Gilman P. Nugraha (Executive Director, Asosiasi Emiten Indonesia), Iim Fahima (Founder AI Institut), dan Timothiy Gerard (Chief Communications Officer, Kurasi Media Nusantara) sebagai Conversation Lead. Para panelis membahas bagaimana perusahaan terbuka, regulator pasar, dan pemimpin bisnis dapat mengembangkan kerangka tata kelola yang kuat untuk menjaga kredibilitas pasar dan kepercayaan publik, di kala AI menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi dalam pengambilan keputusan.
Siaran Pers IABC Indonesia Conference 2026
Sesi panel 3 bertema “Who Do We Trust Now? Journalism, Truth, and Influence in the Age of AI”. Dari kiri ke kanan: Suwarjono (Vice Chairman AMSI dan Chief Editor Suara.com), Fachrudin Ali Ahmad (Ketua Ikatan Pranata Humas Indonesia), Sabrina Azmi (General Manager, Indonesia, CARMA), dan Mila Lubis (Head of Public Relations and Influence, Ogilvy Indonesia) sebagai Conversation Lead. Para panelis menyoroti bagaimana jurbalisma dan ekosistem media dapat dibangun kembali dan menjaga kepercayaan publik di tengah maraknya AI, algoritma, kreator konten, dan diinformasi membetuk masyarakat dalam mengkonsumsi informasi.

Road to IABC Indonesia Awards & Awarding Night 2025: Expert’s Guide to the Job Market

October 4, 2025

International Association of Business Communicators (IABC Indonesia) dan @atamerica menghadirkan sesi mentorship dengan mentor pilihan dari beragam latar belakang profesi untuk memberikan saran dan tips karir memasuki bursa kerja.

Jakarta, 3 Oktober 2025 – Entering today’s job market isn’t exactly easy, especially for Gen Z graduates or those just starting their careers. Rapid technological changes, intense global competition, and the growing demand for strong soft skills mean that many young professionals feel they need an “extra toolkit” to not just survive, but thrive.

To answer this need, the International Association of Business Communicators (IABC-Indonesia Chapter), in collaboration with @atamerica, presents “Career Mentorship: Expert’s Guide to the Job Market”. This program is designed for early to mid-career professionals who want to grow, navigate their career journey, and build connections with experienced professionals across different industries.

The program features five mentors from diverse sectors including private, public, entrepreneurship, and professional consulting who share valuable insights from their own career journeys.

The fourth batch of the Mentorship Session was started by Vandy R. Makki, Chief People Officer of Manulife Indonesia, who stated, “The changes we’re experiencing in today’s professional and industrial world have accelerated far more in the past ten years than ever before.” According to him, these changes can bring either positive or negative impact, depending on the mindset we hold. He highlighted the importance of embracing two key mindsets: learning and unlearning. Learning means staying open to new knowledge, such as the rise of artificial intelligence (AI), which has now become an integral part of how we work and create. On the other hand, unlearning refers to the ability to adjust and shift perspectives when old knowledge becomes irrelevant, ensuring we remain flexible in navigating change.

Vandy also highlighted the value of building a continuous learning process, as rapid change requires us not only to understand what’s happening but also to strengthen our resilience in facing it. He reminded the audience that a closed mindset is something we must overcome, since we often focus only on the negative side of change. In reality, every shift brings new opportunities. By keeping an open mind, daring to try new things, and refusing to stop learning, we will be better equipped to adapt, seize opportunities behind every challenge, and ultimately thrive in the fast-moving world of change.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Vandy R. Makki, Chief People Officer Manulife Indonesia berbagi pandangan mengenai pentingnya mindset learning dan unlearning dalam menghadapi cepatnya perubahan dunia profesional.

The session then continued with Shanti Ruwyastuti, an Erickson Professional Coach, who shared how coaching can help Gen Z make more intentional career decisions. According to her, everyone has potential, but not everyone is aware of it, making the main purpose of coaching to uncover and bring out that potential. She explained that a coach’s role is to provide guidance amid the flood of information in today’s digital era, helping participants gain clarity, direction, and confidence as they navigate their career paths. Shanti also emphasized that coaching is especially valuable for Gen Z, as it not only helps them align their potential and goals but also strengthens decision-making skills and reduces stress. This is particularly important in a world where career navigation is often disrupted by the spread of misinformation and disinformation.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Shanti Ruwyastuti, Erickson Professional Coach, berbagi pandangan mengenai bagaimana coaching dapat membantu Gen Z menggali potensi diri, menemukan kejelasan, dan mengambil keputusan karier yang lebih terarah.

Mentor Wing Antariksa, Vice Chairman of the Indonesian Society of Human Resources, shared his perspective: “To win the initial competition in starting your career, all you need are skills, knowledge, and attitude.” Among these three, he highlighted that attitude plays the most crucial role, as it is a key element of both soft skills and leadership. He explained that leadership skills can already be developed during college years through organizational experience and expanding network. He also added, “If you want to be a leader, you can start from now.” For young professionals, making mistakes is natural, but those mistakes become valuable lessons that ultimately drive growth and development.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Wing Antariksa, Vice Chairman of Indonesian Society of Human Resources, menekankan bahwa attitude merupakan faktor paling penting dalam memenangkan kompetisi awal karier, sekaligus menjadi dasar kepemimpinan yang dapat dibangun sejak masa kuliah.

Continuing the next session, Feliciana Wienathan, Communications Manager at Google Indonesia, shared key insights for Gen Z as they navigate the professional world. She emphasized the importance of standing out in a highly competitive job market while staying true to one’s authenticity. Feliciana also highlighted the growing need for human-centered skills and strong communication abilities as future-ready capabilities. Within the context of the tech industry, she introduced the concept of building an anti-fragile career, a form of resilience that enables individuals not only to survive but also to grow stronger when facing pressure and change. Furthermore, she encouraged young professionals to embrace the mindset of an intrapreneur within large companies, and to adopt a growth mindset approach in job hunting making them more adaptable and better prepared to face future career challenges.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Feliciana Wienathan, Communications Manager Google Indonesia, membagikan wawasan tentang pentingnya authenticity, keterampilan komunikasi, serta membangun karier yang tangguh dan berorientasi pada growth mindset di era digital.

And the last, Haikal Basagili, Brand Consultant & CEO of Beranda Brand, spoke about the importance of personal and career branding in today’s digital era. He emphasized that developing an entrepreneurial mindset early on is crucial not only for those who want to become entrepreneurs, but also for young professionals who want to stand out in the workplace. According to him, personal branding is not something exclusive to influencers, it is also a key for Gen Z professionals to be recognized, trusted, and valued in their work environment. With a strong personal brand, individuals can showcase their unique value while opening up more opportunities throughout their career journey.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Haikal Basagili, Brand Consultant & CEO Beranda Brand, menekankan pentingnya entrepreneurial mindset dan personal branding bagi Gen Z profesional agar dapat menonjol serta membuka lebih banyak peluang di era digital.

As the final part of the series, the Career Mentorship program concluded with a networking session, giving participants the opportunity to connect directly with mentors as well as fellow young professionals. Through this session, participants not only gained practical insights from the mentors’ experiences but also expanded their networks, building valuable connections to support their career journey ahead.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Para mentor dan peserta Career Mentorship “Expert’s Guide to the Job Market” berfoto bersama usai sesi berbagi wawasan dan networking di @america.

Elvera N. Makki, President of IABC Indonesia, stated: “Mentorship is a tangible manifestation of IABC Indonesia’s mission to nurture a generation of communicators who are stronger, more confident, and increasingly relevant to today’s business needs. The presence of experts as mentors provides access to experiences, values, and strategic ways of thinking that are rarely found in formal education. We hope this mentorship program helps shape communicators with integrity, impact, and the ability to address global challenges.”

Road to IABC Indonesia Awards 2025
Antusiasme peserta dalam sesi diskusi interaktif dengan para mentors.

The IABC Mentorship is part of the “Road to IABC Indonesia Conference and Awarding Night 2025”, which will take place on October 24 at The St. Regis Hotel, Jakarta. This prestigious annual event carries the theme “Strategic Communications at the Heart of Trust, Humanity, and Digital Impact.”

“In line with this theme, we want communication professionals not only to advance their individual careers, but also to elevate the role of communications as a driver of business that is human-centered, impactful, and sustainable,” Elvera concluded.

Road to IABC Indonesia Awards 2025
After the mentorship session, some interesting discussions continued.

IABC Indonesia Conference and Awards 2024: Trends 2025: Purposeful Impact

March 14, 2025

IABC Indonesia Conference and Awards 2024: Trends 2025: Purposeful Impact:

International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia menyelenggarakan konferensi ketiga yang berfokus pada Dampak Sosial, Etika, Teknologi dan Tren di 2025.

Jakarta, 13 Desember 2024 – Konferensi International Association of Business Communicators Indonesia 2024 mengeksplorasi tren dan arah strategi komunikasi di Indonesia. Dinamika dunia bisnis yang terus berubah dan tren yang berkembang membutuhkan strategi yang mampu menumbuhkan kepercayaan, membangun kredibilitas, dan memberikan dampak yang berarti, sambil menyelaraskan tindakan perusahaan dengan nilai-nilai sosial.

Konferensi yang bertema “PR Trends 2025: Purposeful Impact” mengeksplorasi tren terbaru komunikasi dan public relations yang semakin fokus pada dampak sosial dan etika. Acara ini mempertemukan praktisi PR, profesional komunikasi, serta pemimpin bisnis untuk berbagi wawasan dan strategi komunikasi yang membangun kepercayaan, transparansi, dan kredibilitas dalam berinteraksi dengan publik.

President IABC Indonesia, Elvera N. Makki, menyatakan, “Kami menentukan tren komunikasi 2025, yaitu Purposeful Impact. Dampak yang berorientasi pada tujuan dalam komunikasi melampaui sekadar menyampaikan informasi. Setiap profesional di bidang komunikasi harus dapat membangun kepercayaan, menginspirasi tindakan, dan menciptakan hubungan yang berkelanjutan dengan pemangku kepentingannya. Teknologi memiliki peranan penting di tahun 2025 dalam cara kita berkomunikasi dan berinovasi, untuk itu kemajuan teknologi dan literasi digital mencari fokus kami di IABC. Sebagai komunikator, peran kita adalah juga menyampaikan tujuan yang jelas dan relevan, yang sejalan dengan nilai-nilai organisasi serta para pemangku kepentingannya. Dengan strategi komunikasi yang inklusif, transparan, dan empatik, kita dapat memastikan bahwa setiap pesan tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga mendorong perubahan bermakna untuk mencapai visi bersama.”

International Association of Business Communicators (IABC) – Indonesia Chapter IABC merupakan asosiasi non-profit bagi para praktisi dan profesional komunikasi, termasuk Public Relations, Corporate Affairs, Business Communicators, Corporate Social Responsibility/Sustainability, dan Government Relations untuk menyatukan disiplin profesi berskala global, serta saling berbagi praktik inovatif terbaik melalui pengalaman, berjejaring, dan edukasi. Sedangkan induk dari IABC Indonesia yaitu IABC, yang berkantor pusat di Chicago, negara bagian Illinois, Amerika Serikat, telah berdiri lebih dari setengah abad yang lalu. Sebagai komunitas terbesar di dunia dalam bidang PR dan komunikasi, keanggotaan IABC meliputi lebih dari 40 negara termasuk Indonesia dan memiliki lebih dari 5.000 anggota. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi iabc.com, iabcapac.com, dan iabcindonesia.com.

IABC Indonesia Conference menghadirkan 3 pembicara kunci dan 3 sesi panel dengan narasumber yang kredibel, termasuk pakar PR dari luar negeri, sehingga memberikan wawasan baru dan peluang berjejaring dengan nilai tambah berskala internasional bagi para peserta.

Konferensi IABC Indonesia dibuka dengan pembicara kunci pertama Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, yang mengatakan bahwa komunikasi yang dibutuhkan saat ini adalah komunikasi persuasif, bukan propagandis dan provokatif. “Saya berharap IABC menjadi bagian dari kampanye besar pemerintah untuk menuju Indonesia Emas 2045, yang terlibat aktif dalam yang saya sebut tadi, komunikasi persuasif bukan propagandis dan provokatif. Yang kemudian menyebabkan kita bangun tidur merasa harus cari satu dua musuh, untuk dibully, untuk dikerjain, untuk dimaki-maki. Dan saya percaya (IABC Indonesia – Red) sekarang anggotanya 900 tapi mungkin nanti akan tumbuh jauh lebih besar lagi, para profesional, para business communicator, mungkin para akademisi di bidang komunikasi yang terlibat aktif disini, tidak hanya kemudian berjuang untuk sektor masing-masing, tetapi juga berpikir dalam rangka kemajuan Negara Republik Indonesia”.

Pemaparan sesi panel 1 yang mengangkat topik “Beyond Traditional Communications Through AI-Driven Engagement”, menghadirkan Tyo Guritno, CEO & Co-Founder of Inspigo, menjelaskan bahwa salah satu peran AI dalam Public Relations adalah membantu manajemen krisis media. Inspigo, sebagai platform pembelajaran berbasis AI canggih yang dirancang untuk para profesional, memiliki misi untuk menjadikan pembelajaran lebih mudah diakses, menarik, dan berdampak, sehingga dapat meningkatkan kinerja di tempat kerja. Dalam manajemen krisis media, AI dapat digunakan untuk menyusun respons perusahaan terhadap suatu insiden, sekaligus menjaga citra positif perusahaan dan mengelola pertanyaan kritis dari jurnalis secara efektif. AI tidak hadir untuk menggantikan sentuhan manusia dalam berkomunikasi, tetapi AI hadir untuk memperkuatnya, sehingga kita dapat belajar, tumbuh, dan memberikan kinerja terbaik.

Panelis lainnya Ferro Ferizka, Executive Director Pijar Foundation dalam pemaparannya menuangkan pendapatnya. “Komunikasi adalah hubungan yang sangat personal antara brand dengan audience nya. Al memungkinkan komunikasi yang tailored sesuai data & profil audience. Melipatgandakan dampak dari strategi para profesional di bidang komunikasi” ujar Ferro Ferizka.

Melalui pemaparan yang dilakukan secara online, Distinguished Advisor IABC Indonesia Chapter Adrian Cropley berbagi tentang bagaimana AI mengubah cara perusahaan berkomunikasi secara internal dan eksternal, mengoptimalkan penggunaan kecerdasan buatan untuk memperkuat keterampilan para praktisi Public Relations, serta etika dan tata kelola dalam Public Relations.

Country Community Manager for Canva Jihan Aryani, menyampaikan bagaimana mengoptimalkan pengalaman pengguna dengan AI menggunakan fitur Rangkaian Studio Ajaib untuk membuat desain dengan cepat dan mudah. Canva memiliki fitur seperti Magic Design dan Magic Write, yang dapat menghasilkan desain profesional tanpa perlu keterampilan desain khusus. Sejalan dengan misi Canva untuk “empower the world to design” platform ini bertujuan agar setiap individu mampu menciptakan apa saja, menggunakan berbagai sumber daya, dalam semua bahasa, dan melalui berbagai perangkat.

Dalam sesi panel 2 “Trust in Transparency & Ethics: Authenticity Matters”, Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder dan CEO, LSPR Institute of Communication & Business menyampaikan bahwa dalam membangun reputasi, korporat membutuhkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai yang diperjuangkan perusahaan. Seperti halnya London School of Public Relations (LSPR), yang memprioritaskan peran CEO, manajemen, staf, lulusan, alumni, serta para siswa. LSPR fokus pada prinsip, nilai, kualitas, fasilitas, layanan, dan inovasi. LSPR mengedepankan Sustainable Development Goal 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), SDG 4 (Pendidikan Bermutu), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 10 (Mengurangi Ketimpangan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

EVP Corporate Communication and Social Responsibility, BCA, Hera F. Haryn menyampaikan perspektif BCA dalam konteks “Trust in Transparency and Ethics Authenticity Matters.” Kata Hera, “To build a purposeful reputation is a marathon race. Lace up, run on and mark yours!” Sebagai industri yang regulasinya ketat, BCA menghadapi berbagai tantangan, termasuk batasan dalam metode komunikasi. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas untuk menyampaikan pesan secara efektif. Budaya perusahaan yang kuat, dengan penekanan pada integritas, berperan penting dalam membangun kepercayaan di antara karyawan dan pemangku kepentingan. Perilaku etis memperkuat keandalan dan tanggung jawab, aspek yang sangat penting dalam menjalin hubungan yang kuat dan saling percaya. Selain itu, keaslian menjadi kunci bagi merek untuk menonjol dengan membangun kepercayaan dan meningkatkan keterlibatan pelanggan.

Selain Prita Kemal Gani dan Hera Haryn, Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional Tri Mumpuni turut menyumbangkan pemikirannya. Kata Tri Mumpuni, ”Dewan Pengarah BRIN memiliki tanggung jawab strategis untuk mengarahkan riset dan inovasi nasional ke arah yang relevan dan berdampak besar. Dengan menerapkan transparansi, etika dan otentisitas, BRIN dapat membangun kepercayaan publik, memperkuat kolaborasi dan menciptakan hasil riset yang berkelanjutan dan bermanfaat untuk kemajuan bangsa.”

Panelis Pakar Komunikasi dan Inklusivitas Angkie Yudistia, dalam sesi 3 “Sustainable Speaks: Communications Strategies Amidst Socially Conscious Audiences” berbagi tentang strategi dalam mengomunikasikan keberlanjutan terhadap inklusivitas yang dapat membantu kesejahteraan dan perekonomian di Indonesia. Secara aktif, upaya pengembangan model pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif diwujudkan melalui berbagai program intervensi. Pelaksanaannya didasarkan pada acuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas .

Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin, Manager CSR dan SMEPP PT Kilang Pertamina Internasional Edward Manaor Siahaan dan General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry Priyo Santoso menjadi panelis di dalam sesi ketiga ini.

Corporate Communications Director, Danone Indonesia, Arif Mujahidin, menyampaikan dalam sesi Panel 3 bahwa Danone memiliki misi membawa kesehatan melalui makanan dan kepada sebanyak mungkin orang. Danone Indonesia yang beroperasi di 24 pabrik di seluruh indonesia mendukung nutrisi dan hidrasi konsumen di Indonesia. Danone Indonesia berkomitmen untuk terus berinovasi menyediakan produk berkualitas dan sehat berbasis penelitian dan otoritas terkemuka. Sebagai aksi keberlanjutannya, Danone Indonesia mengurangi emisi karbon sebesar 8.300 ton dan mengurangi jejak karbon yang dihasilkan hingga 32%. Melalui #BijakBerplastik, AQUA memelopori program daur ulang pertama dengan “AQUA Peduli”.

Pada sesi panel 3, Edward Manaor Siahaan, Manager CSR & SMEPP PT Kilang Pertamina Internasional menyampaikan bahwa salah satu wujud komunikasi keberlanjutan dari PT Kilang Pertamina Internasional adalah penerbitan buku ISBN berjudul “Menciptakan Kemandirian untuk Tumbuh Bersama”, yang menginformasikan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan. Dalam strategi komunikasi keberlanjutan, komunikasi ESG menjadi elemen yang semakin penting bagi keberhasilan bisnis, termasuk untuk Kilang Pertamina Internasional. Program Desa Energi Berdikari merupakan wujud komitmen Kilang Pertamina Internasional dalam menyediakan akses energi bersih, tidak hanya untuk operasional perusahaan tetapi juga bagi masyarakat. Program ini mendukung upaya global mencapai Net Zero Emission 2060 melalui pengembangan berkelanjutan dan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan, dengan mengedepankan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Membahas mengenai strategi komunikasi berbasis inklusi sosial sebagai pilar keberlanjutan, VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Saki H. Bramono, yang diwakili oleh GM Corporate Social Responsibility Telkomsel, Andry P. Santoso, mengatakan, “Dalam era di mana kesadaran sosial, lingkungan, dan tata kelola usaha semakin menjadi perhatian utama masyarakat, komunikasi keberlanjutan yang otentik dan berbasis nilai menjadi sangat penting. Sebagai salah satu pilar utama komunikasi Telkomsel kepada publiknya, keberlanjutan telah menjadi bagian dari komitmen penciptaan dampak positif atas proses bisnis perusahaan yang mengedepankan prinsip ESG. Ke depan, kami akan terus menghadirkan inspirasi dan memberdayakan bangsa melalui pemanfaatan teknologi terkini untuk mendukung pembangunan sosial, pelestarian lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, seiring dengan perubahan harapan publik terhadap bisnis yang lebih bertanggung jawab dan inklusif.”

Selain menyelenggarakan konferensi, IABC Indonesia juga menggelar IABC Indonesia Awards yang diikuti oleh berbagai perusahaan untuk meraih penghargaan Impactful Communication Awards dan Impactful Public Relation Awards.

Menteri Komunikasi dan Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Vidia Hafid menyampaikan pidato kunci yang mengapresiasi atas terselenggaranya IABC Indonesia Awards 2024 yang diselenggarakan oleh International Association of Business Communicators Indonesia Chapter. “Acara ini merupakan bukti nyata dari semangat kolaborasi dan juga inovasi yang terus berkembang di dunia komunikasi. Di era yang semakin terkoneksi ini, komunikasi yang efektif dan juga literasi digital yang baik adalah jembatan untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan global. Dengan literasi digital yang kuat, kita bukan hanya menghadapi tantangan, tapi juga menciptakan peluang baru untuk perkembangan ekonomi, pendidikan, dan sosial. Ini adalah pondasi untuk menghadapi masa depan, dimana teknologi dan komunikasi akan semakin saling terhubung. Oleh karena itu, kementerian komunikasi dan digital berkomitmen untuk terus meningkatkan program edukasi literasi digital bagi seluruh elemen masyarakat, untuk menciptakan generasi yang mampu memilah informasi yang valid, menangkal hoax, dan juga menggunakan teknologi untuk menciptakan solusi yang bermanfaat untuk masyarakat.”

Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Emil Elestianto Dardak dalam pidato kunci pada IABC Indonesia Awards 2024 mengatakan,“Di perpolitikan Indonesia, yang berdasarkan pemilihan langsung, termasuk pemilihan presiden, pola-polanya turut berubah, yaitu pola komunikasi, partisipasi publik di dalam politik, serta kebutuhan dan kesadaran sektor publik terhadap komunikasi juga semakin meningkat.”

Lanjutnya, “Dengan demikian, tren yang dirancang IABC dengan purposeful dan impactful communication, benar-benar harus dijalankan, bahwa a good campaign itu memang bukan hanya focusing on one single activity, tapi series of activities yang tujuannya harus jelas. Dengan demikian, memberikan dampak optimal bagi pemangku kepentingannya, dalam hal ini masyarakat luas.”

Para peraih anugerah Awards of Merit dalam kategori Impactful Communications Awards adalah Yayasan Pijar Masa Depan, PT PLN (Persero), PT Pertamina Hulu, dan PT Vale Indonesia Tbk.

Sedangkan para peraih penghargaan Awards of Merit kategori Impactful Public Relations Awards, adalah PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Pertamina (Persero), Sumbawa Timur Mining, PT PLN (Persero), VMCS Advisory Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk, Flashback Motion, PT PLN Energi Primer Indonesia, dan Kandi Imaji (PT Srikandi Imaji Lintaskreasi).

Penghargaan Awards of Excellence kategori Impactful Communications Awards diraih oleh Wartsila, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kal-Ut, PT PLN (Persero) Bapak Darmawan Prasodjo, Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek, PT GLOSKIN, dan Yayasan Filantra.

Peraih Award of Excellence kategori Impactful Public Relations Awards adalah PT Bank Central Asia Tbk, PT Pertamina Hulu Indonesia, dan PT PLN (Persero).

Penerima penghargaan Top 10 IABC Awards 2024 adalah Sumbawa Timur Mining, PT Pertamina Hulu Indonesia, Yayasan Pendidikan Investasi Muda Indonesia, Great Giant Foods, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kal-Ut, PT PLN (Persero) Bapak Gregorius Adi Trianto, PT PLN (Persero), dan Yayasan Pijar Masa Depan.

IABC-Indonesia-Conference-and-Awards-2024-Press-Release

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:
Email: info@iabcindonesia.com
Website: iabcindonesia.com
Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin: @iabcindonesia